{"id":178501,"date":"2022-05-27T11:00:06","date_gmt":"2022-05-27T04:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=178501"},"modified":"2022-05-27T10:30:20","modified_gmt":"2022-05-27T03:30:20","slug":"7-alasan-drama-korea-romance-sering-dijadikan-pelarian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-alasan-drama-korea-romance-sering-dijadikan-pelarian\/","title":{"rendered":"7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton dan membaca kisah fiksi memang bisa mengalihkan perhatian kita dari kehidupan yang melelahkan. Fiksi bisa menjadi semacam obat rutinan yang kita konsumsi untuk menenangkan diri. Hal itu berlaku untuk drama Korea romance. Banyak drama romance menyajikan cerita yang ringan dan mudah diikuti penontonnya. Drama romance bisa memberi kesan nyaman pada penontonnya yang telah dibuat pusing oleh tagihan listrik yang tinggi dan cicilan motor yang masih banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, tidak semua romance bisa begitu. Beberapa drama romance justru bisa membuat kita yang sedang pusing tambah pusing karena nangis mulu. Namun, faktanya, drama romance sering dijadikan sarana eskapisme oleh sebagian penontonnya, mungkin termasuk kamu. Kita bisa dengan mudah melihat percakapan di Twitter yang penuh dengan kehaluan. Itu wajar, kok. Tapi, apa sih yang membuat drama romance sering dijadikan pelarian?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 7 alasan drama korea romance sering dijadikan pelarian.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Penggambaran karakter yang too good to be true<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian drama Korea romance menggambarkan karakter utama bak malaikat yang turun dari surga atau pangeran tampan yang bisa bikin cewek klepek-klepek dengan sekali kedipan mata. Karakter yang digambarkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">too good to be true <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memang biasanya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">male lead character. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Atay orang-orang sering menyebutnya dengan istilah &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">boyfriend material&#8221;. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Entah apakah ada sebuah penelitian banyak penonton perempuan lebih sering menjadikan drama Korea sebagai sarana eskapisme atau bagaimana, yang jelas saya jarang sekali menemukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">female lead character <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibuat sempurna.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_178504\" aria-describedby=\"caption-attachment-178504\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-178504\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1264367260-1.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1264367260-1.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1264367260-1-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1264367260-1-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1264367260-1-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-178504\" class=\"wp-caption-text\">Ngerasa gemeeesss (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">too good to be true <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini sering dijadikan pacar fiksi oleh para penonton. Fenomena itu juga terjadi di kalangan fans drama Korea Indonesia. Setiap ada drama Korea yang menampilkan karakter sejenis ini, mereka akan membuat postingan-postingan halu, bahkan sampai memberi nama karakter itu dengan nama lokal. Misalnya, Pak Gu di My Liberation Notes dinamai Pak Gunadi oleh fans Indonesia. Katanya sih, biar serasa bisa digapai gitu.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 Perlindungan karakter utama laki-laki pada pasangannya<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter laki-laki dalam banyak drama Korea romance diperlihatkan sebagai pahlawan yang siap membela perempuan yang disukainya apa pun yang terjadi. Pada proses penyelamatan atau pembelaannya, biasanya sutradara akan menempatkan musik romantis atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">slow motion<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar lebih dramatis. Bagi penonton drama Korea modern, hal itu mungkin akan terlihat sangat menggelikan. Namun, faktanya, masih ada orang yang menyukai adegan semacam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa drama romance yang saya tonton empat tahun belakangan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adegan yang seperti itu sudah dikurangi. Mungkin sutradaranya sadar kalau itu lebay banget. Bahkan beberapa drama mulai menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penyutradaraan film layar lebar untuk adegan itu, tanpa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">slow motion <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan musik yang volumenya dikerasin lagi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 Adegan-adegan manis yang bikin iri dengki<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang bikin drama romance sering jadi tempat pelarian adalah banyaknya adegan manis yang bikin para jomlo iri dengki, tapi pada akhirnya tetap ditonton juga. Mungkin adegan-adegan ini memang dibuat untuk para jomlo atau pasangan-pasangan yang tidak bahagia ini agar bisa membayangkan diri mereka di layar. Selain bikin iri dengki, adegan-adegan manis ini juga bisa bikin kita jungkir balik di kamar sambil gigit-gigit bantal saking gemasnya. Kamu juga sering gitu, kan? Ngaku aja!\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_178505\" aria-describedby=\"caption-attachment-178505\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-178505\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1709728825-3.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1709728825-3.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1709728825-3-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1709728825-3-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1709728825-3-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-178505\" class=\"wp-caption-text\">So cuteee (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#4 Diperebutkan dua karakter yang cakep parah<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini dia. Drama romance sering kali menggunakan cinta segitiga sebagai konflik utama. Kita tahu ini sudah usang dan tak jarang membosankan. Namun, bayangkan kamulah yang sedang diperebutkan oleh dua orang cakep, tajir melintir, dan baik hati. Walaupun halu, setidaknya dalam sepersekian detik kita merasa istimewa, kan? Saat kita menghadapi kenyataan di mana kita sulit mendapatkan pasangan, drama Korea romance bisa membuatmu lupa sejenak akan kenyataan yang menyedihkan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 Kebetulan-kebetulan yang indah<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah drama romance, &#8220;kebetulan&#8221; bisa jadi kunci dari semua cerita. Kebetulan karakter bertemu di pernikahan mantan masing-masing, kebetulan bertemu karena pekerjaan, kebetulan bertemu dalam kecelakaan, dan lain sebagainya. Kebetulan-kebetulan itu mengantarkan karakter ke kisah yang rumit, tapi indah. Sebagai penonton, kita pun berharap semoga ada kebetulan yang mengantar kita kepada kebahagiaan. Sebagian diri kita sadar bahwa kita sedang berandai-andai, sebagian diri kita yang lain hanyut terbawa arus hubungan di drama Korea sampai susah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">move on.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#6 Makanan drama Korea enak-enak<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya bukan hanya ada di drama romance, tapi makanan-makanan pas karakter <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nge-date <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu memang suka bikin kita ngiler. Kita berharap bisa memasukkan tangan kita ke layar dan mengambil sepiring steak yang tidak dihabiskan, tapi sayang sekali tak bisa. Kita cuma bisa membayangkan rasa mi instan yang menemani kita nonton sama seperti rasa steak atau galbijjim yang ada di layar.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#7 Happy ending yang terkadang tidak realistis<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama romance pada umumnya selalu berakhir dengan bahagia. Namun, kenyataan tidak selalu demikian. Namun, kita bisa turut senang melihat semua karakter di dalam drama itu mendapatkan akhir yang adil dan bahagia seolah kita masuk ke dalam kisah mereka. Perasaan semacam itu bisa menyelamatkan kita dari realistas yang suram walau hanya sementara.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-178507\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1920708437-1.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1920708437-1.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1920708437-1-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1920708437-1-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1920708437-1-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia 7 alasan mengapa drama Korea romance sering dijadikan pelarian. Menurut saya, tidak ada salahnya menjadikan drama Korea sebagai pelarian. Namun, kalau kamu terlalu serius menanggapi drama Korea, kamu bisa terjebak di dunia fiksi yang kamu buat sendiri. Padahal di luar sana, kenyataan sedang memanggil-manggil nomor undianmu. Dibawa santai saja, ya, Teman-teman.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: <span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Rizal Nurhadiansyah&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4481,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:3,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\">Rizal Nurhadiansyah<\/span><br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/15-hal-klise-yang-sering-muncul-di-drama-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">15 Hal Klise yang Sering Muncul di Drama Korea<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bikin gemesss~<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":178506,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,2880,15751],"class_list":["post-178501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-pelarian","tag-romance"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}