{"id":178111,"date":"2022-05-26T12:00:51","date_gmt":"2022-05-26T05:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=178111"},"modified":"2022-05-26T10:27:28","modified_gmt":"2022-05-26T03:27:28","slug":"6-acara-televisi-yang-sebaiknya-ditayangkan-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-acara-televisi-yang-sebaiknya-ditayangkan-kembali\/","title":{"rendered":"6 Acara Televisi yang Sebaiknya Ditayangkan Kembali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajah pertelevisian Indonesia terus mengalami perubahan di setiap tahunnya. Perubahan tersebut dapat dilihat dari acara-acara televisi yang pernah ditayangkan lalu dibungkus (maksudnya tidak ditayangkan lagi). Pembungkusan acara-acara televisi tersebut dapat terjadi karena jalan ceritanya yang sudah tamat, rating yang tidak memuaskan, atau alasan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, banyak acara yang sebenarnya menarik, tapi turun layar. Selain menghibur, acara-acara televisi tersebut juga memiliki kualitas yang luar biasa. Melalui tulisan ini, saya berharap agar enam acara ini bisa kembali mengudara di televisi Indonesia.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Who Wants to Be a Millionaire?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Generasi 2000-an sejati pasti tahu dengan acara kuis yang bernama \u201cWho Wants to Be a Millionaire?\u201d yang pernah tayang di RCTI. Acara yang dipandu oleh Tantowi Yahya ini merupakan teman terbaik saat sedang menikmati malam Minggu di rumah. Selain menghibur, acara \u201cWho Wants to Be a Millionaire?\u201d juga dapat memberi pengetahuan baru kepada para penontonnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sempat berhenti selama beberapa tahun, \u201cWho Wants to Be a Millionaire?\u201d kembali ditayangkan di RCTI pada 2010. Pada saat itu, ada perubahan jadwal tayang di mana acara tersebut ditayangkan pada setiap Senin petang. Sayangnya, kembalinya \u201cWho Wants to Be a Millionaire?\u201d di televisi tidak bertahan lama.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/nPvCiRV5C_o\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#2 Bidadari (Season 1)<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bidadari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah sinetron yang begitu tersohor pada awal dekade 2000-an. Sinetron ini ditayangkan pada setiap Minggu malam di RCTI. Secara garis besar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bidadari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menceritakan tentang persahabatan seorang gadis dan seorang bidadari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menyaksikan ulang sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bidadari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di channel YouTube MVP Hits, season pertama (season 1) adalah yang paling berkesan di hati saya. Selain karena<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-ost-sinetron-indonesia-paling-dikenang\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">original soundtrack<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">-nya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bidadari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> season 1 juga mengandung banyak nilai moral yang baik. Oleh karena itu, sinetron ini begitu layak untuk di-remake atau ditayangkan kembali di televisi.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/w667V9Poots\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#3 ESPN FC Indonesia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cESPN FC Indonesia\u201d merupakan sebuah acara televisi yang pernah mengudara di NET TV. Selain menyuguhkan berita tentang sepak bola, acara ini juga terkadang memuat analisis pertandingan dari para expert seperti Coach Justin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri mulai mengenal acara \u201cESPN FC Indonesia\u201d pada pertengahan tahun 2014. Pada saat itu, acara tersebut ditayangkan pada waktu siang hari. Kemudian \u201cESPN FC Indonesia\u201d pindah jam tayang menjadi pukul 00.30 WIB (tengah malam). Pada tahun 2016, \u201cESPN FC Indonesia\u201d diganti oleh<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/net-soccer-adalah-acara-berita-sepakbola-terbaik-yang-pernah-saya-tonton\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Net Soccer&#8221;<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2016.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Sasuke Ninja Warrior Indonesia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar pertengahan dekade 2010-an, RCTI pernah menayangkan \u201cSasuke Ninja Warrior Indonesia\u201d. Sesuai dengan namanya, acara ini merupakan adaptasi lokal untuk acara \u201cNinja Warrior\u201d yang berasal dari Jepang. Secara garis besar, \u201cSasuke Ninja Warrior Indonesia\u201d menguji ketangkasan serta kekuatan fisik para peserta acaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun terbilang seru, umur dari \u201cSasuke Ninja Warrior Indonesia\u201d tidak panjang. Acara yang pernah diikuti oleh YouTuber Ibaf Fabi ini hanya mampu bertahan dari 2015 hingga 2017 saja. Salah satu edisi terbaik dari \u201cSasuke Ninja Warrior Indonesia\u201d adalah ketika para peserta dari Indonesia beradu dengan kontestan \u201cNinja Warrior\u201d dari beberapa negara.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/SGQiE8qOJus\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>#5 CNL (Comedy Night Live)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 2015-2018, Net TV pernah menayangkan sebuah acara sketsa komedi yang begitu mengocok perut. Namanya adalah CNL (Comedy Night Live). Acara tersebut ditayangkan pada setiap Sabtu dan Minggu malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengisi acara CNL sendiri diisi oleh mayoritas pemain lama OVJ (Opera Van Java) di Trans 7, di mana hanya Aziz Gagap saja yang tidak ikut. Di samping itu, beberapa kru OVJ\u2014seperti Yujeng (pemain musik di OVJ)\u2014juga turut mengambil peran di acara CNL. Melihat hal tersebut tidak ubahnya seperti menyaksikan OVJ yang pindah ke Net TV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya pribadi, kehadiran Pakde Parto menjadi kekuatan yang begitu besar di dalam acara CNL. Beliau sukses membuat saya tertawa dengan peran atau dialognya yang ngeselin. Setelah Pakde Parto hengkang, saya merasa kadar kelucuan dari CNL berkurang drastis.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Hexagon War<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2016-2017, Trans 7 pernah menayangkan sebuah acara kuis bernama \u201cHexagon War\u201d. Acara tersebut dipandu oleh Helmy Yahya dan biasanya ditayangkan pada setiap Sabtu dan Minggu malam. Sama halnya dengan \u201cWho Wants to Be a Millionaire?\u201d, \u201cHexagon War\u201d juga menguji wawasan para pesertanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep dari acara kuis \u201cHexagon War\u201d terbilang sangat unik. Pada babak awal, ada lima peserta yang akan saling berhadapan pada meja berbentuk segi enam (heksagon). Kemudian beberapa babak akan dimainkan hingga menyisakan satu atau dua peserta saja pada babak terakhir.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yZFAGDbwNlQ\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri akan merasa sangat senang jika salah satu dari enam acara di atas ditayangkan kembali di televisi. Syukur-syukur jika semuanya bisa ditayangkan. Meskipun demikian, keputusan akhir untuk penayangannya tetap bergantung kepada pihak stasiun televisi. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Fariz Kurniawan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-acara-komedi-televisi-yang-legendaris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Acara Komedi Televisi yang Legendaris Tahun 2000-an<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saskeeeh!!!<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":178417,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[6899,31],"class_list":["post-178111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-acara-televisi","tag-indonesia"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}