{"id":1798,"date":"2019-05-23T09:00:42","date_gmt":"2019-05-23T02:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=1798"},"modified":"2021-10-05T13:56:40","modified_gmt":"2021-10-05T06:56:40","slug":"ingat-gunung-kidul-saat-disambut-ulat-jati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ingat-gunung-kidul-saat-disambut-ulat-jati\/","title":{"rendered":"Gunung Kidul Saat Disambut Ulat Jati"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/mni\/liputan\/fariz-hanafi-vlogger-ngarit-asal-gunung-kidul-yang-viral\/\">Gunung Kidul kaya akan kearifan lokal<\/a>\u2014termasuk diantaranya berburu ulat jati. Karena daerah kapur adalah lahan subur untuk tumbuhnya hutan jati. Termasuk adanya ulat yang hidup berdampingan dengan pohon ini. Hal ini menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi daerah ini.<\/p>\n<p>Daun jati itu\u00a0 menjadi hidangan lezat ulat-ulat jati. Layaknya \u00a0pesta gratisan saat pembukaan kuliner di kotaku kemarin. Daun \u00a0itu \u00a0dengan cepatnya disantap \u00a0ulat\u2014yang \u00a0jumlahnya hingga mencapai jutaan\u2014hingga tak bersisa sama sekali dan habis tinggal\u00a0 tangkai dan ranting pohon.<\/p>\n<p>Tampak kotorannya berserakan di tanah. Korban kerakusannya \u00a0saat menggantas dedaunan jati. Bahkan hingga area yang luas \u00a0di sepanjang ladang dan tepian desa.\u00a0Daun itu jadi bolong -bolong tinggal kerangka daunnya. Pertanda telah dihabiskan ulat ini. Bahkan sepohon itu yang tak ada sisa sama sekali.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Habisnya dedaunan sebagai stok makanan ulat-ulat itu yang segera meninggalkan pohon jati dan mencari persinggahan \u00a0di tanah\u2014turun menggunakan sulur yang mirip \u00a0laba-laba. Inilah pemandangan yang membuat jijik bagi warga desa,<\/p>\n<p>Ribuan ulat \u00a0jati itu \u00a0turun ke bumi untuk mencari tempat bertapa. Ulat itu akan mengubah rupa \u00a0yang nantinya \u00a0jadi kupu-kupu cantik. Menurut Mbah Lami proses ini adalah bagian metamorfosis yang dalam perjalanannya banyak rintangan.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan ini ada yang \u00a0menghentikan lajunya. Termasuk ulah tangan manusia \u00a0saat mendekati diri. Karena\u00a0 jijik dan risih menempel di badan, maka banyak warga yang segera memencet ulat-ulat itu hingga mati.<\/p>\n<p>Alasannya jijik. Sebagaimana \u00a0yang dialami keponakan Mbah Lami dari kota Klaten. Baginya hal ini adalah pemandangan yang membuat <em>gilo <\/em>alias ngeri karena jijik. Dalam pikirannya terselip rasa takut dan geli hingga campur jadi satu.<\/p>\n<p>\u201cHiiiiii&#8230;\u201d jerit beberapa warga yang merasa geli.<\/p>\n<p>Rasa jijik itu menyeruak saat\u00a0 melintasi jalan kampung Sambeng\u2014yang saat dikunjungi di sini sedang banyak tumbuh jatinya dan bergelantungan ulat warna hitam di sepanjang jalan.\u00a0 Rasanya kian tak nyaman saat sampai di rumah saudaranya yang dikerubuti ulat ini\u2014tahu-tahu malah nempel di kepalanya.<\/p>\n<p><em>\u201cPada pating glantung!\u201d<\/em><\/p>\n<p>Warga luar daerah mengatakan kengerian melihat peristiwa ini.<\/p>\n<p>\u201c<em>Ora popo.<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Warga setempat menenangkan karena melihat\u00a0 anak <a href=\"https:\/\/tirto.id\/duduk-perkara-penolakan-perempuan-jadi-kepala-dukuh-di-bantul-dSV2\">perempuannya<\/a> takut. Termasuk melihat ulat itu pada menempel di dinding.<\/p>\n<p>\u201cMa, itu! Ma, itu!\u201d<\/p>\n<p>Rupanya kian tak nyaman saja.<\/p>\n<p>Ada lagi ketika warga bermotor dan menerjang gelantungan ulat yang di jalan.<\/p>\n<p>\u201cAwas! Awas itu!\u201d<\/p>\n<p>Ia \u00a0menjerit menghindari gelantungan ulat.<\/p>\n<p>Mbah Lami memberikan pemahaman kepada cucu-cucunya itu.<\/p>\n<p>\u201cMereka itu akan cari tempat bertapa.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKok begitu to Mbah?\u201d<\/p>\n<p>\u201cLha iya untuk merubah dirinya agar berubah wujud jadi cantik. Seekor kupu-kupu yang menawan hati nantinya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Ulat-ulat itu seringkali berjalan mendekati kerumunan orang duduk. Termasuk siang itu ketika ada yang sedang mengadakan arisan <em>trah<\/em>. Bagi keluarga di Sambeng pemandangan ini sudah bukan hal yang aneh.<\/p>\n<p>\u201cBagi warga di sini merupakan \u00a0berkah besar.\u201d<\/p>\n<p>Setiap musim ulat merupakan panen keuntungan. Soalnya bila hewan itu sudah berbentuk kepompong atau <em>enthung<\/em> akan bernilai puluhan ribu.<\/p>\n<p>Di samping itu juga yang melihat santapan\u00a0 lezat. Warga memburu ulat itu\u2014mereka diburu hingga habis. Hal ini dilakukan warga setempat yang berada di sekitar tempat tumbuhnya jati.<\/p>\n<p>\u201cHarganya 75 ribu rupiah perkilonya. Malah kadang pada awalnya nimbus 100-an ribu lebih.\u201d<\/p>\n<p>Seorang ibu yang gemar cari <em>enthung <\/em>bahkan rela tinggalkan pekerjaan ke ladang atau ke pasar. Jalaran saat musim ini adalah sebagai masa menambang uang.<\/p>\n<p>Bahkan pagi ini saat ke Kantor Pos bertemu warga Jambu yang kirim paket.<\/p>\n<p>\u201cIni isinya apa, Mbak?\u201d pak Pos bertanya kepada nasabah.<\/p>\n<p>\u201c<em>Enthung,<\/em> Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDikirim ke mana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBogor, Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHarga?\u201d<\/p>\n<p>\u201cDua ratus ribu.\u201d<\/p>\n<p>Terlihat bahwa ini adalah sebuah harga yang menjanjikan\u2014bahkan mampu menarik perhatian warga. Dari kerja di ladang beralih ke perburuan <em>enthung<\/em>. Tak jarang mengangkat tempat ulat itu membentuk kepompong. Dibawa pulang dan disisir per daun untuk dicari kepompongnya.<\/p>\n<p>Ulat itu senantiasa mencari tempat yang nyaman. Bagi para pencari yang sudah paham mereka mudah saja mencari tempat tujuan yang banyak ulatnya, yaitu di bawah pohon jati yang bertumpuk daun-daun kering yang rontok sebelum musim ulat.<\/p>\n<p>\u201cDibawa pulang saja sampah itu,\u201d seorang warga memberikan ide.<\/p>\n<p>Daun di ladang itu diambil dimasukkan karung. Sampai rumah tinggal dibongkar. Mbah Jo bisa menjumputi entung sambil duduk di rumah dan sambil <em>wedangan<\/em>.<\/p>\n<p>Rumah jadi tempat nyaman bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Tapi seringkali para lansia ini juga tak mau ketinggalan pada ikutan mencari ulat. Beliau-beliau ini biasanya mencari di tempat yang nyaman dan bila hujan pun tetap bisa mendapatkan banyak hasil.<\/p>\n<p>Kepompong itu telah menempel di sela daun kering. Mereka mencari-cari di tiap daunnya ditemukan sampai puluhan <em>enthung\u2014<\/em>layaknya berburu emas. Dicari dengan mengorek di sela daun itu. Baginya ini adalah\u00a0 sumber penghasilan dan bahan makanan istimewa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Kidul kaya akan kearifan lokal\u2014termasuk diantaranya berburu ulat jati. Karena daerah kapur adalah lahan subur untuk tumbuhnya hutan jati.<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":1961,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[530,533,532,531],"class_list":["post-1798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunung-kidul","tag-hama","tag-musim-kemarau","tag-ulat-jati"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}