{"id":176768,"date":"2022-05-18T12:30:07","date_gmt":"2022-05-18T05:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=176768"},"modified":"2022-05-18T12:15:54","modified_gmt":"2022-05-18T05:15:54","slug":"justru-aneh-kalau-smart-people-kecewa-dengan-podcast-close-the-door","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/justru-aneh-kalau-smart-people-kecewa-dengan-podcast-close-the-door\/","title":{"rendered":"Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pekan kemarin ramai bahasan soal podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier yang mengundang Ragil Mahardika, akhirnya video podcast tersebut di-takedown terhitung sejak tanggal 10 Mei 2022. Orang-orang Indonesia memang gitu, jika membahas masalah moral apalagi seksualitas, pasti ramai. Tentu ramai antara pro dan kontra, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba saja lihat respons netizen kemarin tentang podcast Close The Door yang mengundang Ragil Mahardika, sampai seorang Mahfud MD saja membuat<\/span><a href=\"https:\/\/twitter.com\/mohmahfudmd\/status\/1524168694339084289?s=19\"> <span style=\"font-weight: 400;\">cuitan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> respons soal ini, lho. Memang benar-benar sebegitu hebohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutan orang-orang yang menghujat podcast Close The Door kebanyakan meminta empunya podcast untuk membuat konten yang &#8220;smart&#8221; dan nggak memberikan ruang untuk &#8220;<\/span><a href=\"https:\/\/inet.detik.com\/cyberlife\/d-6071649\/deddy-corbuzier-ditagih-janji-dont-make-stupid-people-famous\"><span style=\"font-weight: 400;\">orang bodoh<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.&#8221; Banyak malah yang sampai membuat video pendek di TikTok yang isinya menyindir Deddy Corbuzier ngomong, &#8220;Don&#8217;t make stupid people famous&#8221;.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177638\" aria-describedby=\"caption-attachment-177638\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177638\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/podcast-Pixabay.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/podcast-Pixabay.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/podcast-Pixabay.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/podcast-Pixabay.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/podcast-Pixabay.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177638\" class=\"wp-caption-text\">Podcast (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya mau nanya satu hal: yang kalian harapkan dari podcast tersebut apasi kawand?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutan kalian itu sebenarnya keliru lho. Deddy Corbuzier, si paling smart itu nggak salah dan nggak pernah salah. Perkara konten dia yang cuman-kayak-gitu, tetap saja dia tidak bisa disalahkan. Ada alasannya lho saya bilang begitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Deddy Corbuzier bukan seorang cendekiawan yang jika membahas moral, akan selaras dengan yang dilakukan. Deddy Corbuzier adalah seorang entertainer. Blio seorang kreator konten. Artinya? Ya tetap tujuan utamanya, dan bukan kewajiban dia, pasti soal engagement dan yang berkaitan dengan itu semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya kalau dia cendekiawan atau smart pipel, yang diundang bukan orang macam Dea Onlyprends sih wqwqwq.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177635\" aria-describedby=\"caption-attachment-177635\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177635\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Onlyfans-Charnsitr-via-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Onlyfans-Charnsitr-via-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Onlyfans-Charnsitr-via-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Onlyfans-Charnsitr-via-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Onlyfans-Charnsitr-via-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177635\" class=\"wp-caption-text\">Onlyfans (Charnsitr via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moralitas dan sejenisnya, tak perlu Deddy pikirkan dalam membuat konten. Wong bukan tugasnya. Meski dia harusnya sadar bahwa konten dia bisa saja memberi pengaruh buruk, tetap saja dia nggak punya kewajiban dan harus sadar akan hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya, kalau memang dia sadar konten dia bisa bawa pengaruh buruk, udah dari dulu dia bikin konten berkualitas xixixi.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kenapa kita nggak membuka POV (point of view) lain saat menonton video tersebut? Kenapa kita nggak menganggap video tersebut cukup sebagai &#8220;pengetahuan&#8221; baru saja? Atau, seenggaknya anggap saja sekadar konten. Nggak usah sampai grasak-grusuk segala. Konten tersebut hanya &#8220;ngobrol&#8221; dan nggak menunjukkan adegan seksualitas, kan? Nggak, saya bukannya mengampanyekan LGBT. Saya cuma bilang kalau kita melihatnya dengan POV berbeda saja. Sampai situ, jangan dipelintir ke mana-mana, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pakai POV ini sekalian: semuanya demi e n g a g e m e n t. Persetan dengan nasib kaum minoritas, semuanya tak masalah asal cuanrrghhh.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_177637\" aria-describedby=\"caption-attachment-177637\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-177637\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pendengar-podcast-Pixabay.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pendengar-podcast-Pixabay.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pendengar-podcast-Pixabay.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pendengar-podcast-Pixabay.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pendengar-podcast-Pixabay.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-177637\" class=\"wp-caption-text\">Pendengar podcast (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, konten tersebut juga nggak melanggar hukum di negara ini. Sampai saat ini belum ada UU juga yang mengatur soal itu. Jadi, ya, mereka nggak melanggar apa pun. Kalau ada yang bilang, &#8220;Heh, kita ada di negara yang menjunjung tinggi moral dan agama. Camkan!&#8221; Kalau soal moral atau aturan agama, ya jelas melanggar. Tapi, konteks yang dibahas di sini kan secara hukum di undang-undang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, apakah moralitas dan agama itu bukan hukum? Hush, saya ini mencoba open minded, mencoba menyelami pikiran kreator konten. Nggak mashok? Ha ancene ra mashok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, kalian ini sebenernya percuma juga marah-marah. Harusnya dari awal, kalian paham kalau hal-hal kek gini tuh nggak pernah tentang promosi suatu paham atau apalah itu, tapi perkara bikin ribut saja. Ada hal yang kontroversial, dijadiin konten, viewers naik, engagement naik. Paham, kebiasaan, pesan, itu semua belum tentu jadi faktor penting. Itulah kenapa ada orang yang cukup \u201cpintar\u201d bikin konten kayak gitu di negara yang penduduknya jelas-jelas menolak konten tersebut. Ya apalagi alasannya kalau bukan keuntungan pribadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang untung dari segala keributan ini ya bukan kita-kita. Ngapain debatin konten nggak bermutu, mending turu ra risiko. Tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran saya, ketimbang gubris konten begituan, mending kalian nonton video mancing. Dialognya paling hanya \u201cSalam sejahtera untuk kita semua, hari ini saya akan mancing nila\u201d, \u201cStrike, Lur\u201d, \u201cTombo teka, lara lungo\u201d, \u201cAlhamdulillah, Lur, hari ini poin banyak.\u201d Tapi, kontennya bikin bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya, kontennya nggak bikin kita ribut. Padahal konten yang diributin ya nggak bagus-bagus amat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Rizky Prasetya<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-podcast-untuk-kesehatan-mental\/\"> <b>5 Rekomendasi Podcast untuk Kesehatan Mental<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<h5><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i> ya.<\/i><\/b><\/h5>\n<h5><b><i>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masak kecewa sih kawand.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":177636,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[901,3316],"class_list":["post-176768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-deddy-corbuzier","tag-podcast"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}