{"id":177407,"date":"2022-05-17T12:00:45","date_gmt":"2022-05-17T05:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=177407"},"modified":"2022-05-17T10:03:15","modified_gmt":"2022-05-17T03:03:15","slug":"50-kosakata-yang-sering-digunakan-masyarakat-madura-swasta-dalam-interaksi-sehari-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/50-kosakata-yang-sering-digunakan-masyarakat-madura-swasta-dalam-interaksi-sehari-hari\/","title":{"rendered":"50 Kosakata yang Sering Digunakan Masyarakat Madura Swasta dalam Interaksi Sehari-hari"},"content":{"rendered":"<p>Madura swasta merupakan kelakar bagi masyarakat Madura yang secara administratif lahir dan menetap di luar pulau Madura. Istilah tersebut kerap disandang oleh penduduk Madura di wilayah Tapal Kuda\u00ad\u00ad\u00ad\u2014mulai dari Pasuruan hingga Situbondo\u2014yang notabene di sana juga masih kental sama kebudayaan Jawa-nya. Sehingga, apabila berkunjung ke sana, nantinya kalian akan disambut ramah sama masyarakat beraksen \u00adte-sate yang juga fasih berbahasa krama inggil.<\/p>\n<p>Dari segi karakteristik, bahasa Madura swasta sedikit berbeda sama bahasa Madura yang digunakan di wilayah Bangkalan hingga Sumenep\u2014sebut saja Madura negeri. Hal ini dikarenakan banyak kosakata bahasa Madura swasta yang diserap dari bahasa Jawa maupun Indonesia. Secara logat, bayangin aja, deh, betapa estetiknya bahasa ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_177477\" aria-describedby=\"caption-attachment-177477\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177477\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_2099089051.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_2099089051.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_2099089051-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_2099089051-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_2099089051-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177477\" class=\"wp-caption-text\">Panen tembakau (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Nah, pada kesempatan kali ini, saya telah merangkum daftar kosakata bahasa Madura Swasta sehari-hari yang bisa dipelajari dan diharapkan dapat berguna buat kalian jika suatu saat berkesempatan mengunjungi wilayah Tapal Kuda. Berikut beberapa di antaranya.<\/p>\n<h4><strong>#1 So\u2019on <\/strong><\/h4>\n<p>So\u2019on berarti terima kasih. Kosakata ini senada dengan ungkapan suwun dalam bahasa Jawa yang fungsinya juga sebagai ucapan terima kasih.<\/p>\n<h4><strong>#2 De-pade <\/strong><\/h4>\n<p>Berarti sama-sama. Kosakata ini biasa digunakan sebagai balasan dari ungkapan so\u2019on.<\/p>\n<h4><strong>#3 Kabeter<\/strong><\/h4>\n<p>Kabeter memiliki arti khawatir.<\/p>\n<h4><strong>#4 Abuh<\/strong><\/h4>\n<p>Kosakata ini digunakan untuk menyatakan ekspresi kaget, misal saat kemarin kalian mendengar berita bahwa Timnas Indonesia dihajar habis 3-0 oleh Timnas Vietnam. Abuh!<\/p>\n<h4><strong>#5 Congoco<\/strong><\/h4>\n<p>Setelah nge-prank temen kalian, jangan lupa ucapkan kata &#8220;congoco&#8221; yang berarti bercanda.<\/p>\n<h4><strong>#6 Saporana<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti maaf. Kosakata ini senada dengan sepurane dalam bahasa Jawa yang juga bermakna sama.<\/p>\n<h4><strong>#7 Ngaporana<\/strong><\/h4>\n<p>Ngaporana hampir mirip dengan kosakata sebelumnya, tapi artinya jelas berbeda. Ngaporana memiliki arti permisi dan biasa digunakan saat lewat di depan orang tua.<\/p>\n<h4><strong>#8 Permesi <\/strong><\/h4>\n<p>Permesi juga serupa dengan ngaporana. Cuma bahasa ini sering digunakan di lingkungan perkotaan.<\/p>\n<h4><strong>#9 Ngatoreh<\/strong><\/h4>\n<p>Kosakata ini digunakan untuk mempersilakan seseorang. Kemudian juga bisa digunakan untuk menyapa secara halus, misal saat melewati segerombolan orang.<\/p>\n<h4><strong>#10 Du engkok tao deiye<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti mana saya tahu.<\/p>\n<h4><strong>#11 <\/strong><strong>Siah<\/strong><\/h4>\n<p>Siah merupakan seruan untuk menyatakan kemarahan.<\/p>\n<h4><strong>#12 Sengak<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti awas. Istilah ini digunakan untuk memperingatkan. Misal gini, &#8220;Sengak jalanna licin,&#8221; yang artinya awas jalannya licin.<\/p>\n<h4><strong>#13 Bisah<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya bisa.<\/p>\n<h4><strong>#14 Ayuh<\/strong><\/h4>\n<p>Serupa dengan seruan &#8220;ayo&#8221; dalam bahasa Indonesia, ayuh digunakan untuk mengajak orang lain. Contohnya gini, &#8220;Ayuh belli bakso kabut e Jember!&#8221; Artinya, &#8220;Ayo beli bakso kabut ke Jember!&#8221;<\/p>\n<h4><strong>#15 Berempah<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya berapa.<\/p>\n<h4><strong>#16 Deremmah been ariya?<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti gimana kabarmu? Ungkapan ini biasa digunakan untuk menanyakan kabar seseorang yang lebih muda.<\/p>\n<h4><strong>#17 Rah!<\/strong><\/h4>\n<p>Merupakan seruan yang senada dengan seruan sih dalam bahasa Indonesia. Misal gini, &#8220;Apa been, rah!&#8221; Artinya, &#8220;Apaan kamu, sih!&#8221;<\/p>\n<h4><strong>#18 Mataok<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya sok tau. Gunakan istilah ini untuk menyebut seseorang yang sotoy.<\/p>\n<h4><strong>#19 Briye?<\/strong><\/h4>\n<p>Simpelnya kosakata ini berarti, &#8220;Masa, sih?&#8221; Biasa dipakai untuk memastikan kebenaran dari suatu hal.<\/p>\n<h4><strong>#20 Ngambhul<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti ngambek\/merajuk. Istilah ini sering dipakai di Jember dan Lumajang.<\/p>\n<h4><strong>#21 Tedung<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya tidur.<\/p>\n<h4><strong>#22 Meller <\/strong><\/h4>\n<p>Berarti nakal atau sering berbuat usil.<\/p>\n<h4><strong>#23 Mak<\/strong><\/h4>\n<p>Mak serupa dengan kok dalam bahasa Indonesia. Seruan ini biasanya digunakan sebagai pertanyaan mengapa. Misal gini, &#8220;Mak bisah gratis masok Pantai Papuma, been?&#8221; Artinya, &#8220;Kok bisa masuk Pantai Papuma secara gratis, kamu?&#8221;<\/p>\n<figure id=\"attachment_177475\" aria-describedby=\"caption-attachment-177475\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177475\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1885085956.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1885085956.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1885085956-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1885085956-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1885085956-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177475\" class=\"wp-caption-text\">Pantai Papuma (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#24 Gigir<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya marah. Istilah ini tergolong ragam kasar.<\/p>\n<h4><strong>#25 Roma<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti rumah.<\/p>\n<h4><strong>#26 Ngarteh\/taok<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti mengerti\/tahu.<\/p>\n<h4><strong>#27 Percajhe<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti percaya.<\/p>\n<h4><strong>#28 Cerrek\/Cerekkeng<\/strong><\/h4>\n<p>Cerrek berarti pelit, sedangkan cerekkeng berarti pelit banget.<\/p>\n<h4><strong>#29 Ngoca<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti mengucapkan. Istilah ini tergolong ragam kasar.<\/p>\n<h4><strong>#30 Lah-polah<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti kebanyakan tingkah.<\/p>\n<h4><strong>#31 Malolo<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti melulu atau saja. Digunakan sebagai adverbia yang menyatakan tindakan yang sering dilakukan. Contohnya, &#8220;Been tedung malolo, malah tak asekolah.&#8221; Artinya, &#8220;Kamu tidur melulu, tidak bersekolah.&#8221;<\/p>\n<h4><strong>#32 Mak tager deiye?<\/strong><\/h4>\n<p>Sederhananya, mak tager de\u2019iye? berarti, &#8220;Kok sampai segitunya?&#8221;<\/p>\n<h4><strong>#33 Coma<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti cuma.<\/p>\n<h4><strong>#34 Carpak<\/strong><\/h4>\n<p>Sama seperti omong kosong atau bullshit.<\/p>\n<h4><strong>#35 Cek<\/strong><\/h4>\n<p>Berati betapa. Biasa digunakan untuk menyatakan perasaan heran. Misal gini, &#8220;Cek jheuna romana been!&#8221; Artinya, &#8220;Betapa jauhnya rumahmu!&#8221;<\/p>\n<h4><strong>#36 Ya-megaya<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti kebanyakan gaya.<\/p>\n<h4><strong>#37 Bhegus<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti bagus. Bisa juga digunakan untuk mendeskripsikan keindahan dari suatu hal. Misal gini, &#8220;Cek bhegussa pemandangana Kawah Ijen.&#8221; Artinya, &#8220;Betapa bagusnya pemandangan Kawah Ijen.&#8221;<\/p>\n<figure id=\"attachment_177474\" aria-describedby=\"caption-attachment-177474\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177474\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1188057220.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1188057220.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1188057220-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1188057220-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/shutterstock_1188057220-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177474\" class=\"wp-caption-text\">Kawah Ijen (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#38 Dhemma\u2019ah?<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya arti mau ke mana?<\/p>\n<h4><strong>#39 Takok<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti takut.<\/p>\n<h4><strong>#40 Taresna<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya cinta. Sedangkan naresna memiliki arti mencintai.<\/p>\n<h4><strong>#41 Been\/sampiyan\/penjhenengan<\/strong><\/h4>\n<p>Been, sampiyan, dan panjhenengan memiliki arti kamu. Ketiganya dibedakan oleh ragam hormat. Been tergolong ragam kasar, sampiyan ragam halus, kemudian panjhenengan merupakan ragam paling halus\u2014biasanya digunakan untuk orang yang lebih tua.<\/p>\n<h4><strong>#42 Engkok\/kahule<\/strong><\/h4>\n<p>Engkok dan kahule sama-sama berarti aku, bedanya kalau engkok itu ragam kasar sedangkan kahule itu ragam halus.<\/p>\n<h4><strong>#43 Bhender<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti benar.<\/p>\n<h4><strong>#44 Kelero<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti keliru\/salah.<\/p>\n<h4><strong>#45 Tangandik<\/strong><\/h4>\n<p>Artinya punyaku. Digunakan untuk menyatakan kata ganti kepemilikan orang pertama. Misal gini, motor ariya tangandik yang artinya motor ini punyaku.<\/p>\n<h4><strong>#46 Ngewase\/nengale<\/strong><\/h4>\n<p>Ngewase dan nengale memiliki arti melihat. Perbedaan keduanya terletak pada ragam hormat. Ngewase biasa diperuntukkan untuk pemuda, sedangkan nengale untuk orang tua. Kedua kosakata ini serupa dengan kosakata nguwasi\/ningali dalam bahasa Jawa yang artinya juga sama.<\/p>\n<h4><strong>#47 Maske<\/strong><\/h4>\n<p>Memiliki arti meski.<\/p>\n<h4><strong>#48 Nangeng<\/strong><\/h4>\n<p>Serupa dengan kata nanging dalam bahasa Jawa, nangeng memiliki arti tetapi.<\/p>\n<h4><strong>#49 Terro ka been<\/strong><\/h4>\n<p>Dalam bahasa Madura swasta, ungkapan ini digunakan untuk menyatakan perasaan suka terhadap lawan jenis.<\/p>\n<h4><strong>#50 Ngasteteh<\/strong><\/h4>\n<p>Berarti hati-hati. Kosakata ini biasanya digunakan sebagai ucapan hati-hati buat seseorang yang hendak melakukan perjalanan.<\/p>\n<p>Segini dulu ya, bahasa Madura swasta sehari-hari yang berhasil saya rangkum. Setelah mengetahui beberapa kosakata di atas, tentu langkah selanjutnya tinggal mempraktekkan. Dan buat teman-teman Mojokiyah yang ingin tahu lebih banyak tentang Madura Swasta, yuk agendakan main ke Tapal Kuda! Semeru, Bromo, Kawah Ijen, dan wisata-wisata lainnya telah menanti. Ayuh!<\/p>\n<p>Penulis: <span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Ahmad Rizky Wahyudi&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Ahmad Rizky Wahyudi<\/span><br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/50-kosakata-yang-sering-digunakan-suku-osing-banyuwangi-dalam-percakapan-sehari-hari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">50 Kosakata yang Sering Digunakan Suku Osing Banyuwangi dalam Percakapan Sehari-hari<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahu Madura swasta, tidak?<\/p>\n","protected":false},"author":1580,"featured_media":177476,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8794,14669,10710,15694],"class_list":["post-177407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jember","tag-kamus-terminal","tag-madura-swasta","tag-tapal-kuda"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}