{"id":177655,"date":"2022-05-20T08:00:13","date_gmt":"2022-05-20T01:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=177655"},"modified":"2022-05-20T06:17:44","modified_gmt":"2022-05-19T23:17:44","slug":"4-hal-yang-bikin-kamu-pikir-pikir-lagi-untuk-tinggal-di-pinggir-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-kamu-pikir-pikir-lagi-untuk-tinggal-di-pinggir-laut\/","title":{"rendered":"4 Hal yang Bikin Kamu Pikir-pikir Lagi untuk Tinggal di Pinggir Laut"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari setelah pulang dari acara ngunduh mantu di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Wakatobi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wakatobi<\/a>, istri saya ngomong begini, \u201cTernyata rumahmu di Wakatobi itu bener-bener di pinggir laut, ya? Aku pikir &#8216;dekat laut&#8217; yang kamu maksud itu seperti rumahku di daerah pesisir selatan Pulau Jawa. Dekat laut, tapi tetap berjarak. Entah 10 meter, 50 meter, atau bahkan 10 menit sampai 15 menit menggunakan sepeda motor.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait fakta rumah saya yang di pinggir laut ini, beberapa teman juga sering salah paham. Tentu saja tidak terkait dengan apa yang dibilang istri saya di awal paragraf tadi, melainkan lebih kepada pemahaman banyak orang tentang enaknya hidup di dekat laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, hidup di pinggir laut memang kelihatannya enak dan punya sejuta hal bagus. Tapi, mari kita bahas apa saja hal tidak enak ketika rumahmu tidak berjarak dengan laut sama sekali. Siapa tahu hal-hal berikut membuatmu pikir-pikir lagi jika punya keinginan untuk tinggal di pinggir laut.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Gelombang tinggi dan tsunami<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, sebuah rumah berdiri tegak di pinggir laut layaknya menara mercusuar dengan gelombang\u2014tidak terlalu tinggi\u2014sesekali menghantam tembok hasil reklamasi. Yap, begitulah kira-kira rumah saya di Wakatobi sana. Tidak terlalu jauh dengan gambaran rumah pinggir laut yang mungkin kalian lihat di internet ketika mencari Maldives.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau gelombang tinggi mungkin hanya terjadi pada musim-musim tertentu, ketakutan akan datangnya gelombang itu masih juga menghantui kepala. Padahal saya telah tinggal di sana selama 20 tahun, lho.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177763\" aria-describedby=\"caption-attachment-177763\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-177763 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rawan-gelombang-tinggi-dan-tsunami-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rawan-gelombang-tinggi-dan-tsunami-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rawan-gelombang-tinggi-dan-tsunami-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rawan-gelombang-tinggi-dan-tsunami-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rawan-gelombang-tinggi-dan-tsunami-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177763\" class=\"wp-caption-text\">Rawan gelombang tinggi dan tsunami (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketakutan lain yang juga sering muncul jika tinggal di pinggir laut adalah ancaman tsunami. Elevasi rumah yang (rerata) tidak sampai 3 meter ketika air laut pasang adalah hal yang cukup rentan untuk ancaman bernama tsunami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kurang bisa mengingat berapa kali ketakutan mengancam warga kampung ketika isu tsunami berkembang. Tahun 1992 misalnya, setelah tsunami menerjang Flores, ada kabar bahwa tsunami akan sampai di kampung kami beberapa saat kemudian. Saat itu, orang-orang di kampung saya berduyun-duyun mengungsi ke daratan. Padahal daratannya juga elevasinya tak sampai 30 meter di atas permukaan laut.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 Rumah rentan rusak<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di banyak tempat, ancaman terbesar kerusakan rumah misalnya soal tanah yang labil, longsor, atau hal umum lainnya. Di kampung saya, salah satu ancaman terbesar kerusakan rumah adalah bahan baku rumah itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi begini, kondisi kampung yang sedikit pelosok di sebuah pulau kecil membuat orang-orang di kampung saya punya pilihan bahan baku rumah yang terbatas. Jika di beberapa daerah banyak orang menggunakan batu bata untuk tembok rumah, di kampung saya, sebagian besar orang menggunakan batako (dari campuran semen dan pasir) untuk tembok rumah mereka. Dan tentu saja batako sangat rentan dan cepat rusak akibat cuaca dan kondisi rumah yang berada di pinggir laut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa rumah lainnya\u2014milik suku Bajo\u2014yang sebagian besar dibangun menggunakan bahan baku dari kayu pun mengalami kerentanan yang sama. Jadi, rumah-rumah di kampung saya pasti melakukan renovasi beberapa tahun sekali.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 Sampah kiriman<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesekali orang di kampung saya membuang sampah ke laut, dan terkadang hal tersebut dianggap wajar. Lagi pula sampahnya didominasi oleh sampah organik yang masih bisa terurai.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177762\" aria-describedby=\"caption-attachment-177762\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-177762 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tiba-tiba-dapat-kiriman-sampah-plastik-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tiba-tiba-dapat-kiriman-sampah-plastik-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tiba-tiba-dapat-kiriman-sampah-plastik-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tiba-tiba-dapat-kiriman-sampah-plastik-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tiba-tiba-dapat-kiriman-sampah-plastik-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177762\" class=\"wp-caption-text\">Tiba-tiba dapat kiriman sampah plastik (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang cukup menyebalkan tentang sampah ini adalah ketika mendapat kiriman sampah plastik dari suatu tempat yang kadang entah di mana. Ketika saya masih kecil, di saat akses ke kampung saya masih belum seramai sekarang, sekali dua kali saya menemukan bungkus makanan yang hanya bisa saya lihat di TV. Mending kalau sampah plastik itu bisa terurai, lha, kebanyakan sampah kiriman ini tidak bisa terurai.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#4 Makan dengan lauk yang selalu ikan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di pinggir laut di sebuah pulau yang terpelosok akan memaksamu untuk bertahan hidup dengan memanfaatkan apa yang ada. Akses di pulau sangat terbatas? Kalau begitu mari jadikan laut sebagai tempat mencari makanan dan mata pencaharian. Itu yang dilakukan warga kampung saya. Hampir 98 persen warga kampung saya adalah nelayan, dan sudah pasti ikan yang melimpah adalah hal biasa.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177760\" aria-describedby=\"caption-attachment-177760\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-177760 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Makannya-ikan-melulu-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Makannya-ikan-melulu-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Makannya-ikan-melulu-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Makannya-ikan-melulu-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Makannya-ikan-melulu-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177760\" class=\"wp-caption-text\">Makannya ikan melulu (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika di kota saya kesulitan mendapat ikan segar dengan harga murah, di kampung, saya bahkan malas melihat ikan. Lha gimana, selama 20 tahun hidup di sana membuat saya selalu menyantap ikan pagi siang malam. Ya mblenger, Bosque. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin terdengar aneh, tapi di kampung saya, harga ikan setara harga Indomie. Jangan tanya daging ayam dan sapi, ya, karena harga kedua daging itu lebih mahal dari harga ikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, banyak hal yang bikin saya merasa hidup di pinggir laut itu sebenarnya cukup menyedihkan. Dan empat hal yang saya ceritakan di atas hanya sedikit dari sekian banyak hal tidak enaknya hidup di pinggir laut.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Taufik<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hanya-orang-tangguh-yang-sanggup-tinggal-di-dekat-sawah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hanya Orang Tangguh yang Sanggup Tinggal di Dekat Sawah<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tinggal di pinggir laut itu menyedihkan, lho.<\/p>\n","protected":false},"author":50,"featured_media":177761,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[15711,534],"class_list":["post-177655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-pinggir-laut","tag-rumah"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/50"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}