{"id":176636,"date":"2022-05-14T14:30:41","date_gmt":"2022-05-14T07:30:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=176636"},"modified":"2022-05-14T11:04:39","modified_gmt":"2022-05-14T04:04:39","slug":"6-spesialisasi-bedah-dan-kasus-yang-sering-ditangani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-spesialisasi-bedah-dan-kasus-yang-sering-ditangani\/","title":{"rendered":"6 Spesialisasi Bedah dan Kasus yang Sering Ditangani supaya Nggak Bingung Berobat ke Mana"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama menjalani internship di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pusat_Kesehatan_Masyarakat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">puskesmas<\/a>, saya menyadari kalau banyak orang belum mengerti mengenai spesialisasi bedah tertentu. Hal ini memang wajar, pengetahuan masyarakat kita di bidang medis memang terbatas. Lha, jumlah tenaga medisnya saja memang kurang, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi nggak papa, saya akan menjelaskan sedikit beberapa spesialisasi bedah yang mungkin jarang Anda dengar beserta beberapa penyakit yang sering ditangani. Supaya kelak, kalau Anda menderita sakit tertentu, Anda bisa tahu harus langsung pergi ke mana.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Urologi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spesialis urologi menangani masalah utamanya di ginjal dan saluran kemih, baik ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih), kandung kemih, sampai uretra (saluran kencing dari kandung kemih sampai keluar, kalau laki-laki di dalam penis juga organ-organ sekitar yang terkait di dekatnya seperti prostat, penis, dan testis).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, penyakit yang sering kali saya rujuk dari puskesmas ke dokter urologi adalah pembesaran prostat yang saking besarnya sampai menutup jalan kencing dan batu saluran kemih. Baik batunya ada di ginjal, ureter, kandung kemih, maupun uretra.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176689\" aria-describedby=\"caption-attachment-176689\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-176689 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-urologi-menangani-masalah-di-ginjal-dan-kandung-kemih-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-urologi-menangani-masalah-di-ginjal-dan-kandung-kemih-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-urologi-menangani-masalah-di-ginjal-dan-kandung-kemih-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-urologi-menangani-masalah-di-ginjal-dan-kandung-kemih-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-urologi-menangani-masalah-di-ginjal-dan-kandung-kemih-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176689\" class=\"wp-caption-text\">Spesialis urologi menangani masalah di ginjal dan saluran kemih (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter urologi biasanya juga menangani kelainan-kelainan bawaan, misalnya letak lubang kencing yang tidak normal pada laki-laki, atau letak buah zakar yang belum masuk ke kantongnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Bedah Saraf<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit seram kalau ngomongin bedah saraf. Kalau di daerah yang jauh dari pusat kota, kebanyakan dokter bedah saraf menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan kecelakaan yang melibatkan kepala, utamanya otak.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus-kasus stroke yang jenisnya perdarahan juga ditangani oleh dokter bedah saraf. Penanganannya tidak harus dilakukan pembedahan, tergantung jumlah darah yang tercecer di dalam kepala. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mendekat ke kota besar, spesialisasi bedah saraf juga menangani kasus-kasus terkait saraf dari ujung kepala sampai ujung kaki. Misalnya saraf terjepit di punggung sampai penyakit di anggota gerak seperti CTS (Carpal Tunnel Syndrome).<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bidang yang satu ini tergantung jarak dengan kota besar juga. Misalnya di daerah yang jauh dari pusat kota, spesialisasi bedak toraks, kardiak, dan vaskular berfokus pada penanganan penyakit yang berhubungan dengan vaskuler atau pembuluh darah. Misalnya ada seseorang yang kena sabit di kaki, kemudian darahnya ngocor terus, ya dokter BTKV yang menangani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau misalnya ada pasien yang mau hemodialisis, pemasangan CVC (Central Venous Catheter) sebagai penghubung dari tubuh pasien ke alat hemodialisis dilakukan oleh dokter BTKV. Selain itu, kalau ada kecelakaan yang berhubungan dengan dada, apalagi membuat anomali di jantung dan paru-paru, dokter BTKV ini juga yang akan dapat bagian. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bidang ini juga menangani kasus-kasus kelainan jantung pada anak-anak, biasa disebut katup jantung bocor.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat luas kebanyakan memiliki paham kalau dokter bedah plastik hanya menangani operasi-operasi estetika, ya operasi mempercantik hidung, dagu, pipi, dan lainnya. Kebanyakan lupa kalau kepanjangan dari gelar dokter bedah plastik masih ada kata rekonstruksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal rekonstruksi di bidang ini garapannya juga banyak. Contoh kasus yang paling sering terjadi misalnya ada anak lahir dengan kondisi bibir sumbing. Dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetik di sini punya peranan mengoperasi anak tersebut dari masih kanak-kanak sampai perbaikan langit-langit mulutnya di masa remaja.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176690\" aria-describedby=\"caption-attachment-176690\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-176690 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-bedah-plastik-tak-hanya-menangani-soal-kecantikan-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-bedah-plastik-tak-hanya-menangani-soal-kecantikan-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-bedah-plastik-tak-hanya-menangani-soal-kecantikan-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-bedah-plastik-tak-hanya-menangani-soal-kecantikan-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-bedah-plastik-tak-hanya-menangani-soal-kecantikan-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176690\" class=\"wp-caption-text\">Spesialis bedah plastik tak hanya menangani soal estetika (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai info tambahan, misalnya ada pasien selesai operasi bibir sumbing yang suaranya sengau di masa remaja, hal tersebut bisa ditangani jika manajemen tindakan yang dilakukan dokter bedah plastik dan kolega dokter lain terlaksana secara simultan sesuai perkembangan penyembuhan pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetik juga menangani kasus-kasus rekonstruksi kulit pasien yang mengalami luka bakar. Atau kasus pasien yang sudah kena luka bakar dan bagian kulitnya masih ada yang melekat akibat manajemen penyembuhan sebelumnya yang kurang maksimal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Bedah Anak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, dokter spesialis bedah anak masih jarang. Perlu lebih banyak ahli lagi di Indonesia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Garapan dokter bedah anak yang sering biasanya pasien anak yang mengalami intususepsi. Intususepsi adalah pembuntuan usus akibat makanan bayi yang tidak sesuai dengan umurnya. Misalnya bayi usia 5 bulan sudah dikasih jeruk. Pembuntuan ini diakibatkan usus yang saling mencaplok akibat sukar mencerna makanan tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kasus intususepsi, dokter bedah anak juga biasa menangani pasien anak yang menderita hirschprung, yaitu kelainan saraf utama di usus besar, yang membuat si anak tidak bisa mengeluarkan BAB sebaik anak yang normal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai pembagian umur, dokter bedah anak berkompetensi melakukan tindakan pembedahan pada kelompok umur pasien pediatri, kecuali tindakan yang berhubungan dengan jantung anak, karena sudah ditangani dokter BTKV.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Bedah Ortopedi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama bedah ortopedi mungkin sudah banyak didengar orang. Kebanyakan orang Indonesia pahamnya dokter ortopedi melakukan operasi yang berhubungan dengan tulang yang patah atau retak. Padahal lebih dari itu, dokter ortopedi juga berkompetensi untuk menangani lutut dan tulang belakang yang mengalami <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">osteoarthritis, atau yang biasa disebut orang awam sebagai pengapuran. Sakit-sakit pada sendi yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan, biasanya juga ditangani oleh dokter ortopedi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176691\" aria-describedby=\"caption-attachment-176691\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-176691 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-ortopedi-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-ortopedi-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-ortopedi-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-ortopedi-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Spesialis-ortopedi-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176691\" class=\"wp-caption-text\">Spesialis ortopedi (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang saya amati, kadang orang-orang yang mengalami patah tulang merasa belum perlu membawa keluhan mereka ke dokter ortopedi. Dan ini nyatanya banyak. Padahal penanganan pada kasus yang sudah terlambat itu jauh lebih sulit ketimbang kasus patah tulang yang baru saja terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa demikian? Ya karena pada kasus yang telah lama, penyembuhan sudah berjalan, tulang sudah ada sebagian yang menyambung, begitu pun dengan jaringan di sekitarnya yang mulai beradaptasi dengan penyembuhan yang posisinya kurang bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, sangat disarankan kalau misalnya Anda mengalami patah atau retak pada tulang, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari keenam spesialisasi bedah di atas, masih kurang satu spesialisasi, yaitu bedah umum. Namun karena bidang yang ditangani begitu luas, akan saya ceritakan di artikel lain saja~<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prima Ardiansah Surya<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/duka-pengidap-fobia-nasi-yang-hidup-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Duka Pengidap Fobia Nasi yang Hidup di Indonesia<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FYI, dokter bedah plastik nggak hanya melakukan operasi yang berhubungan dengan estetika, ya.<\/p>\n","protected":false},"author":887,"featured_media":176688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[3781,15672],"class_list":["post-176636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-dokter-spesialis","tag-spesialis-bedah"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/887"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}