{"id":183758,"date":"2022-07-13T11:30:40","date_gmt":"2022-07-13T04:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=183758"},"modified":"2022-07-13T11:46:41","modified_gmt":"2022-07-13T04:46:41","slug":"jogja-gelut-day-dan-omong-kosong-selesaikan-klitih-di-dalam-ring-semua-soal-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-gelut-day-dan-omong-kosong-selesaikan-klitih-di-dalam-ring-semua-soal-bisnis\/","title":{"rendered":"Jogja Gelut Day dan Omong Kosong Selesaikan Klitih di Dalam Ring. Semua Soal Bisnis!"},"content":{"rendered":"<p><em>Klitih tidak bisa selesai hanya karena pelaku baku hantam di dalam ring, harusnya Jogja Gelut Day paham akan hal itu<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, izinkan saya mengapresiasi hajat Jogja Gelut Day. Perhelatan olah raga pertarungan ini jadi angin segar. Jogja kini tidak terbatas acara kesenian, musik, dan pameran UMKM yang promosinya jelek itu. Kini Jogja punya event alternatif yang cukup out of the box. Mempertemukan berbagai kalangan dalam ring MMA adalah hal yang unik dan lebih masuk akal daripada tinju <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belajar-digital-marketing-dari-blunder-holywings\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Holywings.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, demikian apresiasi saya. Kini mari membahas apa yang salah dari event ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Jogja Gelut Day diinisiasi oleh Erix Soekamti, yang lebih dikenal sebagai frontman band Endank Soekamti. Event ini dirilis tepat pada saat krisis klitih Jogja sedang panas. Rilisan awal akun Instagram event ini adalah ajakan bagi pelaku klitih. Daripada menyerang di jalanan, mending berkelahi di dalam ring. Terkesan solutif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkesan lho, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Erix sendiri berpendapat bahwa Jogja Gelut Day adalah wadah yang menampung agresivitas pemuda Jogja. Dengan event ini, agresivitas tersebut akan disalurkan dengan jalan yang lebih tertata. Harapannya, kasus klitih ikut turun dan berganti dengan adu fisik dalam ring. Tentu di bawah pantauan profesional dalam aturan yang baku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Baiklah, harapan ini bisa diterima. Namun apakah klitih bisa direduksi dengan event tanding? Apakah klitih lahir dari karakter agresif untuk adu fisik dan kekuatan? Jelas tidak!\u00a0 Dan sayang sekali, event Jogja Gelut Day bukan jawaban klitih. Jogja Gelut Day hanya berakhir sebagai event yang menggunakan klitih sebagai nilai jual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu apakah pelaku klitih ingin dan butuh berkelahi? Jelas tidak. Model penyerangan hit and run adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-itu-klitih-panduan-memahami-aktivitas-yang-mengancam-nyawa-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karakter utama<\/a> klitih. Mereka bergerilya mencari sasaran. Dulu gank musuh, dan kini bisa siapa saja. Karakter agresif ini lahir dari keinginan menunjukkan eksistensi diri dan komunal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi klitih dipandang erat dengan situasi ketimpangan sosial di Jogja. Nom-noman Jogja yang terdesak oleh pembangunan mencari cara untuk tetap eksis. Ketika tekanan sosial untuk tampil ini tidak didukung ruang publik yang bebas ketimpangan, mereka mencari cara lain. Sayang sekali, sistem warisan budaya klitih menjadi inspirasi baru. Karena kalau mau ikut-ikutan Jeje bocah Kemang, uangnya saja tidak ada!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjawab-pertanyaan-paling-hangat-abad-ini-kenapa-ump-jogja-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR kecil<\/a>, vibes rumah nggak enak karena kebutuhan hidup yang makin mahal, ruang untuk aktualisasi diri malah dikomersialisasi, ngamuk jadi solusi bagi mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi ditambah fakta untuk ngeband saja, sudah susah. Coba cek harga sewa venue, sewa studio, dan coba cari ruang yang mau ngasih banyak aliran untuk berekspresi. Jogja memang kota seniman, tapi makin ke sini, rasanya kok berkesenian saja mahal. Ditambah UMR kecil, opo ra tambah ngamuk?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mereka didesak untuk eksis, maka event yang sifatnya show-off bukan jawaban. Apalagi ketika banyak atlit profesional ikut serta. Justru ketimpangan sosial ikut muncul dalam event tersebut. Para pemuda amatir jelas bukan lawan sepadan atlit profesional. Lalu siapa yang mendapatkan lightspot? Ya para profesional, penyelenggara, dan sponsor!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula, mana ada pelaku klitih yang mau diajak gelut dalam ring? Kan tujuan mereka bukan berkelahi, tapi bergerilya. Kecuali konsep Jogja Gelut Day itu seperti MOBA yang boleh menikung lawan. Lha baru pas dengan klitih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Jika ring tanding bisa menyelesaikan masalah, tentu tidak ada gesekan antargolongan. Tentu tidak ada berita tawuran antarkelompok pencak silat. Tentu tidak ada geger antarsuku di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/susul\/jbt\/tidak-ada-batman-di-babarsari-gotham-city\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Babarsari.<\/a> Bahkan, kalau mau lebay, perang Ukraina-Rusia bisa padam jika ring tanding adalah jawaban. Nyatanya tidak kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena ring tanding, sekali lagi, bertujuan untuk show-off. Dari era olimpiade di Athena sampai Chris John jadi juara, ring tanding bukanlah alat menyelesaikan masalah sosial. Masalah seperti klitih lebih kompleks dari sekadar keinginan berkelahi. Ini adalah masalah sosial yang terlanjur mengakar sebagai bentuk aktualisasi diri. Mudahnya, biar terlihat lakik dan keren ya dengan klitih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Kalau ada yang membandingkan Jogja Gelut Day dengan film <\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Fight_Club\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fight Club<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, yo beda lagi, Lur! Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fight Club<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menekankan pertarungan tanpa hierarki yang dibangun atas kesepakatan komunal. Intinya memang untuk melepas penat dengan berkelahi. Model Fight Club lebih dekat dengan masyarakat karena memang dibentuk mereka sendiri. Seperti sparing kalau jaman perang gank SMA Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu mengglorifikasi Jogja Gelut Day sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fight Club<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jelas dari awal tujuannya hiburan. Sport entertainment mudahnya. Ya tetap saja akan berujung sebagai bisnis yang profit. Apakah ini yang dibutuhkan pelaku klitih? Jelas bukan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena mereka dibentuk untuk bergerilya, bukan bertanding mencari popularitas dan sponsorship. Mereka butuh aktualisasi dirinya terpenuhi lewat darah korban. Bukan dengan sok heroik melawan atlit profesional. Klitih yang seperti menurun sejak Jogja Gelut Day bukan berarti keberhasilan event ini. Ya memang karena aparat yang sedang gencar melakukan razia malam. Itu saja masih kecolongan lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, Jogja Gelut Day sukses menjual klitih. Menjadikan krisis keamanan dan kriminal ini sebagai alat promosi perhelatan mereka. Kalau tidak ada klitih, pasti Jogja Gelut Day tidak relevan dengan Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, mari kita apresiasi Jogja Gelut Day sebagai event yang segar bagi Jogja. Tapi, kalau untuk menyelesaikan klitih, tentu tidak tepat sasaran. Solusi klitih bukan di dalam ring tanding, tapi di dalam kelompok masyarakat yang terjebak situasi timpang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, mungkin saja, kalau kesejahteraan masyarakat Jogja naik, mungkin saja, klitih tak lagi ada, mungkin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/klitih-adalah-kesenangan-orang-tua-membosankan-mana-paham\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klitih Adalah Soal Kesenangan, Orang Tua Membosankan Mana Paham<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis, bisnis, dan bisnis.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":183763,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[101,16265,5007,5193,16267,13098,16266,6094],"class_list":["post-183758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bisnis","tag-jogja-gelut-day","tag-ketimpangan","tag-klitih","tag-petarung-profesional","tag-pilihan-redaksi","tag-ring","tag-umr-jogja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183758"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183758\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}