{"id":179346,"date":"2022-06-07T10:02:11","date_gmt":"2022-06-07T03:02:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=179346"},"modified":"2022-06-07T10:02:11","modified_gmt":"2022-06-07T03:02:11","slug":"ketua-rt-dan-janda-cantik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketua-rt-dan-janda-cantik\/","title":{"rendered":"Ketua RT dan Janda Cantik: Sebuah Pengalaman Menyandang Status Pak RT"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak terasa, sudah tiga tahun saya menjadi pejabat eselon enam, yaitu Ketua RT (Rukun Tetangga). Berbeda dengan jabatan-jabatan lain yang diperebutkan setiap lima tahun sekali, perebutan yang terjadi di level RT adalah berebut menolak. Jarang ada warga yang sukarela mencalonkan diri atau menawarkan diri menjadi Ketua RT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga yang terjadi saat Ketua RT di perumahan tempat saya tinggal ujug-ujug membuat surat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-temanmu-resign-tugasmu-hanya-memberi-semangat-nggak-usah-komentar-yang-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengunduran diri<\/a> dan dibagikan ke semua warga. Tidak ada alasan yang dijelaskan dalam surat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, beberapa warga, terutama para sesepuh perum, bersepakat menunjuk saya untuk jadi Ketua RT. Entah apa alasan mereka. Seribu jurus saya keluarkan untuk menolak. Tak mempan. Akhirnya, jabatan Ketua RT tersandang di pundak bersamaan dengan awal pandemi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, selama tiga tahun menjabat eselon enam ini banyak kejadian atau peristiwa yang saya alami. Namanya Rukun Tetangga, ya\u2026 yang diurus tetangga. Bukan hanya tetangga kiri kanan rumah, tetapi tetangga satu perumahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segala kejadian, ada tiga yang menarik dan sepertinya takkan terlupakan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Diajak nagih utang di tengah malam<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul-betul tengah malam, antara pukul 00 sampai pukul 01. Malam itu saya dibangunkan satpam kompleks. Saat saya bertanya ada apa, dia hanya berkata, \u201cPak RT ke pos saja, di sana ada beberapa orang yang nunggu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaget juga mendengar \u201cbeberapa orang\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda apa ini?\u201d pikir saya sambil segera bergegas ke pos satpam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di pos satpam tambah kaget lagi. Di sana sudah ada lima orang bertampang serem, jaket kulit hitam, ada yang memakai topi kupluk, ada yang rambutnya panjang. Saya sudah curiga mereka tim buser yang mau menangkap warga. Entah kasus narkoba atau kasus yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya mendekat, salah seorang di antara mereka berkata, \u201cMohon maaf Pak RT, dibangunkan tengah malam. Begini, saya dan teman-teman ini mau menagih utang ke salah seorang warga Bapak. Orang ini sudah lama menghindar terus dan berpindah-pindah tempat tinggal. Kami sudah menyelidiki, ternyata sekarang tinggal di komplek ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata mereka <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tips-mudah-menghadapi-debt-collector\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">debt collector<\/a>. Saya pun berpaling ke Satpam Komplek, \u201cLih, warga yang mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olih, satpam komplek, menjawab, \u201cYang di C-12, Pak. Baru seminggu pindah ke sini. Belum lapor ke Bapak, ya? padahal sudah saya suruh lapor.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya mengangguk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTadi kami sudah ke rumahnya, tetapi yang punya rumah tidak mau keluar. Mungkin tahu akan ditagih. Nah, kami mohon Pak RT mau mengantar kami untuk ke rumahnya lagi,\u201d kata debt collector yang tadi bicara. \u201cKalau dengan Pak RT mudah-mudahan mau keluar.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyanggupi. Lalu, setelah beberapa kali salam dan menyebutkan bahwa saya adalah Ketua RT perumahan, yang punya rumah mau keluar. Ternyata yang ada di rumah cuma istrinya. Sementara suaminya, yang menjadi target debt collector, tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memaksa istri si target memberikan alamat atau tempat-tempat di mana suaminya kemungkinan bersembunyi. Mereka pun berpamitan. Saya pun pulang dengan rasa kantuk yang sudah hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, beberapa hari kemudian, si warga itu keluar dari kompleks, pindah rumah lagi<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Mendamaikan istri tua dan istri muda<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabtu sekitar pukul delapan pagi. Saat sedang menikmati liburan, tiba-tiba ponsel saya berdering. Tetangga yang rumahnya di blok belakang meminta saya datang ke rumahnya. Sekarang juga, katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di rumahnya, ternyata sudah ada dua orang ibu-ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBegini, Pak RT. Ibu ini bilang bahwa suaminya disinyalir punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-nggak-enaknya-jadi-istri-pns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">istri muda<\/a>, dan istri mudanya itu tinggal di komplek ini,\u201d kata tetangga saya seraya menunjuk ibu yang duduk di depannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh ya, rumah yang mana, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu Pak RT. Rumah yang depan itu, Bu Nni.\u201d Tetangga saya menunjuk satu rumah yang ada di depan rumahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKemungkinan suami saya sekarang juga ada di rumah itu, Pak RT. Karena semalam tidak pulang,\u201d ibu yang tadi ditunjuk ikut berbicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu, sekarang bagaimana?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya mohon Pak RT mau mendampingi saya mendatangi rumah itu. Memastikan betul tidak dia istri muda suami saya, syukur-syukur suami saya masih ada di rumah itu, jadi betul-betul ketahuan,\u201d pinta si ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun menyanggupi. Bertiga kita mendatangi rumah yang dimaksud, disertai teman si ibu, sedangkan tetangga saya tidak ikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengucapkan salam dan Bu Nni membukakan pintu, saya pun berkata, \u201dMaaf, Bu. Ini ada\u2026.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAlaaah\u2026, nggak usah basa-basi Pak RT. Kamu pasti simpenannya si Ddy, ya? Saya istrinya. Dia pasti lagi ada di dalam.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum sempat saya menyelesaikan kalimat, si Ibu melabrak Bu Nni, dan tanpa dipersilakan, langsung masuk ke rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, Ibu mau apa, masuk-masuk?\u201d Cegah bu Nni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya mau nyari suami saya, dia pasti ngumpet di dalam.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkata demikian, si ibu langsung masuk ke dalam rumah. Setiap ruangan dimasuki, termasuk lantai atas. Namun nihil, suaminya tidak ada. Nggak kebayang kalau suaminya ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesal tidak menemukan suaminya, kemarahannya pun dilampiaskan ke Bu Nni. Adu mulut pun terjadi. Beruntung tidak saling jambak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa menit menyaksikan peperangan yang tak terhindarkan itu, sebagai Ketua RT, saya pun angkat bicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf, Bu Nni. Kalau ibu tadi mengaku sudah dinikahi pak Ddy, tolong perlihatkan buku nikahnya!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBelum ke KUA, Pak RT. Baru <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2021\/09\/22\/183000865\/apa-itu-nikah-siri-pengertian-dampak-dan-hukumnya-di-indonesia-?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nikah siri<\/a>.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau begitu, tolong, Bu. Saya minta nomor suami Ibu,\u201d kata saya ke si Ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendapat nomornya, saya langsung menelepon. \u201cHalo, ini betul dengan Bapak Ddy?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya betul, dengan siapa ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya Urip. Ketua RT Perum Griya S. Ini saya sedang bersama istri bapak di rumah Bu Nni. Saya mau nanya, betul Bapak sudah menikah dengan bu Nni?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang ditelepon tidak segera menjawab. Mungkin kaget dan tidak menyangka ada pertemuan mendadak dua istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenak kemudian, \u201cIya, sudah. Saya menikah dengan Nni.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBegini saja, Pak! Saya tidak ingin ada keributan di kompleks ini. Untuk itu, tolong saya minta dokumen, bukti Bapak sudah menikah dengan Ibu Nni. Kalau tidak ada bukti, saya akan meminta satpam kompleks untuk melarang bapak masuk ke kompleks ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun mengakhiri telepon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBegitu saja, Bu. Tolong sekarang Ibu pulang saja dan selesaikan masalahnya dengan suami Ibu.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menoleh ke si Ibu. \u201cDan untuk Bu Nni, selama belum ada dokumen bukti menikah, saya tidak mengizinkan ibu menerima Pak Ddy, karena bisa dianggap berbuat zinah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua ibu itu, kelihatannya, cukup puas dengan keputusan saya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Dimintai tolong janda cantik\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu sore, ponsel saya berdering. Saat melihat siapa yang menelepon saya kaget. Di layar tertera nama Lsy, seorang janda cantik, yang kebetulan warga perum, dan rumahnya hanya beberapa meter dari rumah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang Ketua RT yang bertanggung jawab, tentu saja saya terima teleponnya. Walaupun dipenuhi tanda-tanya dan hati dag-dig-dug karena istri duduk di samping saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAssalamualaikum, Bu Lsy, ada apa ya?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPak RT, maaf, bisa minta tolong? Bisa ke rumah sekarang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja kekagetan saya bertambah. Sore-sore, menjelang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tertangkap-kamera-para-kuntilanak-yang-muncul-sewaktu-berfoto-di-waktu-maghrib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maghrib<\/a>, seorang janda cantik meminta saya datang ke rumahnya. Tak mau dikira ada<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> affair<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, saya aktifkan loudspeaker, supaya yang lagi duduk di sebelah ikut mendengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf, Bu. Minta tolong apa ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBegini, Pak RT. Saya terkunci di dalam rumah. Nggak bisa keluar. Bisa minta tolong, bukain pintu rumah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karuan saja, yang disebelah melotot, mendengar permintaan yang aneh itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagaimana\u2026 bagaimana maksudnya, Bu?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bertanya sambil menoleh ke yang duduk di sebelah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak saya yang besar marah, Pak RT. Dia keluar lalu ngunci rumah dan kuncinya dilempar ke rumah kosong yang ada di depan rumah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu putra ibu di mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda di luar, di depan rumah. Tolong Pak RT, saya nggak bisa keluar.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Janda cantik minta tolong untuk datang ke rumahnya. Kok memori saya jadi inget cerita-cerita stensilan dulu, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya yang kayak gini sering dijadiin modus tuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun beranjak ke luar rumah. Yang duduk di sebelah tentu saja ngikut, walau nggak diajak. Terlihat rona curiga di tatapannya. Dikiranya ini benar-benar modus, mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, sampai di depan rumah si janda cantik, rupanya anak pertamanya, yang baru kelas 5 SD, ngambek, entah pengin apa, lalu mengunci ibu, adik, dan ART-nya di dalam rumah. Dan kuncinya dilempar. Karuan saja, yang di dalam rumah panik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun mencari-cari anak kunci. Sekitar 10 menit baru ketemu. Setelah menyerahkan kuncinya, saya pun pamit. Si janda pun mengucapkan terima kasih. Entah sambil ngedipkan mata sebelah atau tidak, saya tidak begitu memperhatikan. Soalnya, nih yang di sebelah terus nempel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu kisah tentang tetangga. Sebenarnya masih ada kisah tetangga yang menarik untuk diceritain, tetapi karena kepanjangan kalau ditulis, cukup yang tiga itu saja. Yang lain menyusul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Urip Widodo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/rame\/list\/5-kesengsaraan-orang-berkacamata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Kesengsaraan Orang Berkacamata, dari Kecolok sampai Dibilang Sombong<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Janda cantik yang bikin istri sewot.<\/p>\n","protected":false},"author":1848,"featured_media":179431,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13545,5887,15836,499],"class_list":["post-179346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-janda","tag-ketua-rt","tag-nikah-siri","tag-pak-rt"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1848"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179346"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179346\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}