{"id":182721,"date":"2022-07-03T10:00:49","date_gmt":"2022-07-03T03:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=182721"},"modified":"2022-07-02T23:44:54","modified_gmt":"2022-07-02T16:44:54","slug":"tilang-elektronik-bukannya-berusaha-mematuhi-malah-berlomba-mencurangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tilang-elektronik-bukannya-berusaha-mematuhi-malah-berlomba-mencurangi\/","title":{"rendered":"Tilang Elektronik: Bukannya Berusaha Mematuhi, Malah Berlomba Mencurangi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepolisian Republik Indonesia akhirnya membuat terobosan baru, yaitu<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tilang-elektronik-terobosan-canggih-yang-dilematik\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tilang elektronik ini sebenarnya sama seperti tilang pada umumnya, bedanya sekarang tidak lagi ada petugas yang menilang di jalan. Penilangan dilakukan dengan pengawasan kamera di jalanan. Kayak di film-film action Hollywood gitu deh, canggih banget!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, pengendara kendaraan bermotor yang tertangkap kamera melakukan pelanggaran saat berkendara akan mendapat SMS ke nomor pemilik kendaraan maupun dikirimkan surat tilang secara langsung ke rumahnya masing-masing. Jelas, terobosan ini nggak cuma mengurangi beban tugas polisi lalu lintas untuk menggelar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/reaksi-rider-saat-tiba-tiba-ada-razia-kendaraan-dadakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">razia kendaraan<\/a> bermotor sering-sering, tapi juga mengurangi risiko pungli yang dilakukan oknum kepolisian lalu lintas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi loh ya, ingat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, seiring dengan berjalannya sistem tilang elektronik, beredar sejumlah<\/span><a href=\"https:\/\/jateng.suara.com\/amp\/read\/2022\/06\/24\/113859\/kocak-takut-kena-e-tilang-pengendara-ini-pasang-masker-di-plat-nomor-warganet-ngajarin-jelek\"> <span style=\"font-weight: 400;\">foto maupun video yang memperlihatkan pengendara kendaraan bermotor berusaha mencurangi sistem tilang elektronik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari menutup plat kendaraan bermotor biar nggak tertangkap kamera, hingga ada yang sengaja mencopot platnya sekalian. Semuanya dilakukan biar nggak kena tilang elektronik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat hal ini, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Alih-alih mematuhi aturan lalu lintas sebagaimana mestinya dengan adanya tilang elektronik, masyarakat kita malah memikirkan bagaimana caranya biar bisa terhindar dari tilang elektronik. Apa susahnya sih patuh pada aturan lalu lintas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, sewaktu masih sekolah saya juga sama kayak Dilan, sok-sokan melanggar lalu lintas seperti tidak memakai helm, bonceng motor bertiga dan ugal-ugalan di jalan. Saya merasa tindakan saya itu sangat keren layaknya protagonis dalam gim<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daripada-jadi-teroris-di-dunia-nyata-mending-lampiaskan-di-gta-aja\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Grand Theft Auto<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, akhirnya saya pun sadar diri dan bertaubat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan saya kehilangan gigi saya sampai ompong. Saat itu saya sok-sokan nggak pakai helm. Helm full face yang seharusnya saya gunakan malah saya gantung di stang sepeda motor yang saya kendarai. Andai saat itu helm full face-nya saya gunakan, niscaya saya tidak akan kehilangan gigi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga sempat bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung beberapa tahun yang lalu. Saya akhirnya melihat bahwa sebagian besar pengendara kendaraan bermotor yang dilarikan ke UGD rumah sakit adalah mereka-mereka yang nggak taat akan aturan lalu lintas, mulai dari<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membela-imbauan-jangan-pakai-sandal-jepit-ketika-bawa-motor\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan seatbelt, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan seatbelt, hingga kebut-kebutan nggak jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya apa-apa saya menuliskan hal ini, salah satu alasan kenapa Jepang dan Korea Selatan bisa jadi negara maju adalah karena masyarakatnya patuh pada aturan yang sudah dibuat oleh pemerintahnya. Mereka patuh ketika disuruh mematuhi aturan lalu lintas seperti berhenti saat lampu merah, menggunakan seat belt saat mengendarai mobil dan menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Nggak usah jauh-jauh Jepang dan Korea Selatan, Singapura aja warganya patuh banget dengan peraturan lalu lintas lho. Kalau nggak percaya cobain aja main ke Singapura!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya, jika ingin melihat kualitas SDM suatu bangsa, lihat saja bagaimana cara mereka berlalu lintas. Coba lihat, ada nggak yang berani melanggar aturan lalu lintas saat mengendarai kendaraan bermotor di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan? Jangankan mengendarai kendaraan bermotor, melanggar aturan lalu lintas saat mengendarai sepeda aja bisa kena tilang di sana. Sebaliknya, di negara-negara berkembang seperti<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-bersyukur-tidak-terlahir-di-negara-india\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">India<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Indonesia, ada begitu banyak pengendara kendaraan bermotor yang terang-terangan melanggar aturan lalu lintas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi prihatin dan membatin, \u201cYah, beginilah kualitas SDM di negeri kita.\u201d Disuruh manut pada aturan lalu lintas aja susahnya minta ampun, padahal buat kebaikan bersama juga. Gimana bisa jadi negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan Singapura kalau tidak terbiasa tertib dan disiplin dari hal-hal kecil seperti mematuhi aturan lalu lintas? Wong<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-tua-adalah-penyebab-generasi-penerusnya-melanggar-aturan-lalu-lintas\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">orang tua aja nggak pernah nyontohin perilaku berlalu lintas yang baik dan benar pada anaknya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, satu-satunya cara yang ampuh biar nggak kena tilang elektronik itu gampang. PATUHI ATURAN LALU LINTAS!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Raden Muhammad Wisnu<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/5-cara-paling-tidak-masuk-akal-dalam-menghindari-tilang-polisi-cum-cegatan-mudik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Cara Paling Tidak Masuk Akal dalam Menghindari Tilang Polisi cum Cegatan Mudik<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KACAW.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":115955,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[2245,13028,16128,14790,11151],"class_list":["post-182721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kecurangan","tag-peraturan","tag-rambu-rambu","tag-sdm","tag-tilang-elektronik"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}