{"id":181502,"date":"2022-06-24T07:00:47","date_gmt":"2022-06-24T00:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=181502"},"modified":"2022-06-24T08:07:33","modified_gmt":"2022-06-24T01:07:33","slug":"membayangkan-mogok-kerja-buruh-kereta-api-di-inggris-terjadi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-mogok-kerja-buruh-kereta-api-di-inggris-terjadi-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Membayangkan Mogok Kerja Buruh Kereta Api di Inggris Terjadi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moda transportasi kereta api di Inggris sedang mengalami kelumpuhan akibat adanya mogok kerja yang dilakukan 50 ribu buruh kereta api. Buruh kereta api yang tergabung dalam serikat buruh <a href=\"https:\/\/www.rmt.org.uk\/news\/national-rail-and-london-underground-strikes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RMT<\/a> (National Union of Rail, Maritime and Transport Workers) menuntut kenaikan gaji yang dapat mengimbangi inflasi. Sebelumnya, Inggris sedang mengalami inflasi sebesar 10 persen yang menyebabkan harga bahan pokok merangkak naik. Namun, tuntutan yang diajukan oleh RMT tidak dipenuhi sehingga mereka melakukan aksi mogok kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di sini saya tidak akan menjelaskan lanjut tentang mogok kerja yang sedang terjadi di Inggris tersebut. Saya hanya ingin mengajak kawan-kawan untuk membayangkan bagaimana kalau hal tersebut terjadi di negara kita Indonesia. Betapa akan ramainya perbincangan yang membahas masalah tersebut mulai dari pemerintah hingga netizen di berbagai lini masa media sosial yang akan penuh dengan pro dan kontra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita bayangkan bagaimana reaksi pemerintah Indonesia apabila mogok buruh kereta api itu terjadi di Indonesia. Mungkin saja yang pertama kali akan mengeluarkan pernyataan adalah Menteri Perhubungan, yang akan diikuti oleh direktur utama dari Kereta Api Indonesia. Ya, paling pernyataannya nggak jauh-jauh yang akan menekankan pentingnya kawan-kawan buruh kereta api agar berhenti melakukan mogok kerja karena akan berdampak pada ekonomi nasional yang sedang mengalami pemulihan pasca-pandemi covid-19. Intinya itu lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya yang mungkin pasti ikut memberikan pernyataan adalah yang terhormat Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Segala Urusan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Koordinator Investasi dan Bidang Kemaritiman. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa beliaulah yang akan ditunjuk sebagai orang yang dipercayai dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Pak Luhut akan menyelesaikannya dengan bertemu bersama pimpinan buruh untuk mendapatkan solusi bersama. Atau bisa saja Pak Luhut kembali memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat, Pak Dudung, untuk membantu beliau dalam menyelesaikan permasalahan ini seperti permasalahan minyak goreng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa saja Bapak Dudung, atas instruksi Pak Luhut, memerintahkan prajuritnya untuk menggantikan peran buruh kereta api selama aksi pemogokan tersebut berlangsung. Di negara kita ini apa sih yang tidak mungkin. Orang pidato bernada rasis aja pada tepuk tangan, kemungkinan selalu terbuka besar di negara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang tidak kalah menarik adalah membayangkan reaksi netizen media sosial di Indonesia. Jelas media sosial akan penuh dengan berbagai diskusi yang penuh dengan pro dan kontra. Mulai dari selebtwit yang akan menjelaskan mengapa buruh melakukan mogok kerja, netizen yang mengeluh harus macet-macetan akibat mogok tersebut, hingga mbak dan mas startup yang can\u2019t relate karena mereka bisa kerja di mana saja alias work from anywhere.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agak mustahil tampaknya kalau tidak ada netizen yang nyinyir bahwa buruh yang mogok kerja itu harus bersyukur bukannya mogok kerja. Opini semacam itu biasanya dibarengi dengan ceramah yang akan menjelaskan bahwa masih banyak orang di Indonesia yang menganggur dan seharusnya bersyukur, bukannya. Zaman sekarang nyari kerja itu susah, Bestie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, jangan lupa pendapat orang-orang pro kapitalis yang akan ngomong bahwa mogok hanyalah bikin rakyat makin susah. Perusahaan sudah berbaik hati, mosok malah diserang. Pokoknya opini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jelek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> semacam itu, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mustahil juga tidak ada buzzer yang ikut ngoceh di berbagai media sosial. Biasanya nih buzzer-buzzer itu akan mengaitkan kejadian mogok kerja dengan kontestasi pemilu 2024. Kejadian mogok kerja tersebut juga mungkin akan dikaitkan dengan pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai dalang di balik mogok tersebut. Mogok kerja itu nanti bisa dianggap usaha untuk mengganggu pemerintahan yang sudah hebat sundul langit ini. Tak lupa, Budiman Sudjatmiko akan ngetwit betapa hebatnya Jokowi plus teknologi kuantum. Walaupun nggak masuk akal tapi ya tetap aja dimasuk-masukin. Paham sendiri ye kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun tampak sulit untuk buruh kita melakukan mogok besar-besaran seperti yang terjadi di Inggris, tapi setidaknya kalau hal tersebut terjadi, artinya kekuatan serikat buruh kita sudah cukup kuat untuk melakukan mogok kerja secara besar.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Arief Bimaputra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-tidak-menyenangkan-jadi-warga-kabupaten-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal Tidak Menyenangkan Jadi Warga Kabupaten Lamongan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buzzer vs everybody<\/p>\n","protected":false},"author":1862,"featured_media":181526,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[218,31,6333,16004],"class_list":["post-181502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-buruh","tag-indonesia","tag-inggris","tag-mogok-kerja"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1862"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181502"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181502\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}