{"id":18191,"date":"2019-10-22T11:45:44","date_gmt":"2019-10-22T04:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=18191"},"modified":"2019-10-22T15:33:06","modified_gmt":"2019-10-22T08:33:06","slug":"pemberian-anak-ayam-pada-pelajar-di-bandung-terobosan-cerdas-yang-nggak-dimiliki-kepala-daerah-lainnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pemberian-anak-ayam-pada-pelajar-di-bandung-terobosan-cerdas-yang-nggak-dimiliki-kepala-daerah-lainnya\/","title":{"rendered":"Pemberian Anak Ayam Pada Pelajar di Bandung: Terobosan Cerdas yang Nggak Dimiliki Kepala Daerah Lainnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan hadir melalui pemikiran Bapak Walikota Bandung Oded M. Danial. Beliau berencana memberikan satu ekor anak ayam kampung buat siswa SD dan SMP di Bandung. Menurutnya, tujuan dari terobosan ini untuk memberikan kegiatan pada anak-anak, jadi nggak terus maen hp. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mantap memang, semua akan kembali ngoprek hayam pada waktunya!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di jaman yang serba canggih ini, jangankan melihara ayam, bangun kota pun bisa dilakukan di hp. Tapi itu lewat gim-gim berjenis simulator yang nggak bisa memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang nyata pada pemainnya, sedangkan memberikan anak ayam pada anak-anak sudah tentu membuat mereka benar-benar merasakan bagaimana jatuh bangun dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rujitnya <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melihara ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demi tercapainya tujuan &#8220;melepaskan anak dari kecanduan gawai&#8221; Bapak Walikota berencana memberikan pelatihan dulu bagi anak-anak nantinya. Mohon maaf ya Pak, pelatihan seperti apa yang cocok buat anak kelas 1 SD? Apa nggak sekalian orang tuanya diberi pelatihan juga. Dulu waktu saya kecil, saya juga pernah melihara ayam yang saya beli di sekolah. Itu loh, anak ayam yang warna-warni, dicat sama akang penjualnya. Memang menyenangkan awalnya, tapi nggak lama kemudian saya menyerahkan sepenuhnya kepemilikan anak ayam warna-warni tersebut pada orang yang lebih paham alias orang tua. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ya gimana ya, mau dipegang-pegang juga takut mati kan.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi boleh lah terobosan baru Pak Walikota dicoba. Siapa tahu nanti ada anak yang ujug-ujug punya cita-cita <a href=\"https:\/\/tirto.id\/seruan-ugm-untuk-penyelamatan-peternak-ayam-yang-terancam-bangkrut-ec6u\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">peternak ayam<\/a> atau pengusaha ayam. Mungkin juga nanti anak-anak jadi terpicu melakukan kegiatan lain yang lebih positif, membuat vlog memelihara ayam sejak kecil misalnya. Ya lagipula kalau terus-terusan dikasih tugas yang berhubungan dengan pelajaran nanti anak-anak jadi stres, masih lebih bagus ini. Lebih sesuai dengan tujuan Presiden Jokowi yang ingin membangun Sumber Daya Manusia. Kalau disuruh mikirin pelajaran sekolah terus-menerus nilai jadi hal paling utama buat anak-anak, apa bedanya generasi masa depan sama generasi saya yang mendewakan nilai dong?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang saya bilang, semua akan kembali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngoprek hayam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada waktunya. Semaju apapun teknologi, meski inovasi terus lahir tanpa henti, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngoprek hayam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah jalan keluar terbaik agar anak-anak nggak kecanduan gawai. Mungkin opsi menambah kegiatan ekstrakurikuler atau memberikan les-les yang mampu meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soft skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">anak-anak sudah terlalu mainstream, sedangkan yang mainstream seringkali dicibir dan dianggap ikut-ikutan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngoprek hayam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga bisa menambah nilai positif dalam buku catatan prestasi Bapak Oded ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi Pak Oded dilirik oleh Bapak Presiden buat masuk ke kabinet nya yang sekarang kan?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan suudzon dulu deh ya! Mana mungkin Pak Oded ingin menghambat tumbuh kembang anak dengan memberi anak ayam buat mereka. Justru Pak Oded ingin mengajarkan kasih sayang pada sesama makhluk hidup, biar nggak ada lagi yang ngasih ciu ke kucing atau ng-cat-in bulu-bulu anak ayam atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ngadu cupang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan semua kegiatan yang membahayakan makhluk hidup lain. Nanti mereka jadi generasi yang nggak-ber-peri-ke-makhluk-hidup-lainnya-an. Urusan kualitas pembelajaran dalam kelas itu beda lagi, jangan disangkut pautkan ya. Itu urusannya Menteri Pendidikan dan Dinas Pendidikan setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau main gawai menghambat kehidupan sosial anak-anak, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngoprek hayam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengembalikannya. Anak-anak yang nggak pandai ngomong di depan banyak orang, bisa sering melatih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">public speaking skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dia di hadapan anak-anak ayam. Jiwa rivalitas pun jadi bertambah, mereka nanti bisa membawa ayam peliharaannya ke sekolah buat dipamerin ke teman-teman satu kelasnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Eh liat deh, ayamku udah bisa nyari makan sendiri jadi aku gak usah ngasih makan terus!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lah ayamku sudah bisa kawin sendiri, malahan bikin tempat bertelurnya sendirian. Aku liatin aja lah dia, penasaran juga anak didik ku gimana kemampuanny!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Anak ayamku dong! Bisa berak nggak sembarangan! Tiap mau berak pasti lari-lari di dalam rumah sambil nyariin toilet, pup deh di kloset!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin seperti itu cuplikan masa depan yang bisa saya bayangkan. Bagaimanapun, terobosan yang hebat Pak Oded! Sudah saatnya warga Bandung jadi lebih unggul lagi dari kota-kota lain, terus nanti diikutin Kepala Daerah yang lainnya. Jadilah Indonesia 20-30 tahun mendatang diresmikan sebagai negara pemasok daging dan telur ayam yang paling gede di dunia. Tapi buat pakan ayamnya beli, karena nggak ada lagi petani yang menanam padi. Selamat Pak Odes! Saya mendukung terobosan ini! (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sungguh-wali-kota-depok-adalah-teladan-bagi-semua-bupati-se-flores\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sungguh, Wali Kota Depok Adalah Teladan Bagi Semua Bupati Se-Flores<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\">Gilang Oktaviana Putra\u00a0<\/a>lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bapak Walikota Bandung Oded M. Danial, berencana memberikan satu ekor anak ayam kampung buat siswa SD dan SMP di Bandung.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":18217,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4170,141,4172,4171,1409,244],"class_list":["post-18191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anak-ayam","tag-bandung","tag-gawai","tag-kecanduan-gadget","tag-kenakalan-remaja","tag-kesehatan-mental"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}