{"id":176526,"date":"2022-05-13T12:00:36","date_gmt":"2022-05-13T05:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=176526"},"modified":"2022-05-13T01:19:06","modified_gmt":"2022-05-12T18:19:06","slug":"pacaran-kok-tuker-tukeran-media-sosial-situ-waras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pacaran-kok-tuker-tukeran-media-sosial-situ-waras\/","title":{"rendered":"Pacaran kok Tuker-tukeran Media Sosial, Situ Waras?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial selalu menyajikan persoalan yang bisa membuat netizen geger. Pembahasan kali ini cukup menarik: apakah penting, saat pacaran saling tukar media sosial?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Respons para netizen pun beragam. Banyak yang menolak hal tersebut, bagi mereka, alih-alih perwujudan cinta, hal tersebut tak lebihnya romantisasi penjajahan privasi. Pun tak sedikit pula yang setuju, ya sekadar untuk transparansi hubungan, tegas mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sisanya sudah jelas, mau saling tukar media sosial atau tidak, melihat dua kubu saling berdebat di Twitter sudah merupakan kepuasan tersendiri bagi golongan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, setidaknya bagi saya, ini lebih asik diperbincangkan daripada masalah receh seperti bubur diaduk atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini pun langsung membagi netizen menjadi dua kubu: pro dan kontra. Di kubu kontra, tentu banyak yang tidak sepaham terkait aksi saling tukar media sosial ini. Bagi mereka, ini sudah melanggar privasi salah satu pihak. Kubu ini menaruh cinta di atas batasan yang jelas. Mereka tetap saling mencintai, tapi tahu, mana garis yang tidak boleh untuk dilewati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun dengan kubu yang lain (pro), mereka beranggapan bahwa ini adalah satu bentuk rasa sayang. Saling tukar media sosial, bagi kubu ini adalah perwujudan kepercayaan antar pasangan. Kasarnya, kalau kamu percaya aku, ya jangan ada yang ditutup-tutupi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kedua pendapat tersebut disatukan dan dicari kesamaannya, pada dasarnya, baik kubu pro maupun kontra sepakat bahwa menjalin sebuah hubungan asmara tentu akan membuat kita saling berbagi banyak hal dengan pasangan. Berbagi kasih, keluh kesah, kesenangan, atau kesedihan. Pembedanya hanya di berbagi password media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu akun Twitter dengan username @utaeeeeee mencoba melempar twit sindiran untuk mereka yang setuju bahwa saling tukar media sosial adalah suatu bentuk perwujudan cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tahun 2010-an, menurut saya, saling bertukar hal-hal yang sifatnya pribadi dengan pasangan merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan. Saya ambil contoh, handphone.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri tak munafik. Saat SMP, saya pernah sekali menjalin sebuah hubungan asmara. Ya, cinta monyet, lah. Sependek yang saya ingat, saya saling bertukar handphone dengan si dia. Sehari ponsel saya ia pegang dan begitupun sebaliknya (jika salah, semoga yang bersangkutan membenarkan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, saya merasa menjadi sosok pasangan yang paling keren di universe ini. Sesimpel karena tak akan mengkhianati sebuah hubungan yang suci tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya, untuk kamu yang pro terhadap tradisi pacaran saling tukar media sosial, simak dulu alasan bahwa hal tersebut memang sudah seharusnya dihilangkan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Alih-alih membangun kepercayaan, hal ini justru merusaknya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham, mungkin kalian wahai kaum yang pro terhadap tradisi tukar menukar media sosial menganggap bahwa hal ini akan membangun rasa saling percaya antara kamu dengan si dia.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176612\" aria-describedby=\"caption-attachment-176612\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-176612\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pacaran-tapi-saling-curiga-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pacaran-tapi-saling-curiga-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pacaran-tapi-saling-curiga-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pacaran-tapi-saling-curiga-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pacaran-tapi-saling-curiga-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176612\" class=\"wp-caption-text\">Pacaran tapi saling curiga (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya? Tidak. Justru ini adalah bukti bahwa kamu ternyata tak memercayai pasanganmu. Simpel, kalau kamu menaruh rasa percaya kepada si dia, tentu kamu tak terlalu ingin tahu dengan siapa dia berinteraksi, karena ada keyakinan bahwa pasanganmu tak akan mengkhianati hubungan suci kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh, kalau memang pasangan sudah berniat untuk selingkuh, dia pasti punya 1001 cara untuk dilakukan bukan?<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Melanggar privasi orang lain<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial terkadang tak hanya berisi pesan antara kamu dan si dia. Misal, kamu bertukar Instagram dengan pasanganmu, yang mana saat itu kamu masuk ke dalam close friend dari salah satu temanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam Instastory close friend, temanmu sering mengunggah konten yang sifatnya pribadi dan beruntungnya kamu menjadi salah satu orang yang dipercaya untuk dapat melihat hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu bertukar password Instagram, bukan tidak mungkin pasangamu bisa melihat Instastory yang sifatnya pribadi itu bukan? Dalam kasus ini, kamu dan pasangan sudah melanggar privasi dari orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus lain, pasanganmu bisa saja membaca isi curhatan dari temanmu, di mana sebelumnya kamu sudah berjanji tak akan menyebarkannya kepada orang lain. Dalam tataran etika, kamu secara mutlak adalah seorang pelanggar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun punya pengalaman pribadi terhadap pelanggaran satu ini. Pernah suatu waktu saya ingin curhat ke salah satu kawan, belum saya menulis satu kata pertama, dia sudah memberikan warning.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPindah di nomorku satunya saja, ya. WhatsApp yang ini disadap pacarku,\u201d tulisnya yang saya yakin buru-buru dihapus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya ini aneh. Ngapain. Ini kamu sedang pacaran atau mencoba meniru KPK yang ingin melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176613\" aria-describedby=\"caption-attachment-176613\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-176613\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Saling-curiga-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Saling-curiga-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Saling-curiga-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Saling-curiga-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Saling-curiga-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176613\" class=\"wp-caption-text\">Saling curiga (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#3 Tidak memiliki ruang pribadi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu mungkin mengamini bahwa menjalin sebuah hubungan asmara tentu akan saling berbagi hal kepada pasangan. Namun, tak segala hal mesti dibagikan kepada pasangan, bukan? Ada beberapa kasus di mana kamu tidak ingin membagikannya ke orang lain, termasuk ke pasanganmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berkaitan dengan ruang privat. Sulit untuk tidak setuju bahwa setiap manusia tentu butuh ruang privat, di mana itu berisikan hal-hal yang sangat pribadi dan tidak ingin dibagikan kepada orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah itu foto selfie, tulisanmu yang gagal, atau puisi yang sengaja kamu simpan untuk diberikan kepada si dia suatu hari nanti. Semuanya. Apa pun yang tak ingin kamu bagikan kepada siapapun. Pacaran sekalipun, ruang privat harus dan wajib dihormati.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Bikin kamu overthinking dan buang-buang waktu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Last but not least, saling bertukar media sosial tentu akan menambah beban pikiranmu. Kamu akan sering overthinking terhadap segala yang terjadi pada akun media sosial si dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok dia \u00adnge-like postingan si A?\u201d, \u201cKok si B tiba-tiba follow si dia?\u201d, \u201cIni kenapa mantan si dia tiba-tiba nge-react story?\u201d Tentu pertanyaan-pertanyaan ini akan sering muncul dan selalu berlarian di dalam kepalamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, kamu akan menjadi overthinking dan selalu berpikiran buruk terhadap pasanganmu. Kamu semakin membebani otakmu dengan hal-hal yang belum tentu terjadi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_176614\" aria-describedby=\"caption-attachment-176614\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-176614\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Overthinking-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Overthinking-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Overthinking-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Overthinking-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Overthinking-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-176614\" class=\"wp-caption-text\">Overthinking (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu tidak enak bukan, jika setiap hari kamu beraktivitas dengan pertanyaan-pertanyaan yang membebani tersebut? Pacaran, bukannya membawa kebahagiaan, malah mengisi otakmu dengan pikiran tak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, yang jelas akan buang-buang waktu. Selain kamu sibuk mengecek media sosialmu sendiri, kamu akan menambah sedikit waktu untuk melihat akun Instagram atau Twitter milik si dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah alasan-alasan kamu tidak seharusnya melakukan tradisi saling bertukar media sosial dengan pasangan. Mengingat hal tersebut bukanlah bukti dari perwujudan cinta, bertukar media sosial tak lebihnya romantisasi penjajahan privasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pacaran ya pacaran aja, nggak usah kebanyakan atraksi deh.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Devandra Abi Prasetyo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pacaran-kok-wajib-chattingan-seharian-hubungannya-waras-nggak-tuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pacaran kok Wajib Chattingan Seharian, Hubungannya Waras Nggak, tuh?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pacaran kok wagu.<\/p>\n","protected":false},"author":1757,"featured_media":176611,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[102,167,15668],"class_list":["post-176526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-media-sosial","tag-pacaran","tag-trust-issues"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1757"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}