{"id":183472,"date":"2022-07-10T08:53:28","date_gmt":"2022-07-10T01:53:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=183472"},"modified":"2022-07-10T19:07:55","modified_gmt":"2022-07-10T12:07:55","slug":"pikir-2-kali-sebelum-ke-piknik-ke-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pikir-2-kali-sebelum-ke-piknik-ke-jogja\/","title":{"rendered":"Pikir 2 Kali Sebelum Piknik ke Jogja"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tergocek dan langsung emosi setelah membaca judul, izinkan saya menjelaskan bahwa ini soal preferensi pribadi. <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai asli Pulau Jawa yang sedang merantau, ini pandangan saya melihat Jogja. Pahit dan manisnya semuanya objektif.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang perantau di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-orang-jawa-yang-merantau-ke-sulawesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sulawesi<\/a>, saya adalah satu-satunya orang yang berasal dari Pulau Jawa di kantor tempat saya bekerja. Bagi teman-teman saya di Sulawesi, Jogja adalah destinasi wisata yang setidaknya satu kali harus dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, saya sering dapat pertanyaan tentang Jogja. Mulai dari destinasi wisata sampai, kuliner, kondisi sosial, bahkan sampai instansi pendidikan. Wajar saja, terlepas dari Jogja, Pulau Jawa memang menjadi pusat pendidikan, pusat ekonomi, sampai pusat pemerintahan di Indonesia, setidaknya sampai saya menulis naskah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang paling sering saya dapat adalah destinasi wisata. Misalnya, \u201cKondisi Jogja sekarang gimana?\u201d dan \u201cKira-kira enak nggak dijadikan tempat wisata bagi keluarga?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jujur saja, melihat kondisi di sana, saya malah jarang sekali merekomendasikan jogja sebagai tempat wisata keluarga. Meskipun, pada akhirnya, saya menjawab pertanyaan mereka semampu saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya nggak merekomendasikan Jogja? Kenapa saya selalu memberi saran bagi teman untuk 2 kali berpikir sebelum ke sana? Inilah 5 alasannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Harga tiket pesawat ke Bali lebih terjangkau<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gambaran, jika mau pergi ke Pulau Jawa naik pesawat terbang, biasanya, teman-teman kantor saya naik pesawat dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bandar_Udara_Internasional_Sultan_Hasanuddin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara Sultan Hasanuddin Makassar<\/a>. Alasan utamanya adalah harga tiketnya jauh lebih terjangkau karena biasanya ada beberapa pesawat dari berbagai daerah di Sulawesi yang harus transit terlebih dahulu di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, harga tiket pesawat dari Makassar ke Jogja itu sedikit lebih mahal ketimbang ke Bali. Makanya, saya lebih sering menyarankan teman-teman kantor saya wisata ke Bali ketimbang Jogja. Bagi beberapa orang, selisih harga tiket bisa berpengaruh ke budget piknik mereka. Ya biar nggak boncos aja tabungannya. Saya baik hati, kan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Jogja sudah nggak romantis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini dia yang sering dijadikan \u201calasan utama\u201d bagi mereka yang sering merekomendasikan Jogja. Katanya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-gudeg-emperan-murah-dan-enak-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Gudeg<\/a> ini kota yang romantis. Hmm\u2026 kok saya nggak merasakan lagi sisi romantis itu ya. Toh, mereka yang biasanya bilang kota ini masih romantis, kebanyakan, sesama pelancong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu dulu beberapa waktu yang lalu pun saya nggak pernah lama di Jogja, paling 2 sampai 6 hari saja. Hanya dalam waktu singkat, saya bisa menemukan fakta bahwa masalah sosial di Jogja itu sudah akut lho. Ya dari pungli di tempat wisata, kesejahteraan, rumah tinggal, keamanan, hingga timpangnya pendidikan. Mojok sendiri cukup sering merekam berbagai kejanggalan di Jogja yang seperti \u201cdidiamkan saja\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, tapi mungkin benar Jogja itu kadang ramah dan romantis. Iya, bagi wisatawan saja, tidak bagi warganya. Maka dari itu, saya nggak merekomendasikan Jogja sebagai tempat wisata ke teman-teman kantor. Khawatirnya mereka dapat apes atau masalah karena keruwetan di sana. Bukankah kata dokter lebih baik mencegah dari pada mengobati?<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Selera makanan yang terlalu berbeda<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu ketika saya dan beberapa teman kantor mendapatkan tugas dari atasan untuk mengikuti acara di Jogja. Tentu saja ekspresi mereka senang bukan kepalang karena ada beberapa yang nyaris nggak pernah ke sana. Pada kenyataannya, setiap masuk jam makan, teman-teman saya selalu mengeluh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari sarapan di hotel yang cita rasa makanannya cenderung manis. Makan siang yang menurut mereka sambalnya kurang pedas dan asam. Sampai makan malam, yang menurut mereka ikannya kurang segar. Pokoknya selera makan teman-teman kantor saya nggak sesuai dengan mayoritas makanan yang tersedia di Jogja. Apalagi kalau malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar dari pengalaman tersebut, saya takut merekomendasikan Jogja sebagai daerah wisata. Sebab seorang wisatawan pasti akan mencoba berbagai macam makanan khas dari daerah yang mereka kunjungi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Klitih<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak perlu berada di Jogja untuk mengetahui bahwa masalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klitih-jogja-tak-bakal-padam-waspadai-masa-libur-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klitih<\/a> itu kian memburuk dari hari ke hari. Baru setelah ada anak seorang petinggi meninggal karena klitih, pemerintah Jogja menerapkan aturan jam malam. Ironisnya, nggak lama setelah aturan itu diberlakukan, klitih masih terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, kebanyakan korban klitih adalah anak muda yang sedang keluar malam. Namun, bukan berarti kelak, terjadi salah sasaran ketika ada wisatawan keluar malam, pakai outfit seperti akamsi, naik motor, dan disabet celurit karena terlihat seperti \u201clawan\u201d mereka. Semoga hal itu nggak kejadian, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, saya selalu memberi warning kepada teman-teman dari luar Pulau Jawa kalau mau ke Jogja. Jangan keluar malam, terutama kalau hotel mereka ada di pinggiran, di mana jauh dari pengawasan polisi. Apakah pengawasan itu sendiri efektif? Sekali lagi, lebih baik waspada ketimbang rumah kamu kemalingan, kan? Paham maksud saya?\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Nggak ada akses naik kapal Pelni dari Makassar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa teman kantor saya yang sengaja ambil cuti panjang untuk liburan bersama keluarga ke Pulau Jawa. Kebanyakan yang ambil cuti panjang ini menggunakan moda transportasi kapal laut dari pelabuhan Makassar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya untuk teman-teman kantor saya yang menggunakan kapal laut untuk berlibur ke Pulau Jawa, saya lebih memilih untuk merekomendasikan tempat wisata di Jawa Timur seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-terkait-kota-malang-yang-perlu-diluruskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang<\/a> ketimbang Jogja supaya waktu dan tenaganya nggak habis di jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu sekiranya alasan-alasan yang membuat saya jarang merekomendasikan Jogja sebagai tempat wisata. Semoga warga Jogja mengerti dan memahami situasi dan kondisi saya dan nggak marah atas kelakuan saya ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-saya-betah-tinggal-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Bikin Saya Betah Tinggal di Jogja<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semoga Jogja jadi berhati nyaman lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":183541,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,5193,2380,16220],"class_list":["post-183472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-klitih","tag-makassar","tag-wisata-ke-jogja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183472"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183472\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}