{"id":179787,"date":"2022-06-11T11:00:43","date_gmt":"2022-06-11T04:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=179787"},"modified":"2022-06-10T11:19:04","modified_gmt":"2022-06-10T04:19:04","slug":"10-drama-korea-melodrama-terbaik-sepanjang-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-drama-korea-melodrama-terbaik-sepanjang-masa\/","title":{"rendered":"10 Drama Korea Melodrama Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melodrama sering menjadi label untuk drama Korea, bahkan hingga kini. Orang-orang awam sering menghindari drama Korea karena mereka menganggap drama Korea terlalu cengeng. Padahal ada banyak sekali genre dalam drama Korea. Meskipun tidak dapat dimungkiri, genre melodrama lah yang mengenalkan drama Korea pada dunia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masih ingat, dulu <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Dae_Jang_Geum\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Dae Jang Geum<\/em><\/a>, <em>Winter Sonata<\/em>, dan <em>Autumn in My Heart<\/em> populer sekali di Indonesia. Semua genre drama tersebut adalah melodrama. Meski sering dicap terlalu lebay dan tidak realistis, kita harus mengakui bahwa kita pernah diam-diam menangis saat teman kita nonton, tapi gengsi mau ikut nimbrung. Ya, kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya melodrama ini bukan soal drama mana yang bisa bikin kita menangis kencang-kencang, melainkan mana yang paling berkesan. Kalau cuma bikin nangis, drama <em>Mouse<\/em> juga bisa\u2014saking <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">njelimetnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membuat daftar 10 drama Korea melodrama terbaik sepanjang masa untuk mengingat masa-masa &#8220;kejayaan&#8221; drama ini. Simak baik-baik daftar berikut ini, siapa tahu bisa jadi teman nonton kamu weekend ini.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Youth of May<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Youth of May<\/em> adalah drama Korea terakhir yang saya tonton, yang bisa bikin saya uring-uringan selama kurang lebih dua minggu. Setiap melihat twit orang soal drama ini, rasanya hati yang sudah dilem ini kembali remuk. Gitu, deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa yang membuat <em>Youth of May<\/em> menjadi salah satu melodrama terbaik? Naskah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Youth of May<\/em>, seperti judulnya, kita tahu diangkat dari kisah apa. Iya, salah satu peristiwa demokrasi terbesar di Korea Selatan yang terjadi pada bulan Mei 1980 di Gwangju. Kita mengenalnya dengan Gwangju Uprising. <em>Youth of May<\/em> merupakan karya fiksi yang diilhami oleh peristiwa tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama ini ditulis dengan sangat baik. Penulis mampu menempatkan &#8220;momen&#8221; dengan tepat. Dia tahu kapan harus romantis, kapan harus komikal, dan kapan harus dramatis. Naskah yang baik ini dieksekusi dengan sangat baik. Pacing penuturannya pas, nangisnya jadi nggak nanggung. Pokoknya <em>Youth of May<\/em> tahu cara memanfaatkan bahan utama (kisah nyata) menjadi cerita fiksi dengan amat baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 49 Days<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, sekitar tahun 2011 saat drama ini tayang untuk pertama kali, masih belum banyak drama Korea fantasi seperti ini. <em>49 Days<\/em> memadukan unsur fantasi dan drama secara mulus. Memang sih tali penyambungnya klise: kecelakaan, twist orang asing ternyata punya hubungan personal, dan keklisean lainnya. Namun, harus saya akui, formula ini masih ampuh sampai sekarang\u2014cukup untuk bikin kamu nangis sendirian di kamar. Kekuatan lain yang dimiliki drama ini adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">delivery <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">para aktor yang totalitas banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 The Hymn of Death<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Hymn of Death<\/em> adalah miniseri yang dibintangi oleh Shin Hye Sun dan Lee Jong Suk. Ceritanya diangkat dari kisah penyanyi soprano pertama Korea Selatan. Seperti judulnya, drama ini melibatkan kematian di dalamnya. Kematian seperti apa? Sebaiknya kamu tonton sendiri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jelas, drama ini sangat kuat elemen dramatisnya. Kamu bisa ikut merasakan pedihnya. Mungkin karena saking suramnya cerita ini, tim produksi memutuskan untuk membuatnya lebih singkat menjadi 6 episode saja. Mungkin. Satu jaminan saya buat kamu yang belum nonton <em>The Hymn of Death<\/em>: pasti bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#4 Mr. Sunshine<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak usah diragukan, <em>Mr. Sunshine<\/em> adalah drama dengan skala produksi besar. Dengan bujet sebesar itu, akan sangat disayangkan kalau tidak memberi kesan yang baik. Drama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">period-piece <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">macam ini memang selalu membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk membuat set dan efek visual. Namun, jelas sekali bahwa tim produksi <em>Mr. Sunshine<\/em> tidak ingin menghabiskan anggaran itu untuk gaya-gayaan saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara cerita, <em>Mr. Sunshine<\/em> sangat solid, dan bahkan jadi salah satu dari sedikit drama yang menambah jumlah episode karena &#8220;laris&#8221; dan diakui secara kritikal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara soal elemen dramanya, drama yang melibatkan aksi, kisah cinta, dan pengorbanan selalu punya daya yang kuat untuk menusuk-menusuk hati kita. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melodrama yang baik bukan mana yang bisa membuat adegan paling sedih, melainkan mana yang mampu membangun cerita dengan sangat baik sehingga kita tenggelam di dalamnya. Dan begitulah <em>Mr. Sunshine<\/em>. Kita dibikin jatuh cinta dengan karakter-karakternya, lalu kita beneran dibikin jatuh sampai nangis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 Winter Sonata<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Winter Sonata<\/em> adalah drama Korea sejuta umat, baik buat orang Korea maupun Indonesia. Drama ini adalah salah satu yang pertama populer di Indonesia. Ibu saya saja tahu drama ini. Seingat saya, drama ini juga punya soundtrack yang bagus. Namun, di samping itu semua, <em>Winter Sonata<\/em> adalah melodrama yang kalau saya disuruh memilih drama yang mewakili era drakor awal 2000-an, saya akan memilih drama ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Formula yang ada di <em>Winter Sonata<\/em> sering sekali didaur ulang dalam drama modern dengan pendekatan yang berbeda. Salah satu yang sering digunakan adalah &#8220;penyakit&#8221;, misalnya amnesia sebagai kunci dari semua konflik yang ada. Mau dibilang klise atau apa pun itu, formula ini masih bekerja dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#6 My Mister<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Park Hae Young adalah satu dari sedikit penulis <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">realistic fiction<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat piawai mengolah rasa lewat adegan dan dialog. Kita bisa melihatnya dalam <em>My Mister<\/em>. Drama ini, seperti drama Park lainnya, sangat sederhana. Kesederhanaan dan kesan &#8220;realistis&#8221; itu justru membuat drama ini lebih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngena<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dari kamu mungkin tidak memperhitungkan <em>My Mister<\/em> sebagai melodrama karena pendekatannya cukup realistis. Akan tetapi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> penuturannya dibuat lebih dramatis. Berbeda dengan <em>My Liberation Notes<\/em>, drama terbaru Park Hae Young, <em>My Mister<\/em> lebih suram dan dramatis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#7 Stairway to Heaven<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirip-mirip dengan <em>Winter Sonata<\/em>, <em>Stairway to Heaven<\/em> juga menggunakan kecelakaan dan amnesia sebagai kemudi utama. Dulu, formula ini memang sering digunakan dan minimal bisa bikin hati kamu terenyuh hanya dari membaca sinopsisnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama yang judulnya diambil dari lagu Led Zeppelin ini sangat ikonik dan diingat sampai sekarang sebagai romansa yang &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kok-tega-sih-penulisnya&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Akting Kwon Sang Woo, Choi Ji Woo, dan Kim Tae Hee pun sangat bagus di drama ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#8 Sandglass<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Sandglass<\/em> ini kalau diibaratkan sinetron Indonesia adalah sinetron <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tante-dewi-di-tersanjung-the-series-adalah-wujud-misoginis-yang-sebenarnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Tersanjung<\/em><\/a> yang digemari emak-emak. Drama yang rilis pada tahun 1995 ini bahkan juga kembali dibicarakan setelah Jennie Blackpink menceritakan sebucin apa dulu ibunya pada Lee Jung Jae. Jujur, saya tahu drama ini pun dari orang tua, walau mereka mengira ini drama Tiongkok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak dari premis\u00a0<em>Sandglass<\/em> sudah berpotensi jadi sebuah tontonan melodrama klasik yang menyayat hati. Tentang persahabatan dan cinta segitiga, tapi bukan roman picisan remaja. Drama mampu mengelola konflik romansa dan persahabatan dengan baik, membuat klimaks ceritanya pun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">duar duar duar! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nangis, deh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Lee Jung Jae, ada Go Hyun Jung, Choi Min Soo, dan Park Sang Won dalam drama ini. Dijamin mantap.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#9 Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara kamu pasti masih ada yang belum <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">move on<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari drama ini, kan? Ya, <em>Scarlet Heart Ryeo<\/em>, selain punya jajaran pemeran yang punya basis fans banyak, juga punya cerita yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngeri-ngeri sedap. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Paduan <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-drama-korea-sageuk-terbaik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sageuk<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan fantasi adalah kemudi utama drama ini. Penonton tahu akan ada konflik dramatis yang tercipta, romansa beda zaman, dan tipikal konflik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sageuk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya. Cukup mudah untuk memprediksi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">trope<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, kenapa <em>Scarlet Heart Ryeo<\/em> ada dalam daftar ini? Buat saya, drama yang dibintangi IU ini membangun ceritanya sampai klimaks dengan sangat rapi. Membuat karakter-karakternya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lovable<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, lalu membunuhnya\/menghilangkannya di akhir cerita. Formula ini memang kejam, tapi berhasil bikin kamu nagih season 2 walau nggak ditanggepin, kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#10 Uncontrollably Fond<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Uncontrollably Fond<\/em> adalah salah satu drama Korea \u201cmodern\u201d yang secara keseluruhan mendekati drama Korea melodrama akhir tahun 90-an dan awal 2000-an. Formula yang digunakan sama, walaupun pendekatannya lebih modern. Adegan-adegan yang tampil tidak dibuat sedramatis drama lawas, tapi cerita yang dibangun bisa memeras air mata seember. Ditambah, akting Suzy dan Kim Woo Bin bagus banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah deretan drama Korea melodrama terbaik sepanjang masa versi saya. Kalau versimu bagaimana?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-5-drama-korea-omnibus-kayak-our-blues\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rekomendasi 5 Drama Korea Omnibus Kayak Our Blues<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada Winter Sonata salah satunya~<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":179801,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,14072,15588],"class_list":["post-179787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-melodrama","tag-terbaik"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179787\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}