{"id":177542,"date":"2022-05-21T10:00:16","date_gmt":"2022-05-21T03:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=177542"},"modified":"2022-05-21T02:01:47","modified_gmt":"2022-05-20T19:01:47","slug":"bandung-kota-kuliner-tapi-orang-asli-bandung-jarang-kulineran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-kota-kuliner-tapi-orang-asli-bandung-jarang-kulineran\/","title":{"rendered":"Bandung Kota Kuliner, tapi Orang Asli Bandung Jarang Kulineran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak lama, saudara, teman sekolah, teman kuliah, hingga rekan kerja saya selalu bilang bahwa mereka sangat senang ketika berkunjung ke Bandung. Udaranya sejuk dan banyak ragam pilihan kuliner yang bisa dieksplorasi. Akan tetapi, sebagai orang asli Bandung, saya malah nggak relate dengan pernyataan mereka karena orang Bandung asli bakalan bingung ketika ditanya rekomendasi tempat kulineran. Lha gimana, jarang banget kulineran, Bos!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, saya dan teman-teman saya yang asli Bandung memang jarang banget buat kulineran. Kalau nongkrong, kita lebih suka nongkrong di coffee shop langganan alih-alih kulineran seperti yang dilakukan orang luar. Ada sejumlah alasan yang membuat orang Bandung malah jarang kulineran di kota wisata yang disebut-sebut sebagai surganya bagi pencinta kuliner Nusantara. Berikut ini alasannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Harganya nggak masuk kantong, euy!<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kuliner unik dari Bandung sering viral di media di media sosial itu harganya nggak ngotak banget. Buat orang luar, terutama orang Jakarta yang penghasilannya cenderung lebih besar, harga yang terpampang di menu makanannya jelas terhitung murah. Tapi, buat orang sini, harganya mahal banget!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target pasarnya memang bukan untuk warga Bandung yang belum punya kemerdekaan finansial kayak saya, melainkan target pasarnya untuk warga luar maupun warga asli yang sudah punya kemerdekaan finansial. Orang akayak saya pasti mikir seribu kali sebelum kulineran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho, itu kan karena situ nggak punya duit banyak. Orang lain belum tentu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yakin nih? Yakin orang yang duitnya banyak itu mayoritas? Kalau iya, kesenjangan ekonomi nggak bakalan ada~<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169068\" aria-describedby=\"caption-attachment-169068\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169068\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Uang.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Uang.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Uang-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Uang-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Uang-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169068\" class=\"wp-caption-text\">Uang (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#2 Macet<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, selain harganya nggak masuk kantong, tempat kulinernya susah dijangkau karena macet. Udah macet, setibanya di tempat wisata kuliner pun tempatnya penuh banget sampai-sampai harus antre panjang. Begitu tiba gilirannya, nggak bisa lama-lama di sana karena nggak enak, masih banyak yang ngantre. Nah, kalau udah kayak gitu, masih minat kulineran?<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171403\" aria-describedby=\"caption-attachment-171403\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-171403\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-macet.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-macet.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-macet-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-macet-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-macet-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171403\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi macet (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#3 Kulinernya biasa aja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, bagi warga Bandung, tempat kuliner yang selalu dipenuhi warga luar itu biasa aja karena sudah biasa kita konsumsi sehari-hari. Dari kecil, warga Bandung pasti sudah terbiasa mencicipi batagor, cuanki, bakso, hingga mie kocok. Di abang-abang gerobak dekat rumah juga banyak ginian mah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, buat orang asli Bandung, mending beli di abang-abang gerobak atau pesan makanan tersebut via ojek online aja sambil rebahan di rumah. Harganya jauh lebih murah. Kita juga nggak usah bermacet-macetan seharian cuma buat makan makanan yang sudah biasa kita konsumsi dari kecil.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177918\" aria-describedby=\"caption-attachment-177918\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177918\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Cuanki-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Cuanki-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Cuanki-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Cuanki-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Cuanki-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177918\" class=\"wp-caption-text\">Cuanki (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti teman saya yang asli Bali atau Yogya. Ketika saya berkunjung kesana, mereka juga bingung mau membawa saya wisata kuliner ke mana. Sebab, teman saya yang asli sana sama seperti saya, jarang banget kulineran di tanah kelahirannya karena sudah terbiasa dari lahir mencicipi kuliner-kuliner tersebut. Kurang lebih seperti itulah perbandingannya. Warga lokal mah pasti jarang kulineran di tanah kelahirannya. Lebih sering kulineran di tempat lain yang bukan merupakan tanah kelahirannya. Iya kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, jangan salah, bukan berarti saya nggak mendukung suburnya pertumbuhan wisata kuliner di Bandung. Saya sangat senang dengan pertumbuhan wisata kuliner karena telah menyumbang pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat bagi warganya. Tapi, ya itu, sebagai akamsi, bakal jarang kulineran ala-ala. Paling ya pas saudara berkunjung. Sebagai tuan rumah yang baik, saya pastinya harus mengantarkan tamu saya tersebut ke tempat-tempat wisata kuliner tersebut kan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis:\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Raden Muhammad wisnu&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Raden Muhammad wisnu<\/span><br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngakunya-butuh-kerja-tapi-pas-dikasih-info-loker-kok-malah-pilih-pilih-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yha gimana yha.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":177917,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,438],"class_list":["post-177542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-kuliner"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177542"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177542\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}