{"id":178815,"date":"2022-05-31T10:00:00","date_gmt":"2022-05-31T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=178815"},"modified":"2022-05-31T06:11:44","modified_gmt":"2022-05-30T23:11:44","slug":"review-the-doll-3-tak-bisa-lepas-dari-bayang-bayang-pendahulunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-the-doll-3-tak-bisa-lepas-dari-bayang-bayang-pendahulunya\/","title":{"rendered":"Review The Doll 3: Tak Bisa Lepas dari Bayang-bayang Pendahulunya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">KKN di Desa Penari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, layar lebar Indonesia juga tengah diramaikan oleh sekuel film horor lainnya yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun merupakan sekuel dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Doll 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, alur yang dibawakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki keunikan tersendiri dari segi konflik atau drama. Terlebih, boneka yang menjadi sentral keseraman film pun mempunyai karakter khas masing-masing di setiap filmnya. Kalaupun dikata ada benang merah, hal itu adalah kehadiran tokoh Bu Laras yang diperankan oleh Sara Wijayanto di mana dalam ketiga film tersebut ia memiliki citra sebagai seorang spiritualis, jika tak boleh disebut paranormal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh antagonis berupa boneka memang bukan merupakan hal baru dalam dunia horor. Sebelumnya, sudah ada beberapa kisah horor yang menempatkan mainan anak tersebut sebagai tukang teror baik secara langsung maupun tidak. Misalnya saja tokoh boneka Chucky dalam film horor lawas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Child\u2019s Play<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirasuki oleh arwah pembunuh berantai bernaman Charles Lee Ray lewat ritual sihir voodoo. Atau juga Billy, boneka ikonik bertampang menyeramkan yang ditampilkan sebagai pengganti Jigsaw, seseorang yang gemar membuat permainan maut antara hidup dan mati bagi korbannya. Dan pastinya, siapa yang tak kenal dengan Annabelle, boneka hantu paling populer dengan bentuk anak perempuan berkepang dua yang menjadi mimpi seram bagi penonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Conjuring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> universe?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua gambaran sosok jahat yang terperangkap dalam tubuh artifisial tersebut mau tak mau pasti akan membayangi siapapun yang hendak membuat film dengan tema serupa. Tak terkecuali dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diproduksi, penonton sudah terlebih dahulu membandingkan film prekuel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Doll 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> besutan Rocky Soraya sebelumnya dengan berbagai judul film horor terkenal, khususnya buatan James Wan. Namun, toh, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap ditunggu penggemarnya apalagi mereka konsisten menggunakan banyak nama tersohor yang sudah memiliki fans masing-masing seperti Shandy Aulia, Denny Sumargo, Herjunot Ali, serta Luna Maya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dibintangi oleh Jessica Mila dan Winky Wiryawan ini pun patut untuk dipertimbangkan sebagai pilihan film yang ditonton di bioskop. Selain mendukung perfilman Indonesia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga membuat lompatan cukup jauh dari film-film sebelumnya, khususnya dalam menampilkan sosok jahat Boneka Bobby. Jika secara visual boneka dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekilas mirip Susan dan boneka Sabrina dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti Billy di seri Saw, boneka Bobby dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan mengingatkan penonton pada tokoh boneka paling sadis, Chucky. Hebatnya, Bobby ini terlihat sangat hidup di dalam film, berbeda dengan para pendahulunya. Konon, harga yang dikeluarkan untuk boneka animatronics itu mencapai harga 2 miliar rupiah. Harga tersebut sepadan dengan efek yang dihasilkan untuk membuat Bobby benar-benar tampak seperti dirasuki roh yang membuatnya hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kemiripan dengan figure Chucky yang merupakan bentuk boneka anak laki-laki, Bobby masih mempunyai beberapa kesamaan lain dengan Chucky. Persamaan yang mencolok itu sudah ditunjukkan pada adegan awal di mana Bobby disebutkan sebagai mainan modern yang sangat laris saat peluncurannya. Begitu pula dengan Chucky. Keduanya merupakan mainan yang sangat disukai oleh anak kecil meskipun bentuknya\u2014jika dilihat secara umum\u2014memberikan kesan kurang nyaman bagi yang menatapnya. Di samping kemiripan tersebut, sifat kejam dan suka membunuh manusia juga ditunjukkan oleh keduanya. Yang membedakan adalah genre yang dimainkan antara dua karakter tersebut. Chucky membintangi film horor komedi. Sedangkan Bobby bermain dalam genre horor, slasher, dan drama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Child\u2019s Play<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, beberapa adegan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mengingatkan kita pada beberapa film horor pendahulunya. Tak perlu lagi menyebut adegan menggorok leher atau menusuk korban berkali-kali yang juga sering dilakukan Chucky. Adegan ketika Aryan terjebak dalam ruang sauna yang suhunya meninggi di luar batas, sepintas memutar kembali ingatan mereka yang pernah menyaksikan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">274\u00b0F<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Begitu pula adegan khas banyak film horor luar negeri yakni memanggil polisi ke sebuah rumah yang menjadi TKP tetapi malah menjadikan polisi tersebut sebagai korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kehadiran tokoh Laras dan Raynard pastinya akan menyetir benak penonton untuk membandingkannya dengan pasangan pengusir hantu paling terkenal seantero jagat, Lorraine dan Ed Warren. Belum lagi, bagian mengunci boneka Bobby dalam sebuah kotak di ruang bawah tanah sungguh persis ketika Lorraine dan Ed juga mengamankan Anabelle. Bisa dibilang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini seperti rangkuman dari berbagai film horor populer yang pernah tayang sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun terinspirasi dari banyak film horor yang sukses meraih minat penonton, bukan berarti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa cela. Jika penonton berpikir kritis, akan ada banyak kejanggalan yang bisa ditemukan sepanjang cerita. Salah satu keanehan yang paling terlihat adalah ketidaksesuaian antara rumah Rere yang diperankan oleh Masayu Anastasia dengan pekerjaan yang dipunyai sebelum mengundurkan diri. Dikisahkan, Rere adalah staff gudang pada suatu toko mainan bernama Toys Island yang menjual boneka Bobby. Dia adalah anak buah dari Tara (Masayu Anastasia). Lucunya, rumah Rere sangatlah mewah. Bahkan monitor yang dipakai untuk CCTV-nya bermerek Apple. Rasanya, agak kurang cocok dengan profesi Rere tanpa bermaksud merendahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejanggalan kedua terkait dengan tokoh Aryan yang sepertinya memiliki 9 nyawa seperti kucing. Bayangkan saja, Aryan selalu lolos dari kecelakaan maut yang diakibatkan oleh Bobby. Berawal dari terpanggang dalam ruang sauna yang menyebabkan ia luka karena memecahkan kaca, lalu terjun bebas dari elevator di atas lantai 20, ditusuk pisau beberapa kali, dan berakhir dengan jatuh dari lantai atas serta menimpa atap mobil karena dipukul dengan tabung APAR, ia tetap saja hidup. Ditambah lagi, Aryan, sebagai seorang yang sukses dan kaya raya, salah melafalkan \u201cIsland\u201d dengan cara yang benar pada penghujung film. Namun bagaimanapun, film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Doll 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini layak tonton sebagai hiburan tanpa perlu berpikir terlalu keras. Nikmati saja alurnya. Apalagi, film ini juga menyajikan plot twist yang cukup membagongkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udahhh gas ke bioskop mumpung banyak libur. Eh, lembur ya? Yamaap.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CbzgnbupxSE\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@film_thedoll<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Paula Gianita Primasari<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tertawa-dari-awal-sampai-akhir-bersama-film-srimulat-hil-yang-mustahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tertawa dari Awal Sampai Akhir Bersama Film Srimulat: Hil yang Mustahal<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih enak ditonton sih.<\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":178833,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[15781,15780,15779],"class_list":["post-178815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-annabelle","tag-chucky","tag-the-doll-3"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178815"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178815\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}