{"id":180754,"date":"2022-06-17T07:00:59","date_gmt":"2022-06-17T00:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=180754"},"modified":"2022-06-16T10:56:54","modified_gmt":"2022-06-16T03:56:54","slug":"10-drama-korea-action-terbaik-sepanjang-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-drama-korea-action-terbaik-sepanjang-masa\/","title":{"rendered":"10 Drama Korea Action Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p><em>Drama Korea bergenre action juga layak untuk ditonton, kok.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkelahian, kejar-kejaran, balas dendam, dan sedikit romansa identik dengan drama action. Drama action adalah salah satu genre paling menghibur. Bahkan ketika ceritanya kelam sekalipun, ia tetap menghibur. Setidaknya kita bisa melihat koreografi aksi yang bagus dan kreativitas kreator memanfaatkan semua materi yang ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu berpikir untuk menonton beberapa drama Korea action yang bagus, jangan khawatir. Berikut ini rekomendasi drama Korea action terbaik sepanjang masa dengan adegan aksi yang keren.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 My Name<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-8-drama-korea-netflix-original-yang-bikin-tegang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Drama original Netflix<\/a> satu ini merupakan salah satu yang terbaik di genrenya, action. Mengangkat narasi woman empowerment, <em>My Name<\/em> tidak malu-malu untuk menunjukkan sekuens aksi yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nonjok<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan intens. Han So Hee sebagai protagonis pun tampil solid.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak diragukan lagi, <em>My Name<\/em> adalah salah satu drama Korea action terbaik sejauh ini. Ada banyak alasan yang mendasari pernyataan saya ini. Drama Korea action jarang yang menampilkan koreografi aksi yang &#8220;niat&#8221;. Selain itu, treatment adegan aksi sering kali dibuat sekenanya saja. Namun, itu tidak terjadi dalam <em>My Name<\/em>. Drama ini punya koreografi aksi yang enak dilihat dan treatment kamera yang pas sehingga kita bisa dengan jelas melihat pertarungan dari berbagai sisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya melihat ada beberapa referensi di drama ini. Salah satu yang paling terlihat tentunya <em>La Femme Nikita<\/em> (1990). Namun, secara keseluruhan drama, <em>My Name<\/em> lebih mirip dengan film Korea yang juga diinspirasi oleh <em>La Femme Nikita<\/em>, yaitu <em>The Villainess<\/em> (2017).\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 The Uncanny Counter<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Uncanny Counter<\/em> adalah drama fantasi yang penuh aksi. Menceritakan para counter yang diberi tugas menangkap roh jahat di bumi, drama ini sangat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">fun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan tentunya solid di segala sisi. Plot, akting, dan sudah jelas action-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menonton film atau serial action yang dipadukan dengan fantasi, kamu mungkin khawatir elemen fantasinya akan menutupi aksinya. Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak terjadi pada <em>The Uncanny Counter<\/em>. Drama ini mampu menyeimbangkan keduanya dan menyuguhkan paduan fantasi-aksi yang tidak membosankan. Soal koreografi memang tidak istimewa, tapi dieksekusi dengan sangat rapi. Itu yang terpenting.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 Vagabond<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Vagabond<\/em> adalah salah satu drama dengan biaya produksi termahal. Berlatar di tiga negara dan menggunakan banyak properti yang tidak murah. Drama yang dibintangi Suzy dan Lee Seung Gi ini menampilkan deretan aksi tak kenal lelah dalam misi mengungkap dalang di balik jatuhnya pesawat yang menelan banyak korban, termasuk anak-anak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi kejar-kejaran Lee Seung Gi di Maroko itu salah satu sekuens aksi terintens di drama Korea. Tak hanya itu, selain kematangan adegan aksi, drama ini juga punya plot yang padat. Mulai dari kasus kecelakaan pesawat hingga konspirasi yang melibatkan negara. <em>Vagabond<\/em> merupakan tipe drama yang tidak akan membosankan meski ditonton berkali-kali.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#4 Mr. Sunshine<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti <em>Vagabond<\/em>, <em>Mr. Sunshine<\/em> juga menghabiskan banyak sekali biaya produksi. Selain untuk membayar aktor-aktor besar, drama ini juga melibatkan kru terbaik baik dari Korea maupun internasional dan properti yang jelas mahal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai drama action, <em>Mr. Sunshine<\/em> terbilang kreatif. Koreografi aksi yang ditampilkan tidak main-main. Salah satu yang paling baik dari drama ini menurut saya adalah pemanfaatan properti dalam pertarungan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain elemen action yang apik, drama ini juga merupakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-drama-korea-melodrama-terbaik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melodrama<\/a> yang bisa bikin gagal move on. Jadi, ini paket komplit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 Six Flying Dragons<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Six Flying Dragons<\/em> adalah drama period piece yang menggambarkan ambisi dan kisah sukses 6 orang dengan Lee Bang Won sebagai tokoh sentral. Lee Bang Won adalah raja ketiga di Dinasti Joseon. Dia membantu ayahnya Raja Taejo mendirikan Dinasti Joseon. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Six Flying Dragons<\/em> menampilkan aksi laga yang memukau dibalut sedikit kisah historis yang heroik. Selain itu, drama ini punya kostum yang indah dan tak mahal dari <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Sageuk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sageuk<\/a> lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#6 Bad Guys<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Bad Guys<\/em> punya pesona sendiri. Drama yang rilis pada 2014 ini mengangkat cerita antihero\u2014trope yang waktu itu belum banyak digunakan dalam drama Korea. Seorang detektif dan 4 orang kriminal berusaha menangkap penjahat kejam. Tak heran intensitas aksi laga dalam drama ini cukup menegangkan. Namun, <em>Bad Guys<\/em> tidak punya koreografi yang &#8220;indah&#8221;, melainkan serampangan. Anehnya, itu tetap enak dilihat karena pergerakan kamera yang baik. Terlebih ada Don Lee alias Ma Dong Seok, Boss of Action Movie, di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#7 Kingdom<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai drama yang bercerita soal zombi di zaman Joseon, <em>Kingdom<\/em> berhasil membangun plot berbahan aksi kejar-kejaran dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">escape game <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang kreatif. Segala keterbatasan yang dibebankan kepada para karakter membuat kreator bisa leluasa memanfaatkan imajinasinya untuk membuat teror zombi terasa lebih menyeramkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang saya suka dari <em>Kingdom<\/em> adalah kreativitas. Cara tim memilih tempat teror, senjata apa yang digunakan, dan menambah level horor tiap episodenya. Drama Korea action seharusnya menekankan kreativitas, bukan asal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bak buk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berantem tidak jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#8 Bad and Crazy<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu butuh tontonan action yang fun, <em>Bad and Crazy<\/em> bisa jadi pilihan. Drama yang bercerita soal detektif yang saya-aslinya-dua-orang ini juga sudah memberikan tribute untuk founder Fight Club Tyler Durden dari film <em>Fight Club<\/em> karya David Fincher. Kita tahu sekeren apa film itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan referensi yang kaya, drama ini solid dan kreatif. Chemistry duet Lee Dong Wook dan Wi Ha Jun pun mampu mengemudikan plot dengan sangat baik. Soal fight scene, drama ini memang tidak sebrutal <em>Fight Club<\/em>\u2014barangkali karena sensor televisi\u2014tapi tetap asyik untuk ditonton, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#9 The Player<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti <em>Bad and Crazy<\/em>, drama ini juga mengasyikkan untuk ditonton. <em>The Player<\/em> adalah drama action-crime-comedy yang lucu dan mampu menahan kita hingga akhir episode karena bikin penasaran. Bedanya dengan kebanyakan drama di daftar ini, <em>The Player<\/em> tidak memuat adegan action (baca: berantem). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, kok bisa? Ya bisa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi-aksi di <em>The Player<\/em> adalah perampokan dan penipuan menggunakan trik-trik cerdas. Namun, sesekali rencana mereka tidak berjalan mulus, oleh karena itu butuh otot untuk melawan. Menonton drama ini seperti menonton film-film <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">heist, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tapi fun abis. Kalau kamu fans Krystal Jung, pasti kamu sudah menontonnya setidaknya tiga kali, kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#10 Taxi Driver<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balas dendam dan taksi. Dua materi yang cukup untuk membuat drama action bagus. Sebelum nonton pun sudah terbayang adegan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">car chase<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang seru. Dan, memang betul. <em>Taxi Driver<\/em> adalah drama yang akan saya cari kalau butuh tontonan tapi bingung memilih. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sedikit kelam, saya suka bagaimana drama ini bisa menjadi tontonan yang tetap kejam meski dibayang-bayang sensor televisi. Beberapa dari kamu mungkin berandai-andai drama ini digarap Netflix sehingga bisa lebih bebas mengeksplorasi hal-hal gila lainnya yang tidak mungkin tayang di televisi. Namun, buat saya, <em>Taxi Driver<\/em> sudah cukup begitu saja. Berani dan seru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya saya sangat ingin memasukkan setidaknya 20 drama lebih, tetapi itu terlalu panjang dan kata-kata saya terbatas. Maka saya memasukkan drama yang sudah berada di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">top of mind<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> saja. Meski begitu, saya ingin memberikan special mention untuk <em>Vincenzo<\/em> yang memuat salah satu fight scene terbaik yang pernah ada di drama Korea. Namun, <em>Vincenzo<\/em> tidak saya anggap drama action karena memang lebih banyak permainan akal daripada otot.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia 10 drama Korea action terbaik sepanjang masa. Favoritmu yang mana?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-drama-korea-fantasi-terbaik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Drama Korea Fantasi Terbaik Sepanjang Masa<\/a>.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Drama Korea yang nggak melulu menye-menye~<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":180832,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[15665,1293,15588],"class_list":["post-180754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-action","tag-drama-korea","tag-terbaik"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=180754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180754\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/180832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=180754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=180754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=180754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}