{"id":175219,"date":"2022-04-27T10:00:11","date_gmt":"2022-04-27T03:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=175219"},"modified":"2022-04-26T22:31:47","modified_gmt":"2022-04-26T15:31:47","slug":"5-jenis-teman-nongkrong-yang-sebaiknya-diajak-biar-ngumpulmu-nggak-wagu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-jenis-teman-nongkrong-yang-sebaiknya-diajak-biar-ngumpulmu-nggak-wagu\/","title":{"rendered":"5 Jenis Teman Nongkrong yang Sebaiknya Diajak biar Ngumpulmu Nggak Wagu"},"content":{"rendered":"<p><em>Supaya acara ngumpulmu jadi seru dan nggak wagu, ada beberapa jenis teman nongkrong yang sebaiknya nggak skip untuk selalu diajakin.<\/em><\/p>\n<p>Jika manusia masih hidup di taman Firdaus, mungkin kita tidak perlu susah payah bertahan hidup dan menjaga kewarasan. Namun, takdir telah membawa manusia ke dunia yang serba embuh dan penuh kegilaan. Maka dari usaha manusia untuk mempertahankan kewarasan, lahirlah budaya adiluhung yang bernama nongkrong.<\/p>\n<p>Nongkrong sudah setua peradaban itu sendiri. Budaya untuk bersosialisasi di tempat khusus ini terus dijaga eksistensinya oleh manusia. Akan tetapi, budaya yang menjadi ajang healing dan berbagi informasi ini tergerus oleh manusia-manusia nyebai. Selalu saja ada tongkrongan yang bubar hanya karena satu dua manusia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_175224\" aria-describedby=\"caption-attachment-175224\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175224\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_579474469.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_579474469.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_579474469-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_579474469-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_579474469-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175224\" class=\"wp-caption-text\">Nongkrong bareng teman (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lalu apakah ini garis takdir? Apakah tongkrongan akan seperti jamur yang hidup dan mati dalam siklus? Ataukah kita bisa terus menjaga tongkrongan tetap abadi seperti semboyan ormas tentara rasa jeruk itu?<\/p>\n<p>Kuncinya adalah hadirnya manusia-manusia yang tepat dalam tongkrongan. Bukan berarti Anda harus terlalu memilih dan menyingkiri teman nongkrong yang spesifikasinya kentang. Namun, ada baiknya dalam tongkrongan Anda, terdapat manusia-manusia dengan peran berikut. Tentu, ini demi terjaganya tongkrongan Anda dari kepunahan.<\/p>\n<h4><strong>#1 Teman nongkrong yang jadi dropshipper candaan<\/strong><\/h4>\n<figure id=\"attachment_175223\" aria-describedby=\"caption-attachment-175223\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175223\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_646579972.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_646579972.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_646579972-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_646579972-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_646579972-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175223\" class=\"wp-caption-text\">Kita butuh orang yang punya banyak stok guyonan (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Teman seperti ini akan selalu menjadi petromax yang menyinari komunal Anda. Dengan cadangan jokes yang lebih banyak dari bansos yang dikorupsi, ia adalah alasan tongkrongan Anda hidup. Saya pikir, teman seperti ini akan masuk ke dalam tongkrongan Anda secara natural. Kalaupun tidak, coba Anda mulai plotting lingkar pertemanan Anda. Minimal dalam satu tongkrongan ada satu badut seperti ini.<\/p>\n<h4><strong>#2 Teman nongkrong yang putus urat malunya<\/strong><\/h4>\n<p>Kadang orang semacam ini dipandang sebagai sampah tongkrongan. Jangan salah, justru orang yang putus urat malunya adalah sumber kebahagiaan. Dari nyablak sana-sini, sampai jadi ujung tombak saat meminjam korek orang. Orang seperti ini juga bisa jadi magnet persahabatan karena ia akan menggerus kekakuan di antara teman-temannya.<\/p>\n<p>Mungkin akan jadi masalah tersendiri ketika sikap tidak punya malu ini muncul tidak pada tempatnya. Tapi saya yakin, dengan saling mengingatkan, orang tidak punya malu adalah roh tongkrongan Anda.<\/p>\n<h4><strong>#3 Teman nongkrong yang paham politik dan hukum<\/strong><\/h4>\n<p>Ingat, PAHAM POLITIK DAN HUKUM, bukan orang yang suka berdebat masalah politik dan hukum. Mengapa ini penting? Pasalnya, orang yang demikian akan menjaga tali silahturahmi antar teman. Ia akan menetralisir segala gesekan sudut pandang politik di antara Anda semua. Jadi tidak perlu membuat WhatsApp Group yang bertujuan membredel teman yang bacot politiknya melebihi buzzer.<\/p>\n<figure id=\"attachment_175225\" aria-describedby=\"caption-attachment-175225\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175225\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1236719497.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1236719497.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1236719497-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1236719497-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1236719497-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175225\" class=\"wp-caption-text\">Obrolannya kadang butuh agak serius (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Paham hukum juga penting. Agar Anda semua terbebas dari kegoblokan akibat menelan mentah-mentah kabar di media sosial. Minimal sebelum bicara ndakik-ndakik tentang sebuah isu, ada satu orang yang paham betul landasan hukumnya.<\/p>\n<h4><strong>#4 Teman nongkrong yang jomblo<\/strong><\/h4>\n<p>Teman yang jomblo bukanlah sasaran bully. Justru teman yang tunaasmara ini adalah manusia paling loyal di tongkrongan. Setidaknya, ada satu insan yang selalu hadir saat nongkrong. Ketika yang lain kena masalah visa dan perizinan dari pasangan, teman yang jomblo selalu ada untuk Anda semua.<\/p>\n<p>Teman yang jomblo juga menjadi ladang berkah bagi Anda. Dengan membantu ia menemukan pujaan hati, doa kaum tunaasmara akan terus membawa berkah di tongkrongan Anda. Bukankah ini meningkatkan value tongkrongan Anda?<\/p>\n<h4><strong>#5 Teman nongkrong yang kenal dengan pegawai tongkrongan<\/strong><\/h4>\n<p>Ada dua alasan betapa pentingnya teman seperti ini. Pertama, demi menjaga ruang kumpul Anda tetap tersedia. Minimal sebelum nongkrong, Anda bisa memastikan ada kursi dan meja kosong. Jadi, Anda dan kawan lainnya tidak ngenes-ngenes banget, lah. Sudah janjian nongkrong, malah berakhir dengan bubar sebelum bicara ndakik-ndakik.<\/p>\n<p>Yang kedua, tongkrongan Anda bisa kebal jam malam. Dengan meminta teman Anda memelas minta tambahan waktu, Anda bisa menuntaskan persekutuan meskipun sudah sedikit lewat jam tutup.<\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-nggak-enaknya-ikut-dalam-sirkel-nongkrong-orang-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Betapa Nggak Enaknya Ikut dalam Sirkel Nongkrong Orang Lain<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak ada dia, nggak rame.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":175222,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[1385,143],"class_list":["post-175219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-nongkrong","tag-teman"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175219"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175219\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}