{"id":1779,"date":"2019-05-21T18:00:55","date_gmt":"2019-05-21T11:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=1779"},"modified":"2021-10-05T14:05:40","modified_gmt":"2021-10-05T07:05:40","slug":"ketika-agama-dijadikan-obat-bius-untuk-kasus-dosen-predator","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketika-agama-dijadikan-obat-bius-untuk-kasus-dosen-predator\/","title":{"rendered":"Ketika Agama Dijadikan Obat Bius untuk Kasus Dosen Predator"},"content":{"rendered":"<p><em>Ini bukan khutbah Jum\u2019at, tapi maaf, simaklah dengan penuh hidmat : <\/em><em>\u201cWahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.\u201d <\/em><em>Terjemah <\/em><em>QS. Al-Hujurat :12<\/em><\/p>\n<p><em>Kira-kira terjemah ayat itulah yang ahir-ahir ini sering diucapkan atau di<\/em><em>forward<\/em><em> melalui media daring oleh kawan-kawan yang tak setuju dengan siapa saja yang turut aktif menyebarkan berita \u201cDosen Predator masih Berkeliaran\u201d di beberapa kampus kenamaan di Indonesia, terutama di Malang.<\/em><\/p>\n<p><em>Alasannya pun variatif, ada yang <\/em><em>\u201cPara<\/em> <em>mahasiswaku mohon jangan ikutan berdosa menyebar aib orang tentang predator yang kalian sendiri belum tau kebenarannya. Ketimbang mikirin itu, masih banyak tugas yang mending kalian kerjakan, kalau tugasnya sudah habis, ngaji aja, Allah melarang kita menyebar aib yang Allah sudah tutupi.\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>Ada juga yang seperti ini <\/em><em>\u201ctolong jangan disebar luaskan, cukup di sampeyan aja, save internal aja.\u201d<\/em><em> Untuk alasan yang kedua ini cukup humanis tanpa membawa-bawa agama. <\/em><\/p>\n<p><em>Pada alasan yang ke tiga ini, lebih sip lagi <\/em><em>\u201cIni bulan Ramadhan, jangan kurangi pahala puasamu dengan ghibah dan menyebar aib orang lain.\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk menyikapi beberapa Khutbah di atas, Dr. Mohammed Dajani seorang <\/em><em>Funder and Chairman Wasatia Movement<\/em><em>, Jerusalem pernah berkata seperti ini; agama seharusnya tak dijadikan kendaraan politik, jika agama dijadikan alat politik, hasilnya justru perpecahan. <\/em><\/p>\n<p><em>Kita tahu, bahwa orang Palestina adalah mayoritas muslim. Ada tiga puluh partai politik sekuler yang tidak punya aspirasi nilai luhur agama. Tetapi aspirasi juga tidak dipenuhi oleh sepuluh organisasi Islam yang ada di Palestina, hal itu karena mereka tidak menyebarkan inti nilai Islam itu sendiri.<\/em><\/p>\n<p><em>Hizbut Tahrir di Palestina dan di mana saja menafsirkan tiga ayat terakhir di surat Al Fatihah yang menjadi sasaran kemarahan Tuhan adalah orang Yahudi. Sedangkan yang sesat adalah orang Nasrani. Padahal Tuhan marah terhadap orang yang menolak kebenaran dan orang munafik. Hizbut Tahrir menafsirkan makna ummatan wasatan itu dengan menyatakan Islam ada di tengah antara Yahudi dan Nasrani. Yahudi yang membunuh para nabi dan Nasrani yang menjadikan nabi sebagai Tuhan.<\/em><\/p>\n<p><em>Hal serupa juga dikatakan oleh <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Zainab_Al-Suwaij\">Zainab al-Suwaij<\/a>, <\/em><em>Executive Director American Islamic Congress<\/em><em> dari Irak <\/em><em>\u201cnegara saya hancur karena menjadikan agama sebagai alat politik. Orang yang mempunyai kepentingan politik menghancurkan sesama manusia menggunakan agama. Yang terjadi di negara saya (Irak) banyak orang mati dibunuh dan keluarga mereka hilang. Peradaban hancur karena mereka mengatasnamakan agama untuk menghabisi sesama manusia,\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dua pengakuan dan fakta di atas cukup jelas menggambarkan bagaimana ketika agama dijadikan sebagai alat politik. Dampaknya adalah perpecahan dan kehancuran. Lalu bagaimana jika agama dijadikan obat bius untuk kasus dosen <em>predator<\/em> yang masih berkeliaran di kampus-kampus? <em>Wallahu a\u2019lam.<\/em><\/p>\n<p>Ada beberapa kalimat di paragraf awal telah saya kutip dengan berbagai macam alasan, entah pemberi alasan itu karena merasa sebagai sesama dosen, mahasiswa kesayangan atau orang biasa yang turut prihatin dengan karier si dosen <em>predator <\/em>jika dipecat akan seperti apa nasibnya. Kiranya cukup mengkhawatirkan kalau-kalau ada upaya membawa-bawa agama dijadikan obat bius untuk menidurkan dan membungkam siapa yang turut aktif menyebarkan berita kasus dosen <em>predator<\/em> baik melalui story whatsApp maupun instagram.<\/p>\n<p>Memang setelah berita tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/nyg\/esai\/kutukan-scopus-bikin-dosen-menderita-sama-kayak-mahasiswa-dengan-skripsinya\/\">dosen<\/a> predator yang ditulis oleh Wan Ulfa Nur Zuhra itu menyebar di jagad maya, semua pada kepo, terutama kawan-kawan yang merasa pernah kuliah di kampus tempat dosen predator itu beraksi. Tapi apakah kita semua akan tetap diam dan bungkam? Menyimpan rahasia umum ini dalam-dalam sembari membiarkan dosen <em>predator <\/em>itu makin merajalela dan melahap para mahasiswa nya? <em>Na\u2019udzubillah min dzalik<\/em><\/p>\n<p>Mengetahui dari berbagai sumber bahwa dosen predator di Malang ini termasuk orang penting dan punya jasa besar terhadap kampus. Tiba-tiba saya jadi teringat kisah ketegasan Rasulullah\u2014seandainya Fatimah Putri Rasulullah mencuri\u2014Rasulullah sendiri yang akan memotong tangannya, bukan membelanya, walaupun Fatimah adalah putri yang sangat dicintainya.<\/p>\n<p>Alangkah indahnya jika siapa saja yang mempunyai kebijakan memecat dosen predator itu bisa meniru Rasulullah, walaupun katakanlah jasa dosen predator itu sebesar gunung, kalau memang sudah terbukti bersalah ya baiknya segera dipecat.<\/p>\n<p>Dosen predator ini tidak hanya di berkeliaran di Malang\u2014beberapa diantaranya ada di Jember dan Semarang\u2014tentu hal ini sangat mencemaskan kalau yang berkuasa di Kampus tidak bisa bertindak tegas, adil, dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya <em>mbok ya <\/em>minimal jangan bius dan bungkam suara mahasiswa dengan kedok agama.<\/p>\n<p>Agama kok digunakan untuk menidurkan aktivis. <em>Ramashok!<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika agama dijadikan sebagai alat politik dampaknya adalah perpecahan dan kehancuran. Lalu bagaimana jika agama dijadikan sebagai obat bius?<\/p>\n","protected":false},"author":79,"featured_media":1801,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[78,488,34,487],"class_list":["post-1779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-agama","tag-dosen-predator","tag-mahasiswa","tag-obat-bius"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/79"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}