{"id":182318,"date":"2022-07-06T14:30:36","date_gmt":"2022-07-06T07:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=182318"},"modified":"2022-07-06T12:43:04","modified_gmt":"2022-07-06T05:43:04","slug":"ngl-link-tren-yang-menyenangkan-sekaligus-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngl-link-tren-yang-menyenangkan-sekaligus-menyebalkan\/","title":{"rendered":"NGL Link, Tren yang Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan"},"content":{"rendered":"<p><em>NGL Link adalah tren media sosial yang terlihat menyenangkan, sebelum yang buruk-buruk menimpa Anda<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial seakan tak pernah kehabisan ide dalam menciptakan inovasi terkini yang membuat penggunanya tertarik untuk ikut ambil bagian. Baru-baru ini muncul sebuah tren bernama NGL Link yang sedang hangat-hangatnya dibahas dan cukup menghebohkan jagat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/konter\/instagram-sedang-menggali-kuburannya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagram.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tambahan informasi, NGL sendiri merupakan kependekan dari \u201cNot Gonna Lie\u201d. Pengirim pesan di NGL Link terlindungi identitasnya. Kecuali, si pemilik aplikasi mengaktifkan fitur premium, baru bisa tahu siapa saja pengirim pesannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada satu hari pun terlewati tanpa saya melihat Instastory NGL Link ini. Jujur, untuk saat ini saya sendiri belum berminat untuk memainkan \u201cpermainan\u201d itu, tetapi nggak tahu dalam beberapa hari ke depan. Siapa tahu saja sikap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/mari-berbahagia-dengan-jujur-generasi-micin-premium\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FOMO<\/a> dalam diri saya seketika memberontak dan memaksa saya untuk ikut-ikutan melaksanakan hal yang sama seperti banyak netizen lainnya. Maklum, sebagai bagian dari Gen Z, entah mengapa rasanya kayak ada yang kurang aja gitu kalau sampai \u201cketinggalan\u201d fenomena yang sedang ramai diperbincangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dari pengamatan saya sejauh ini, NGL <a href=\"https:\/\/ask.fun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Link<\/a> sejatinya merupakan sebuah tren yang dapat diterima secara dua arah oleh para penggunanya: menyenangkan dan menyebalkan. Seperti dua sisi mata uang, segala hal di dunia ini memang memiliki aspek positif dan negatifnya, tak terkecuali sebuah tren yang tengah happening di media sosial. Maksud saya dari menyenangkan di sini adalah karena ketika bermain NGL Link, sang pengguna bisa mendapatkan kiriman-kiriman pesan yang akan membuat hatinya berbunga-bunga dan perasaannya tenggelam dalam euforia kebahagiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, beberapa kali saya melihat teman saya yang mengikuti tren tersebut mendapatkan kiriman pernyataan seperti, \u201cSebenernya gue suka sama lu\u201d, lalu \u201cI have a crush on you\u201d, atau \u201cGue liat-liat lu makin cakep aja sekarang\u201d, serta hal-hal semacamnya yang kalau kata anak zaman sekarang, uwu banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah begini, siapa yang nggak menganggap NGL Link sebagai tren yang menyenangkan dan wajib diikuti? Dengan hanya bermodalkan ponsel pintar dan kuota internet, kalian sudah bisa mendapatkan moodbooster yang ampuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, jangan seneng dulu. Namanya juga media sosial, ada saja yang makai ini sebagai kesempatan untuk menyampaikan kebenciannya atau unek-unek yang tertahan. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, pada NGL Link, identitas sang pengirim tidak dapat terlihat dan akan terjaga rahasianya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, banyak pula yang merasa hal tersebut dapat dijadikan sebagai \u201ctopeng\u201d terbaik untuk menyembunyikan jati diri mereka. Jadi, jangan kaget jika kalian mengikuti tren NGL Link dan yang didapatkan tak hanya kalimat pemantik moodbooster seperti tadi, tetapi juga penghancur suasana hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah begini, NGL Link tentu akan berubah menjadi sebuah tren yang menyebalkan alih-alih menyenangkan, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana cara terbaik untuk menyikapinya? Ya namanya media sosial, yang buruk akan selalu ada. Pertimbangkan risiko yang ada. Kalau memang kuat dan siap, ya gas aja. Kalau nggak, mending skip aja. Nggak semua tren itu harus diikuti. Kemampuan menakar diri itu penting, ketimbang harus merasakan sakit yang nggak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, ambil saja yang baik dan lupakan yang buruk. Ingatlah bahwa NGL Link tak lebih dari sebuah \u201cpermainan\u201d atau tren untuk bersenang-senang di dunia virtual; dunia maya yang tak berdampak langsung terhadap kehidupan kalian di dunia nyata. Tak lebih dari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa pesan yang mau kalian sampaikan hari ini?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penghapusan-jumlah-like-di-instagram-dan-kebiasaan-pamer-kehidupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penghapusan Jumlah Like di Instagram dan Kebiasaan Pamer Kehidupan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nyebelin kalau kena yang jelek-jelek.<\/p>\n","protected":false},"author":1696,"featured_media":183226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[16171,1093,16170,1560],"class_list":["post-182318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-anonim","tag-instagram","tag-ngl-link","tag-tren"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1696"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}