{"id":178265,"date":"2022-05-26T07:00:04","date_gmt":"2022-05-26T00:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=178265"},"modified":"2022-05-25T13:47:32","modified_gmt":"2022-05-25T06:47:32","slug":"kasta-pempek-menurut-orang-palembang-dilihat-dari-isinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-pempek-menurut-orang-palembang-dilihat-dari-isinya\/","title":{"rendered":"Kasta Pempek menurut Orang Palembang Dilihat dari Isinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pempek, atau empek-empek, dan Palembang itu nggak bisa dipisahkan. Saking eratnya, Palembang sampai dipanggil Kota Pempek. Wajar sih, sebab memang pempek adalah makanan ikon kota ini. Jika ingin merasakan pengalaman autentik makan pempek, sebaiknya datang ke Palembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, saya yakin, kalau kalian ketemu orang Palembang, pasti akan bertanya \u201cpempek apa sih yang paling enak?\u201d Wajar, sebab banyak varian makanan tersebut. Dalam artikel ini, saya membantu kalian yang penasaran pempek apa yang paling enak buat orang Palembang, sampe saya bikinin kastanya. Btw, saya orang Palembang. Kalau bukan, mana berani saya nulis ginian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya urutkan dari kasta teratas ya.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 pempek adaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adaan merupakan sebutan untuk jenis pempek yang berbahan dasar ikan (bisa juga tanpa ikan dan dibuat dengan adonan sagu serta gandum) yang berbentuk bulat dan diberi irisan daun bawang serta bawang goreng. Bagi saya pribadi, adaan merupakan pempek paling \u201caman\u201d untuk dikonsumsi oleh mereka yang mungkin belum pernah mencicipi hidangan ini sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya termasuk ke golongan orang yang menyukai pempek yang digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan. Dengan begitu, teksturnya akan menjadi garing dan menambah kenikmatan tersendiri. Dan karena telah mengalami proses penggorengan, rasa gurih yang terkandung dalam adaan akan semakin terasa. Pokoknya, pempek yang satu ini sangat recommended untuk \u201cpemula\u201d.<\/span><\/p>\n<p><b>#2 Pempek telur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasta pempek kedua diduduki oleh pempek telur. Tak berbeda jauh dengan adaan, pempek ini juga menggunakan bahan dasar ikan, tetapi juga bisa menggunakan sagu atau gandum. Sebagai tambahan informasi, pempek yang menggunakan sagu atau gandum sebagai bahan dasarnya diberi nama pempek dos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, perbedaan dari pempek biasa dan pempek dos sebenarnya tak akan begitu terasa, asalkan sang pembuat piawai dalam meracik adonan pempeknya. Perbedaan yang paling menonjol justru terlihat dari harganya yang biasanya berjarak sekitar Rp1.000-Rp2.000 antara yang ikan dan yang hanya menggunakan tepung-tepungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pempek telur saya letakkan di urutan kedua karena saya yakin, bila kalian menyukai adaan, kalian pasti juga akan menyukai pempek telur. Toh, perbedaan dari keduanya hanya terletak pada pempek telur yang tidak mengandung daun bawang dan bawang goreng. Sebagai gantinya, pempek ini menggunakan campuran telur ayam atau telur bebek yang akan menjadikannya semakin nikmat untuk dinikmati.<\/span><\/p>\n<p><b>#3 Pempek kapal selam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari namanya saja, pempek ini sudah memiliki keunikan sendiri. Namun, jangan takut, sama sekali tak ada kapal selam atau kendaraan militer lainnya di dalam hidangan yang satu ini. Dalam pempek kapal selam, kalian akan menemukan sebuah pempek berukuran besar\u2014mungkin inilah yang menyebabkannya diberi nama kapal selam\u2014yang diisi dengan telur. Hampir serupa dengan pempek telur, kecuali jenis yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar dan tentunya, harga yang lebih mahal pula. Namun, saya jamin, dana yang kalian keluarkan akan sangat setimpal dengan kelezatan yang kalian dapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi ditambah dengan irisan timun dan siraman kuah cuko khas Palembang, kapal selam yang satu ini akan menjelajahi lautan lidah kalian dengan begitu sopan sebelum akhirnya berlabuh di perut Anda yang kekenyangan.<\/span><\/p>\n<p><b>#4 Pempek tahu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, pempek tahu merupakan tahu yang dibalut dengan adonan ikan sehingga menjadi pempek. Jenis yang satu ini saya taruh di urutan keempat dengan alasan \u201ckeamanannya\u201d. Maksud saya, saya yakin mayoritas orang Indonesia tak memiliki masalah untuk memakan tahu. Kemudian, olahan kedelai itu tinggal ditambahkan saja dengan adonan ikan tadi, lalu jadilah pempek tahu. Cukup \u201caman\u201d di mulut, bukan?<\/span><\/p>\n<p><b>#5 Pempek kulit<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pempek kulit merupakan jenis pempek yang dibuat bukan dengan menggunakan daging ikan sebagai adonannya, melainkan menggunakan kulit ikan. Cukup unik, bukan? Namun, \u201ckekhawatiran\u201d saya terletak pada tekstur pempek ini yang menurut saya, terlalu kering, sehingga mungkin tak akan bisa disukai oleh semua orang, berbeda dengan pempek-pempek lain di urutan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, meski pempek ini merupakan salah satu jenis empek-empek yang paling \u201cterkenal\u201d, tetapi saya harus meletakkannya di urutan yang agak bawah. Teruntuk pencinta pempek kulit di luar sana, maaf, ya, kalau idola kalian tidak berada di kasta teratas.<\/span><\/p>\n<p><b>#6 Pempek Tunu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pempek tunu merupakan jenis pempek yang paling \u201cnyeleneh\u201d. Mengapa? Karena pempek ini diberi tambahan cabai rawit dan cenderung memiliki rasa yang pedas, sehingga belum tentu bisa disukai oleh semua orang. Selain itu, pempek ini juga akan diisi dengan ebi dan kecap manis yang sedikit dapat menetralisir kepedasan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tetap saja, rasa pedasnya tidak akan hilang sepenuhnya. Sehingga bagi kalian yang tidak menyukai rasa tersebut, saya cenderung tidak merekomendasikan jenis pempek yang satu ini untuk kalian coba.<\/span><\/p>\n<p><b>#7 Pempek pistel<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berat hati, kasta terendah pempek harus saya berikan kepada pempek pistel. Jangan salah sangka dulu, pempek ini sebetulnya lezat dan saya termasuk ke dalam golongan orang yang sangat menyukainya. Namun, masalahnya ada pada bahan isian pempek ini yang terdiri dari tumisan daun pepaya dan ebi yang dimasak dengan santan. Itulah yang menyebabkan saya menempatkannya di urutan terendah, ya, karena saya tahu, jumlah orang yang tidak menyukai sayur itu cukup banyak. Jika harus memakan pempek yang berisikan tumisan daun pepaya, saya ragu mereka akan menyukainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bagi kalian yang tidak masalah dengan sayur, maka saya akan menyarankan kalian untuk mencoba pempek pistel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah urutan kasta empek-empek berdasarkan perspektif saya sebagai orang Palembang dan juga berdasarkan \u201cjajak pendapat\u201d saya dengan sesama pencinta pempek lainnya. Pada dasarnya, tidak ada makanan yang tidak lezat, yang ada hanyalah makanan yang tidak sesuai dengan selera kita.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sego-boran-kuliner-legendaris-yang-cuma-ada-di-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sego Boran, Kuliner Legendaris yang Cuma Ada di Lamongan<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pempek FTW!<\/p>\n","protected":false},"author":1696,"featured_media":178327,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[7729,7731],"class_list":["post-178265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-palembang","tag-pempek"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1696"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178265"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178265\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}