{"id":175146,"date":"2022-04-26T11:00:30","date_gmt":"2022-04-26T04:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=175146"},"modified":"2022-04-26T11:19:22","modified_gmt":"2022-04-26T04:19:22","slug":"5-drama-korea-dengan-alur-nggak-jelas-yang-bikin-geleng-geleng-kepala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-drama-korea-dengan-alur-nggak-jelas-yang-bikin-geleng-geleng-kepala\/","title":{"rendered":"5 Drama Korea dengan Alur Nggak Jelas yang Bikin Geleng-geleng Kepala"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama Korea kini telah menjadi tontonan global. Kualitasnya makin berkembang seiring waktu. Namun, di antara drama-drama berkualitas yang tayang, terdapat drama Korea yang tampaknya tidak begitu peduli dengan naskahnya. Beberapa drama Korea semacam ini bisa sangat menghibur karena kebodohan dan keabsurdannya, tapi beberapa lainnya bisa bikin kepala pusing dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">badmood<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seharian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 5 drama Korea nggak jelas yang bikin geleng-geleng kepala.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 The Penthouse<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa tak tahu drama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">makjang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> paling populer sejagat drakor ini. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/walau-membagongkan-bak-sinetron-indonesia-berikut-pelajaran-yang-bisa-dipetik-dari-drakor-the-penthouse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>The Penthouse<\/em><\/a>, atau lengkapnya <em>The Penthouse: War In Life<\/em> ini merupakan drama tentang para (pengikut Dajjal) penghuni Penthouse megah yang bersaing demi kehormatan dan kekayaan. Drama ini memuat perselingkuhan, pembunuhan, penipuan, dan penyimpangan-penyimpangan lain. Bahkan naskahnya saja menyimpang, lho.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175170\" aria-describedby=\"caption-attachment-175170\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175170\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1562062513.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1562062513.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1562062513-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1562062513-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1562062513-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175170\" class=\"wp-caption-text\">Drama Korea dengan latar cerita di Penthouse (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Season pertama <em>The Penthouse<\/em> sejujurnya cukup menghibur dan bikin saya gregetan, cukup <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">well written<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga. Namun, season kedua dan ketiganya seperti ditulis oleh anak SMP yang ditugasi menulis naskah sinetron dalam waktu singkat, nggak jelas. Masalahnya bukan cuma di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">storyline, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tapi penulisan karakter, adegan, dan dialog pun sama ambyar-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton <em>The Penthouse<\/em> itu ibarat nonton sitkom norak yang nggak lucu sama sekali. Segala hal dilakukan supaya jalan cerita menjadi panjang. Karakter mati dihidupkan lagi, tiba-tiba muncul kembaran karakter, atau karakter dari antah berantah yang tiba-tiba masuk dan sok asyik. Beberapa teman saya bahkan mengecap <em>The Penthouse<\/em> sebagai sinetron versi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">high budget.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 Pegasus Market<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Pegasus Market<\/em> adalah drama komedi adaptasi Webtoon yang nggak jelas, tapi saya betah nontonnya. Lho, kok gitu? <em>Pegasus Market<\/em> ini drama teraneh dan terbodoh yang pernah saya tonton. Namun, keanehan dan kebodohannya itu justru yang bikin drama ini menghibur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama yang dibintangi Lee Dong Hwi dan Kim Byung Chul ini menceritakan tentang seorang petinggi perusahaan yang diturunkan jabatannya menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sajangnim<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di anak perusahaan yang merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">department store<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tempat mencuci uang. Di sana, dia bertemu seorang manajer yang rajin bekerja, tapi naif. Lantaran merasa tidak terima atas keputusan presdir perusahaan itu, dia memulai misi balas dendam dengan cara menghancurkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">department store <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175168\" aria-describedby=\"caption-attachment-175168\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175168\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_648139945.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_648139945.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_648139945-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_648139945-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_648139945-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175168\" class=\"wp-caption-text\">Menonton drama ini bikin kita bingung dengan alurnya (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duet Kim Byung Chul dan Lee Dong Hwi menciptakan banyak sekali adegan komikal yang akan membuatmu terbahak-bahak. Saya rasa, drama ini memang sengaja dibuat bodoh untuk tujuan hiburan. Setiap episodenya, penonton disuguhi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">slapstick<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> absurd hingga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">twist <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang membagongkan. Selain itu, karakter-karakter dalam drama ini sudah dibuat lucu sejak awal. Tanpa plot sekalipun, drama ini akan tetap menghibur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 Mouse<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Mouse<\/em> saya catat sebagai salah satu drama paling mengecewakan tahun lalu. Bagaimana tidak, drama ini dibintangi oleh nama-nama seperti Lee Seung Gi dan digembor-gemborkan sebagai calon psychological thriller terbaik, tapi malah ngaco. <em>Mouse<\/em> ini drama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">whodunnit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang buruk dan thriller yang dipaksakan. Elemen detektif dibikin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">njelimet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan penuh plot twist. Padahal, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">whodunnit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang baik seharusnya mampu mengajak penonton ikut menerka. Kasih penonton petunjuk, jangan kejutan yang sama sekali tidak ditanam sejak awal. Itu menjengkelkan. Pada saatnya pengambilan kesimpulan tiba, penonton sudah capek dan stres duluan. Tidak ada tuh yang namanya momen eureka pas nonton drama tikus ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#4 Police University<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Police University<\/em> ini juga termasuk drama yang nggak jelas arah tujuannya. Pengin disebut komedi, tapi nggak lucu. Thriller juga terlalu lunak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Whodunnit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya murahan dan mudah diprediksi. Romance? Halah, apalagi ini. Drama yang menceritakan kehidupan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mahasiswa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa baru<\/a> Universitas Polisi ini tidak punya fokus yang jelas. Plotnya terlalu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngalor-ngidul<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti sinetron tapi berdurasi lebih pendek. Padahal kalau drama ini dibuat fokus ke kehidupan kampusnya (percintaan, persahabatan, dan lain-lain) akan lebih menarik daripada memadukannya dengan thriller.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175167\" aria-describedby=\"caption-attachment-175167\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175167\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_431020675.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_431020675.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_431020675-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_431020675-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_431020675-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175167\" class=\"wp-caption-text\">Drama Korea dengan latar cerita di sekolah polisi (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa saya yakin kreatornya terinspirasi dari film<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> action comedy <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">populer, <em>Midnight Runners<\/em>, yang menceritakan dua mahasiswa kepolisian yang berusaha mengungkap kasus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">human trafficking. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, <em>Police University<\/em> tidak bisa menyamai sepersen pun daya tarik film itu. Drama ini terlalu hambar dan nggak jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 The Boy Next Door<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Boy Next Door<\/em> adalah webdrama yang dibintangi Choi Woo Shik (<em>Parasite, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-alasan-our-beloved-summer-wajib-kamu-tonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Our Beloved Summer<\/a><\/em>) dan Jang Ki Young (<em>My Roomate is a Gumiho<\/em>). Webdrama ini bikin saya geleng-geleng sejak episode pertamanya (kamu bisa menontonnya di Youtube Dingo). Bukan karena jelek, tapi karena karakter-karakternya yang bodoh dan bikin gregetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Plot dan narasi apa yang sebenernya mau diangkat memang tidak fokus, tapi duet Choi Woo Shik dan Jang Ki Young mampu menghidupkan webdrama ini. Tingkah kocak kedua karakter utama bikin saya betah nonton walaupun kadang perut saya sampai sakit nahan ketawa. Untuk kamu yang ingin menonton webdrama ini, saran saya copot dulu otaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia 5 drama Korea nggak jelas yang bikin geleng-geleng kepala. Ada yang kocak banget, ada yang jelek banget. Tinggal pilih mau yang mana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: <span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Rizal Nurhadiansyah&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:769,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;11&quot;:3,&quot;12&quot;:0}\">Rizal Nurhadiansyah<\/span><br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-drama-korea-yang-overrated\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Drama Korea yang Overrated<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logika penulisnya memang luar biasa.<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":175169,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[12439,1293,447],"class_list":["post-175146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-alur-cerita","tag-drama-korea","tag-penulis"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}