{"id":175969,"date":"2022-05-07T12:01:38","date_gmt":"2022-05-07T05:01:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=175969"},"modified":"2022-05-07T12:01:38","modified_gmt":"2022-05-07T05:01:38","slug":"kuningan-dan-cirebon-berbeda-tapi-saling-melengkapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuningan-dan-cirebon-berbeda-tapi-saling-melengkapi\/","title":{"rendered":"Kuningan dan Cirebon: Berbeda tapi Saling Melengkapi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebaran tahun ini rasanya berbeda bagi diri saya. Biasanya saya menghabiskan waktu mudik lebaran di kampung halaman Bapak saya di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Kuningan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kuningan,<\/a> Jawa Barat. Tapi tahun ini, saya menghabiskan waktu selama 3 hari di kampung halaman Ibu saya di daerah Cirebon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seseorang yang mempunyai darah Kuningan dan Cirebon, saya merasa darah Kuningan saya lebih dominan. Saya lebih fasih berbahasa Sunda dibandingkan berbahasa Cirebon, saya lebih hafal daerah-daerah di Kuningan, dan bahkan saya lebih menyukai liburan di Kuningan karena menurut saya kedua kota ini benar-benar berbeda meskipun bertetanggaan. Mulai dari segi bahasa, geografis, kebudayaan, dan suhu kedua kota tersebut yang benar-benar berbeda, bahkan saya rasa mengalahkan perbedaan suhu antara Bogor dan Bekasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, lebaran tahun ini benar-benar membuka mata saya bahwa kedua kota ini mempunyai keunikan sendiri yang saling menutupi kekurangannya masing-masing. Pertama, urusan makanan. Sebagai seseorang yang suka dengan makanan yang gurih dan pedas saya rasa Cirebon menang dalam urusan ini. Banyak sekali makanan khas kota ini yang saya rasa layak dijadikan saingan rendang sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Ada nasi jamblang dengan lauknya seperti perkedel, sate kentang, paru goreng, sambel goreng, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175975\" aria-describedby=\"caption-attachment-175975\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175975\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Empal-gentong-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Empal-gentong-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Empal-gentong-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Empal-gentong-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Empal-gentong-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175975\" class=\"wp-caption-text\">Empal gentong (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ada juga empal gentong yang menurut saya menjadi rajanya makanan kota ini, apalagi jika ditambah dengan bumbu pedasnya, mantap tiada tanding! Dan tidak lupa juga dengan mi koclok yaitu mi dengan kuah kental santan ditambah suwiran daging ayam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, urusan tempat wisata di mana saya pikir saya tidak bisa memutuskan siapa pemenangnya karena wisata keduanya jelas berbeda. Di Kuningan wisatanya dominan dengan wisata ala pegunungan seperti air terjun dan tempat wisata di kaki dan lereng gunung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk Cirebon, tempat wisatanya seperti umumnya kota-kota besar di pesisir. Ditambah dengan wisata kuliner dan batiknya, seperti Pelabuhan Cirebon tempat saya menenangkan pikiran. Kemudian ada daerah Trusmi dengan batik Trusmi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175977\" aria-describedby=\"caption-attachment-175977\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175977\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Telaga-Biru-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Telaga-Biru-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Telaga-Biru-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Telaga-Biru-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Telaga-Biru-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175977\" class=\"wp-caption-text\">Telaga Biru (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir tentunya dalam hal bahasa. Kedua kota ini memiliki bahasa yang sangat berbeda. Masyarakat Kuningan berbahasa Sunda sedangkan masyakarat Cirebon menggunakan bahasa jawa dialek Cirebon. Meskipun menggunakan bahasa Sunda, tetapi ada banyak kosa kata bahasa Sunda yang digunakan oleh masyakrakat Kuningan yang berbeda dengan daerah di tatar sunda lainnya. Sehingga tak jarang ketika saya berbicara dengan teman saya yang berasal dari Bandung, Garut atau Banten terkadang mereka bingung apa yang saya ucapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti misalnya, saya lebih sering menggunakan kata \u201cmadang\u201duntuk makan dan \u201cka mendi\u201d untuk \u201cke mana\u201d. Hal tersebut mungkin karena Kuningan berbatasan dengan Cirebon dan Provinsi Jawa Tengah sehingga ada kosa kata dari bahasa Jawa yang terbawa oleh masyarakat Kuningan. Bahasa Cirebon merupakan bahasa yang unik, dengan akar utama yaitu Bahasa Jawa tetapi dengan dialek yang berbeda. Contoh, kata sembilan dalam bahasa Jawa dilafalkan \u201csongo\u201d, tapi untuk Cirebon, dilafalkan \u201csanga\u201d.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175978\" aria-describedby=\"caption-attachment-175978\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175978\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kuningan-Harisman-via-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kuningan-Harisman-via-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kuningan-Harisman-via-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kuningan-Harisman-via-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kuningan-Harisman-via-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175978\" class=\"wp-caption-text\">Kuningan (Harisman via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, Kuningan dan Cirebon adalah dua kota yang berbeda, namun saling melengkapi. Kalau pengin healing, bisa ke Kuningan. Kalau butuh sayuran, bisa ke Cirebon. Apa yang tak dimiliki oleh Kuningan, akan dilengkapi oleh Cirebon. Begitu juga sebaliknya. Dan menurut saya, kedua kota ini adalah sebaik-baiknya representasi Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tapi satu jua.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ghifari Laili Rizqy<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sekte-membasahi-sikat-sebelum-gosok-gigi-perlu-dapat-perhatian-lebih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sekte Membasahi Sikat Sebelum Gosok Gigi Perlu Dapat Perhatian Lebih<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbeda tapi saling melengkapi<\/p>\n","protected":false},"author":992,"featured_media":175976,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1499,15613],"class_list":["post-175969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cirebon","tag-kuningan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/992"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175969"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175969\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}