{"id":183976,"date":"2022-07-16T07:00:11","date_gmt":"2022-07-16T00:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=183976"},"modified":"2022-07-15T22:55:11","modified_gmt":"2022-07-15T15:55:11","slug":"pengalaman-makan-ayam-geprek-bu-rum-pertama-kali-yang-original-nggak-bakal-bikin-menyesal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-makan-ayam-geprek-bu-rum-pertama-kali-yang-original-nggak-bakal-bikin-menyesal\/","title":{"rendered":"Pengalaman Makan Ayam Geprek Bu Rum Pertama Kali: Yang Original Nggak Bakal Bikin Menyesal"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Rum menyadarkan saya, kalau selama ini saya terjebak sekte ayam geprek yang tersesat<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua orang punya titik baliknya sendiri-sendiri. Tak terkecuali saya, pria yang lumayan saleh ini. Yang namanya titik balik juga beragam bagi diri saya sendiri. Ada titik balik di semesta percintaan, spiritualitas, bahkan dalam semesta perbadogan duniawi. Dalam hal ini kita akan membicarakan ayam geprek. Sejenis makanan yang terkesan sederhana, namun tak bisa dianggap biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam semesta ayam geprek itu sendiri, kita mengenal ayam geprek asli dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-masuk-golongan-sekte-ayam-geprek-yang-tidak-digeprek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yang kurang asli<\/a>. Dulu saya tak terlalu ambil pusing dengan kuliner ini. Saya menganggapnya sebagai makanan yang biasa saja. Ayam renyah yang pedas, dan begitulah saya memahaminya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa bisa seperti, sebab, selama ini, saya (jebul) makan ayam geprek jadi-jadian. Asal ada ayam goreng tepung, dibalur sambal, ditemani mentimun dan selada, itu adalah ayam geprek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya melihat perdebatan sengit di media sosial antara kubu ayam geprek asli alias gepreknya Bu Rum vs kurang asli, atau bahkan boleh saja kita sebut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-meresahkannya-sekte-ayam-geprek-yang-tidak-digeprek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">palsu.<\/a> Penganut Bu Rum vs wong kulonan yang nggumunan sama kuliner di luar daerahnya. Sebagai pribadi yang berakhlakul karimah, saya tak mau ikut ribut dalam pusaran geprekan ini. Lagi pula saya tak terlalu tertarik dengan konsep kuliner ini. Kenapa harus susah-susah dicampur jika bisa dimakan terpisah macam penyetan? Mau digeprek sampai hancur atau tidak, saya tak begitu peduli. Walau dalam hati, sukma, dan kalbu, saya sering bertanya-tanya perihal kata \u201cgeprek\u201d itu sendiri. Apakah mungkin, jika ayam geprek yang sejati memang harus benar-benar digeprek?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seolah semesta tak mau membiarkan saya tersesat terlalu lama. Bertahun lalu, di sebuah hari yang ganjil, seorang kawan mengajak saya makan di warung Bu Rum. Ia menjelaskan jika ini bukan tempat makan biasa saja. Tentu saya otomatis skeptis. Ah, tampilan warungnya biasa saja, meski harus saya akui ramainya bukan main. Apalagi ini ayam geprek, menu yang sebenarnya tak terlalu saya suka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, begitu saya mendekati tempat di mana cabai dan ayam diluluhlantakkan sedemikian rupa, aroma nikmat itu tak bisa dibilang nonprogresif. Makin lama hidung saya makin betah menghirup aroma nikmat yang diiringi bebatuan yang beradu dengan irama nan khas. Begitu juga saat ayam yang oleh Tuhan ditakdirkan untuk dipotong, digoreng, dan dipilih oleh saya itu masuk ke dalam mesin penghancur, air liur saya tak kunjung berhenti menyeruak dari bawah lidah dengan sangat progresif. Bak tembangnya Rush dan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dream_Theater\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dream Theater<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak butuh waktu lama bagi saya untuk segera mengemplok sepotong ayam dan tiga cabai yang sudah porak poranda itu. Boom! Saya tercerahkan saat itu juga. Bagai Anakin yang menjadi Jedi, Naruto yang bertemu orang tuanya, hingga Batman yang kehilangan Joker. Ini baru ayam geprek!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencerahan yang bukan hanya nikmat, namun juga membuat diri ini merasa penuh dosa. Apalagi setelah saya diberi tahu bahwa Bu Rum ini adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/di-balik-ayam-geprek-bu-rum-ada-kasih-dan-kisah-ibu-yang-mandiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pionir<\/a> dari ayam geprek di Indonesia, rasa bersalah saya makin menjadi. Saya tak bisa menjelaskan nikmatnya secara rinci, pokoknya tandas dalam waktu yang singkat lagi satset. Maklum, itu pertama kalinya saya makan ayam geprek yang benar-benar digeprek, pun langsung di warung sang penciptanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sejak saat itu saya berikrar: geprek itu harus digeprek hingga ajur mumur, dan tercampur rata dengan sambal yang langsung diulek secara mendadak sebelum disajikan. Lewat warung Bu Rum saya terselamatkan dari fitnah elite global yang mengkampanyekan ayam geprek padahal tak digeprek. Semoga makin banyak orang yang segera sadar dan terbebas dari konspirasi geprek tak digeprek. Karena itulah, Bu Rum adalah kunci!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Bayu Kharisma Putra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/esensi-ayam-geprek-dari-sudut-pandang-sejarah-bahasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ayam Geprek yang Otentik Bisa Dilacak Lewat Sejarah dan Bahasa<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pondasi, Slur!<\/p>\n","protected":false},"author":1151,"featured_media":175844,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[9896,16129,16294,16295],"class_list":["post-183976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-ayam-geprek","tag-bu-rum","tag-original","tag-pionir"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183976\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}