{"id":18340,"date":"2019-10-24T11:45:47","date_gmt":"2019-10-24T04:45:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=18340"},"modified":"2019-10-24T11:42:40","modified_gmt":"2019-10-24T04:42:40","slug":"terima-kasih-sintyamarisca-yang-mempopulerkan-joget-dangdut-ke-diskotik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terima-kasih-sintyamarisca-yang-mempopulerkan-joget-dangdut-ke-diskotik\/","title":{"rendered":"Terima Kasih Sintyamarisca yang Mempopulerkan Joget Dangdut ke Diskotik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Udah deh terima aja dangdut dan jogetnya itu emang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ndeso.&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perihal goyang bergoyang, semua pasti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">passion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya masing-masing: iya nggak sih? Entah joget-joget dugem ala-ala diskotik, sampai\u2014yang katanya ndeso\u2014macam <a href=\"https:\/\/tirto.id\/nella-kharisma-via-vallen-dan-asal-usul-dangdut-koplo-cy1a\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">dangdut koplo<\/a>. Ya, udah biarin gapapa, asal gak saling riuh saling menghujat macam <em>tweet <\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">semuanya goyangan apapun bentuknya, tidak menyalahi Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika kok. <em>Santuy!<\/em>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di sebuah kabulaten daerah paling ujung, saya sangat menikmati dangdut koplo dengan segala <del datetime=\"2019-10-24T02:39:49+00:00\">jogetan, mabuknya, tawuran<\/del> kearifan lokal yang tersimpan di dalamnya. Tapi sebagai penikmat dangdut koplo, ya minimal kita tahu lah menikmati diskotik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">walaupun lewat YouTube <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan aneka jogetan yang akhirnya terbentuklah klaster baru dalam dunia anak muda hari ini. Ada klaster anak kota yang suka nongkrong di diskotik macam Daerah Keistimewaan Ibukota\u2014sebelum dipindah\u2014dan kota metropolitan yang lain. Klaster kedua yakni barisan <em>gondes<\/em> yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berpadu dalam musik dangdut koplo dengan kendang Cak Met, Asololee, dan barangkali <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pemersatu-bangsa-sebenarnya-adalah-cendol-dawet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">cendol dawet<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Cendol cendol! Dawet dawet!<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Piro? Limaratusan! Terus? Gak pake ketan!<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ji ro lu pat limo enem pitu wolu<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tak gintak gintak gintak\u2026 oe<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penghayat dan penikmat sunyi dunia perjogetan negara +62 dalam berbagai bentuk aliran musik, rasanya saya bersyukur dengan kekayaan perjogetan ini. Minimal 2 klaster itu harus dibahas tuntas dulu deh, sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ndakik-ndakik <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hal ini akan sulit dijelaskan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini-begini, <em>my lov.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jagat dunia perjogetan dangdut sebenarnya sih sudah sangat jelas dan detail disampaikan oleh Cak Agus Mulyadi. <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/pembagian-kelas-pasukan-joget-konser-dangdut-koplo\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang sampai memiliki jenjang profesionalitas. <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga karakteristik yang khas penonton dangdut, ungkap <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/nrn\/esai\/jenis-jenis-penonton-dangdut-koplo-dari-gaya-joget-dan-goyangnya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cak Nuran Wibisono.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Kalau mau yang lebih nyentil nih, ternyata dalam perpolitikan, pecinta dangdut koplo itu <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/ulasan\/pojokan\/dalam-berpolitik-belajar-pada-pecinta-dangdut-koplo\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">penuh pesan tersirat.<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">clear <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kan bicara soal jagat perjogetan dangdut dan tetek bengeknya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri khas goyangan dangdut yang membedakan goyangan ini dari goyangan-goyangan yang lain adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pukulan kendangnya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pukulan kendang yang bertalu-talu ini, kalian sampai nggak sadar kan ada cewek cakep yang ikut-ikutan joget ala dangdut macam <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/WPKnAI5Drbs\"><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Atau kayak <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/8NbxCZ71eI8\"><span style=\"font-weight: 400;\">gini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jangan-jangan kayak <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/FXggWpADhrI\"><span style=\"font-weight: 400;\">gini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Ya siapa lagi lah, kalau bukan <\/span><a href=\"https:\/\/instagram.com\/sintyamarisca?igshid=1gwk9yk7rvyym\"><span style=\"font-weight: 400;\">@sintyamarisca<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan bermaksud <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membuat norak diskotik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mendikotomikan joget diskotik dan joget dangdut. Tapi faktya begitu adanya, <em>my lov<\/em>. Katanya bilang norak, kok jadinya malah ikut-ikutan sih. Jangan-jangan ada rasa cinta yang tumbuh karena berawal dari benci. Udah deh ngaku aja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya gue hanya mau sampaikan terimakasih dari lubuk hati para penikmat dangdut begini:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm&#8230; cek<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\"><em> satu, dua, dicoba &#8230;<\/em>\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hai anak kota yang suka dugem. Ketahuilah bahwa musik dangdut sudah sampai ke <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/m.liputan6.com\/bisnis\/read\/3665228\/bikin-bahagia-jokowi-ajak-warga-dunia-dengarkan-dangdut\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">mana-mana<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketahuilah bukan hanya musiknya saja yang sudah bersarang di telinga jutaan orang. Tapi jogetnya yang sudah bisa masuk ke dalam diskotik. Terimakasih kepada <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B3mKcm3nxq0\/?igshid=qi726g4moz0d\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">@sintyamarisca<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah mempopulerkan joget-joget ala dangdut koplo ini ke dalam dunia kalian. Sudahlah, jangan gengsi akui saja kalau musik dangdut itu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dangdut-koplo-di-kalangan-pemuda-sempat-dianggap-norak-sekarang-malah-semarak\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak norak<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita para pecinta dangdut koplo terbuka kok bagi kalian yang ingin belajar joget kayak kami. Minimal sepak terjang kalian dalam jagat joget perdangdutan terasah seperti katanya cak <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/pembagian-kelas-pasukan-joget-konser-dangdut-koplo\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agus Mulyadi<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian dan t<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">erima kasih<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pecinta dangdut dari lubuk hati terluar<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah udah. Yang terpenting nggak usah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jotos-jotosan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak usah gaduh, biarin yang joget dangdut ya joget dangdut di lapangan terbuka ya, monggo. Yang mau nongkrong di diskotik sambil <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">joget dangdut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dugem ya monggo. Dibiasakan damai, jangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jotos-jotosan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seperti yang selalu didengungkan sama para pemusik dangdut dari atas panggung. <em>Sorry aja yhaaa~<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Damai damai. Semuanya damai. Tapi kalau minimal mau adopsi joget kita, bilang-bilang dong. Minimal punya etika sedikit. <em>Eh\u00a0<\/em><\/span>(*)<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-entah-apa-yang-merasuki-demokrasi-kita-dan-efek-suara-gagak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lagu Entah Apa yang Merasuki \u201cDemokrasi\u201d Kita dan Efek Suara Gagak<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/theo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Theo<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/faridhermawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0<\/a>lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 420px; top: 784px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karena pukulan kendang yang bertalu-talu ini, kalian sampai nggak sadar kan ada cewek cakep yang ikut-ikutan joget ala dangdut macam ini.<\/p>\n","protected":false},"author":361,"featured_media":18456,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1430,2019,4219,4218,4217],"class_list":["post-18340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-dangdut-koplo","tag-diskotik","tag-gondes","tag-joget-dangdut","tag-sintyamarisca"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/361"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}