{"id":179637,"date":"2022-06-09T08:00:33","date_gmt":"2022-06-09T01:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=179637"},"modified":"2022-06-08T23:25:49","modified_gmt":"2022-06-08T16:25:49","slug":"apa-itu-free-agent-dan-kenapa-klub-berlomba-lomba-merekrutnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-itu-free-agent-dan-kenapa-klub-berlomba-lomba-merekrutnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Free Agent dan Kenapa Klub Berlomba-lomba Merekrutnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Free agent adalah sebutan bagi para pemain dalam dunia sepak bola yang bisa didapatkan secara cuma-cuma. Mengapa mereka bisa diboyong secara gratis? Biasanya, sih, ya, karena kontrak mereka dengan klub lamanya sudah habis, sehingga mereka tidak memiliki keterikatan apa pun dalam urusan klausul transfer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menyambut musim depan, ada beberapa nama populer yang statusnya kini menjadi free agent dan belum memiliki klub, seperti Paulo Dybala, Angel di Maria, Isco, Gareth Bale, dan sang kapten Real Madrid di musim lalu, Marcelo. Selain itu, ada pula \u201cpemain gratisan\u201d yang sudah menjalin kesepakatan untuk bergabung dengan tim barunya, seperti Antonio Rudiger dengan Real Madrid, lalu Andreas Christensen dan Franck Kessie yang kalau kata Fabrizio Romano, sudah siap berseragam Barcelona di musim 2022\/2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pemaparan singkat tersebut, mungkin ada dari kalian yang bertanya-tanya: apakah mendatangkan pemain free agent itu layak untuk dilakukan? Atau justru hanya akan menambah pengeluaran gaji klub menjadi lebih banyak lagi? Nah, melalui artikel ini, saya akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menggunakan pengetahuan saya sebagai pencinta sepak bola sejak sekitar satu dekade lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ada beberapa alasan para free agent tersebut memiliki pesona tersendiri di mata klub sepak bola. Alasan yang pertama tentunya adalah karena mereka bisa didatangkan tanpa harus memberikan sepeser uang pun bagi klub lamanya. Memang, masih ada urusan yang berhubungan dengan agen sang pemain, tetapi itu tentu tidak seberapa dan akan sangat membantu bagi tim-tim yang sedang mengalami masalah finansial, seperti, katakanlah, Barcelona. Sebagaimana yang diketahui, klub berjuluk Blaugrana itu memutuskan untuk mendatangkan Dani Alves pada bursa transfer Januari musim lalu. Coba tebak berapa kocek yang harus manajemen Barca keluarkan? Ya, tidak ada. Wong Alves adalah seorang pemain free agent.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan yang kedua adalah para pemain free agent dapat menjadi solusi jangka pendek atau istilah kerennya, short<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">term<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">solution. Sebagai contoh, kita tengok saja kasus Dani Alves dan Barcelona tadi. Salah satu tujuan utama Barca \u201cmemulangkan\u201d sang pemain asal Brazil adalah karena mereka kekurangan opsi di sektor bek sayap kanan. Nama-nama lain seperti Sergino Dest dan Oscar Mingueza masih menunjukkan performa yang meragukan, sementara Sergi Roberto masih sibuk berkutat dengan cedera. Alhasil, Alves pun didatangkan untuk \u201cmenambal\u201d sementara posisi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mengingat usianya yang sudah memasuki angka 39 tahun, maka Alves tentu tidak diproyeksikan untuk menjadi rencana jangka panjang. Ia hanya direkrut untuk menjadi solusi jangka pendek selagi menanti Barcelona menabung hingga terkumpullah uang untuk bisa memboyong target mereka yang sesungguhnya di posisi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ketiga adalah para pemain free agent bisa menjadi sesuatu yang \u201ciseng-iseng berhadiah\u201d. Apa, sih, maksudnya? Jadi, karena pemain tersebut gratis dan tidak memakan banyak biaya dalam penandatangannya, sebuah klub sepak bola bisa saja memutuskan untuk merampungkan transfer tersebut meskipun bisa jadi mereka sebetulnya tidak benar-benar membutuhkan jasa sang pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, kita bisa melihat apa yang <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Brentford_F.C.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Brentford<\/a> lakukan pada Christian Eriksen di pertengahan musim lalu. Kala itu, tim yang berkompetisi di Premier League itu memutuskan untuk mendatangkan mantan bintang Tottenham Hotspur itu secara gratis. Saya yakin, salah satu alasan mengapa manajemen Brentford melakukan itu adalah karena Eriksen merupakan pembelian yang berisiko kecil. Jika ternyata gagal dan sang pemain tidak menyumbangkan kontribusi yang siginifikan di atas lapangan hijau, mereka tak perlu risau karena toh ia dibeli secara gratis. Namun, kalau ternyata ia bermain bagus\u2014seperti yang ia tunjukkan\u2014maka tim berjuluk The Bee itu akan mendapatkan keuntungan dari transfer \u201ciseng-iseng\u201d ini. Win-win solution-lah buat kedua pihak, di mana Eriksen sendiri tentu akan merasa senang karena bisa kembali berlaga setelah insiden yang menimpanya di pagelaran Euro 2020 lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa alasan mengapa para pemain free agent selalu memiliki pesona tersendiri di mata klub-klub sepak bola. Secara garis besar, mendatangkan pemain free agent adalah pilihan yang bijak untuk dilakukan bagi tim-tim yang belum berani mengambil resiko tinggi dengan mendatangkan bintang-bintang dengan biaya transfer yang sangat di atas UMR. Pada intinya, saya selalu percaya bahwa harga yang mahal tidak selalu menjamin kualitas, dan harga yang murah tidak selalu berarti murahan. Lagi pula, jika ada yang gratis, kenapa harus beli yang mahal? Betul nggak, Barcelona?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tuah-magis-boaz-solossa-untuk-pss-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berharap Tuah Magis Boaz Solossa di PSS Sleman<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Murah tapi nggak murahan.<\/p>\n","protected":false},"author":1696,"featured_media":179690,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[15864,15863,15862,8667],"class_list":["post-179637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-dani-alves","tag-eriksen","tag-free-agent","tag-transfer"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1696"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}