{"id":183302,"date":"2022-07-08T13:00:42","date_gmt":"2022-07-08T06:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=183302"},"modified":"2022-07-08T11:30:05","modified_gmt":"2022-07-08T04:30:05","slug":"shin-tae-yong-vs-indra-sjafri-perdebatan-yang-bikin-pssi-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shin-tae-yong-vs-indra-sjafri-perdebatan-yang-bikin-pssi-bahagia\/","title":{"rendered":"Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah match melawan Vietnam, banyak kritikan datang kepada Timnas U-19 Shin Tae-yong. Suara-suara yang menarik adalah suara-suara yang membandingkan Timnas ini dengan era <a href=\"https:\/\/mojok.co\/balbalan\/pssi-dan-indra-sjafri-mencoreng-arang-ke-kening-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indra Sjafri<\/a>. Pada 2013, Indra Sjafri berhasil membawa timnas U-19 menjuarai AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam di final dengan adu penalti. Prestasi itu pun jadi tolok ukur prestasi timnas era berikutnya, termasuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/walaupun-sedikit-ngaco-saya-mendukung-shin-tae-yong-yang-lebih-memilih-pemain-muda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">timnas asuhan<\/a> Shin Tae-yong kali ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, suara-suara keras itu seperti tersapu angin setelah timnas melibas Brunei dengan skor telak 7-0. Dan kembali menggema setelah timnas hanya bermain imbang melawan Thailand di match ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kayaknya, banding-bandingin sama Indra Sjafri ini udah jadi hobi. Pelatih mana pun kayaknya juga pasti dibandingin sama Indra. Andai Ancelotti melatih timnas dan kalah, pasti dibanding-bandingin sama Indra Sjafri. Ngeri kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter (beberapa) <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-cuma-membosankan-jadi-fans-timnas-indonesia-juga-melelahkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">suporter<\/a> memang begitu. Menang dijunjung, kalah dijatuhkan. Karakter yang mirip politikus-politikus di negeri ini. Padahal, prestasi kita \u201ckagak jauh-jauh amat\u201d. Hanya sekelas Asia Tenggara. Belum ada pelatih kita yang misalnya mampu membawa timnas kita berbicara banyak di ajang Asia seperti yang dilakukan Park Han Seo bersama Vietnam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, untuk perbandingan ini, kita harus melihat hal ini dengan lebih luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita lihat, Timnas U-19 era Shin Tae-yong ini memang seperti tak banyak memain dengan \u201cbakat istimewa\u201d. Yang jelas tampak memiliki itu hanyalah Marselino Ferdinan. Dampak kehadirannya pun terasa ketika dia cedera dan ditarik keluar di babak kedua melawan Thailand. Permainan timnas menjadi tidak terorganisir dan kesulitan membangun serangan secara rapi. Suatu hal yang hanya dimiliki Marselino di timnas U-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berbeda dengan timnas U-19 era Indra Sjafri. Ada banyak pemain berbakat yang membuat Indra Sjafri bisa memainkan sepak bola yang atraktif. Meskipun, dari sekian nama-nama tenar kala itu yang masih survive dan konsisten berada di timnas hanyalah seorang Evan Dimas saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita perlu sadari. STY punya beban banyak. Timnas tak bisa mengikuti sepak bola modern, dan ia poles banyak pemain hingga timnas sekarang bisa bermain lebih hebat. Pun, timnas negara lain sudah berkembang amat jauh. Kita berusaha mengejar ketertinggalan, mudahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indra Sjafri, punya pemain yang cukup berbakat, plus timnas negara lain belum sengeri ini. Bebannya aja udah beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Timnas Shin Tae-yong memang belum sepenuhnya gagal. Tak bisa kita bilang gagal juga sih, orang titik mulainya aja rendah banget. Kadang ini yang kita luput untuk perhatikan: kita minta hasil konkret berbentuk piala, padahal kita layak ikut turnamen aja belum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terlepas dari perdebatan mana yang lebih baik Shin Tae-yong atau Indra Sjafri, yang sudah jelas dapat keuntungan bukan STY maupun Indra Sjafri. Yang dapat keuntungan dari perdebatan ini adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pssi-begini-cara-booking-lapangan-yang-baik-dan-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSSI.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau STY gagal, berarti STY yang salah. Kalau STY berhasil, berarti PSSI yang bagus. Sebab, bila timnas kalah dan bermain buruk sorotan langsung tertuju ke STY, bukan ke PSSI. Tetapi, bila timnas meraih hasil bagus sorotan langsung tertuju ke<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mochamad_Iriawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Iwan Bule<\/a> selaku Ketua Umum PSSI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman masih ingat dong kasus di kualifikasi Piala Asia beberapa waktu lalu? Setelah mengalahkan Kuwait dengan skor 2-1, siapa yang disorot dan dijunjung oleh PSSI? Apakah Rachmat Irianto yang mencetak gol penentu? Apakah Nadeo dengan segala savesnya? Apakah STY dengan segala taktiknya? Bukan! Yang dijunjung adalah Iwan Bule. Lucu, bukan? Tapi, itulah Indonesia. Hal-hal konyol seperti itu nampak menjadi hal yang lumrah di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Ketum bisa happy-happy saja nonton timnas di stadion meski tak menang. Karena kalau kalah STY yang kalah, kalau menang ya Pak Ketum yang menang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shin Tae-yong hanyalah alat cuci tangan dari PSSI untuk menutupi kesalahan dan ketidakmampuan mereka dalam mengelola sepak bola Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekadar tips, kalau timnas U-19 gagal di ajang AFF ini, mungkin Shin Tae-yong bisa mencoba cara lain yang non teknis untuk menjaga kursinya di kepelatihan timnas. Misalnya, dengan mulai mengupload foto bersama pak Ketum lebih sering. Mulai menjunjung tinggi pak Ketum dan mulai membukakan pintu mobil pak Ketum supaya STY semakin aman dan nyaman di kursi kepelatihan timnas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini memang bukan organisasi politik, tapi feodalisme itu nyata dan ampuh di negeri ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski urusan sepak bola, taktik itu nomor dua. Yang utama adalah kemampuan menjilat. Itu karakter dan syarat utama bila anda ingin dapat kursi di republik ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">So, hati-hati ya, STY. PSSI mungkin nampak mendukung Anda. Tapi bisa jadi, mereka hanya sedang mencari kesempatan untuk menunggangi popularitas ketika Anda berhasil dan menunggu momentum untuk memecat Anda ketika sorotan kegagalan tertuju pada mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bravo timnas!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Andri Athoillah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/balbalan\/haruna-out-goodbye-shin-tae-yong-revolusi-pssi-cuma-angan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Haruna Out? Goodbye Shin Tae-yong, Revolusi PSSI Cuma Sebatas Angan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang debat siapa, yang untung siapa.<\/p>\n","protected":false},"author":1553,"featured_media":175991,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[16195,2674,554,3416,5023,5024],"class_list":["post-183302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-indra-sjafri","tag-perdebatan","tag-prestasi","tag-pssi","tag-shin-tae-yong","tag-timnas"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1553"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183302\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}