{"id":177795,"date":"2022-05-22T14:00:30","date_gmt":"2022-05-22T07:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=177795"},"modified":"2022-05-22T13:48:25","modified_gmt":"2022-05-22T06:48:25","slug":"harapan-untuk-gubernur-baru-jogja-yang-akan-dilantik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harapan-untuk-gubernur-baru-jogja-yang-akan-dilantik\/","title":{"rendered":"Harapan untuk &#8216;Gubernur Baru&#8217; Jogja yang Akan Dilantik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kau kira selama ini Bumi mengitari Matahari? Tidak, Sinyo, tidak. Saking istimewanya, selama ini Bumi dan tata surya itu mengitari Jogja dengan segala keajaiban di dalamnya. Siapa itu Copernicus dengan teori Heliosentris, yang bilang bahwa matahari adalah pusat tata surya? Maksudnya apa? mau bilang matahari lebih istimewa dari Jogja? Halah, halah. Kalau hidup di masa kini, Copernicus pasti sudah ditanya KTP mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan diragukan, Jogja ini memang istimewa sekali. Tidak usah memberi contoh ke mana-mana, hal ini sudah diungkap langsung oleh Sekretaris DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Dilansir dari<\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20220519144617-32-798579\/sultan-hb-x-kembali-dilantik-jadi-gubernur-diy-oktober-2022\"> <span style=\"font-weight: 400;\">CNN Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, blio mengatakan, \u201cDIY ini nanti berbeda dengan provinsi lain, karena kita (DIY) satu-satunya yang akan ada gubernur baru di tahun 2022.\u201d<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_172548\" aria-describedby=\"caption-attachment-172548\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-172548\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_2086387495.jpg\" alt=\"Jika Istilah Klitih Diganti, Apakah Jogja Akan Lebih Baik-baik Saja? Terminal Mojok.co\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_2086387495.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_2086387495-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_2086387495-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_2086387495-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-172548\" class=\"wp-caption-text\">Kawasan Tugu Jogja (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan debat cagub yang mempertontonkan kecakapan dalam menangani masalah-masalah di Jogja kelak, lha wong pemungutan suara saja tidak ada. Ini bukan sulap, bukan juga sihir, melainkan aturan ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan. Makanya, maksud \u201cakan ada gubernur baru\u201d itu karena di daerah lain tidak ada pelantikan gubernur, dan hanya di DIY saja yang akan ada. Sungguh istimewa, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja harapan besar akan membuncah kepada si \u201cgubernur baru\u201d itu. Seperti di daerah lain, ketika ada gubernur baru yang mengisi, tentu akan menambal celah yang ditinggalkan gubernur yang lama. Entah masalah strategi kepemimpinan, pendekatan horizontal ke masyarakat, atau cara menanggulangi problem menahun di suatu daerah. Tentu saja, \u201cgubernur baru\u201d di DIY juga akan melakukan hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan tentu saja masalah kekerasan jalanan (kalau menyebutnya klitih sudah tidak boleh). Sebab, \u201cgubernur lama\u201d dirasa tidak bisa menahan laju kekerasan jalanan di Jogja yang rasanya tiap minggu begitu riuh menghiasi media sosial. \u201cGubernur lama\u201d ini kalau tidak menyuruh orangtua lebih dekat dengan anak-anaknya, pol mentok ya membatasi jam malam.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_174736\" aria-describedby=\"caption-attachment-174736\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-174736\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Arit-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Arit-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Arit-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Arit-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Arit-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174736\" class=\"wp-caption-text\">Arit (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya banyak berharap kepada si \u201cgubernur baru\u201d ini ketika hendak menangani masalah yang gagal ditanggulangi oleh si \u201cgubernur lama\u201d. Ada baiknya, dibuat semacam rancangan menengani emosi anak muda, sebab apa mereka terpantik amarah, sampai mendalami beberapa clash di antara beberapa kelompok yang sering tempuk. Lho, kok malah saya yang mikir masalah klitih, harusnya ya \u201cgubernur baru\u201d ini dong, yaaa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak \u201cgubernur baru\u201d, tolong juga selesaikan permasalahan sampah di Jogja. Hal ini tidak bisa diselesaikan oleh Pak \u201cgubernur lama\u201d karena tiap akhir tahun atau setelah libur panjang, permasalahan sampah di Jogja ini kok ya selalu menguar seperti bau busuk. \u201cGubernur lama\u201d sudah benar kok dalam mengidentifikasi permasalahan dari hulu ke hilir, namun cara menyelesaikan itu kok ya selalu buntu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah lebih baik memperdalam edukasi perihal sampah kepada hulu, lantas memperbaiki fasilitas di hilir? Masalahnya, di hilir ini bukan minim permasalahan lho. Ada penduduk di bantaran pegunungan sampah yang juga merupakan rakyat Jogja yang harus dipikirkan dampaknya. Kalau mau memperluas pembuangan sampah, apakah lahan tersebut tidak dialiri sumber air untuk masyarakat sekitar? Apakah baik juga untuk dampak lingkungan? Lho, lho, kok saya kasih masukan lagi, harusnya ya Pak \u201cgubernur baru\u201d nanti yang memikirkan hal ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176710\" aria-describedby=\"caption-attachment-176710\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-176710\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tumpukan-sampah-di-Piyungan-M-Harits-Fadli-via-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tumpukan-sampah-di-Piyungan-M-Harits-Fadli-via-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tumpukan-sampah-di-Piyungan-M-Harits-Fadli-via-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tumpukan-sampah-di-Piyungan-M-Harits-Fadli-via-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tumpukan-sampah-di-Piyungan-M-Harits-Fadli-via-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176710\" class=\"wp-caption-text\">Tumpukan sampah di Piyungan (M Harits Fadhli via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah kemacetan juga menjadi sesuatu yang rumpang, Pak \u201cgubernur baru\u201d. Hal ini menjadi celah yang ditinggalkan oleh \u201cgubernur lama\u201d dan rasanya sulit sekali untuk mengurai. Permasalahan transportasi umum juga menjadi bumbu dalam kemacetan di Jogja Istimewa Luar Biasa Sakti Mandraguna ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, satu lagi, Pak \u201cgubernur baru\u201d, yakni permasalahan Dana Istimewa\u2026 Hmm, tapi sepertinya saya tidak usah terlalu banyak berkomentar perihal ini. Ya, intinya semoga digunakan untuk hal-hal yang masuk akal dan berimbas baik untuk rakyat. Eh, Dana Istimewa itu untuk rakyat, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum ada pencalonan, pengenalan, pendekatan, penjabaran visi misi, mengetahui seberapa besar ide-ide dalam menangani permasalahan di kota ini, \u201cgubernur baru\u201d sudah diungkap ke publik. Memang benar, masyarakat Jogja itu memang harus nrimo, bahkan ujuk-ujuk ada pelantikan pemimpin baru saja harus nrimo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti di awal, ucapan selamat harus tetap dilayangkan dengan baik dan sempurna kepada \u201cgubernur baru\u201d Yogyakarta. Walau tulisan ini bukan doa bersama, namun saya tetap doakan bahwa gubernur Jogja yang baru, bisa memimpin daerah ini dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Gusti Aditya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-jogja-jangan-mimpi-kaya-kalau-separuh-gajinya-untuk-ongkos-transpor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warga Jogja Jangan Mimpi Kaya kalau Separuh Gajinya untuk Ongkos Transpor<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat nggih, Pak &#8220;gubernur baru&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":178031,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[8664,115,5193,8436,11101],"class_list":["post-177795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gubernur","tag-jogja","tag-klitih","tag-sultan","tag-tpst-piyungan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177795"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177795\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}