{"id":175100,"date":"2022-04-25T22:30:10","date_gmt":"2022-04-25T15:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=175100"},"modified":"2022-04-25T22:53:05","modified_gmt":"2022-04-25T15:53:05","slug":"the-mist-film-sci-fi-horor-dengan-ending-paling-brutal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/the-mist-film-sci-fi-horor-dengan-ending-paling-brutal\/","title":{"rendered":"The Mist, Film Sci-Fi Horor dengan Ending Paling Brutal"},"content":{"rendered":"<p><em>Saya nobatkan The Mist sebagai film sci-fi horor dengan ending paling brutal. Pedih, Buos.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang nggak tahu Stephen King? Stephen King adalah salah satu dari sekian banyak penulis kontemporer berprestasi yang telah menerbitkan 64 novel dan lima buku non-fiksi. Novel yang dibuat oleh Stephen King umumnya bergenre horor, fiksi ilmiah, dan fantasi. Karya-karya King sebagian telah diadaptasi menjadi layar lebar. Salah satu karya King yang diadaptasi ke dalam film layar lebar adalah novelet <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175117\" aria-describedby=\"caption-attachment-175117\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175117\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Stephen-King-George-Korones-via-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Stephen-King-George-Korones-via-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Stephen-King-George-Korones-via-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Stephen-King-George-Korones-via-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Stephen-King-George-Korones-via-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175117\" class=\"wp-caption-text\">Stephen King (George Korones via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah novelet yang terbit pada 1980, dan diterbitkan oleh Viking Press. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bagian dari antologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dark Forces<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Novelet ini diadaptasi ke dalam film layar lebar pada 2007 oleh sutradara Frank Darabont yang kerap kali menciptakan masterpiece. Sebelumnya Darabont juga pernah mengangkat beberapa novel dan novelet karya Stephen King ke layar lebar, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Shawshank Redemption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1994)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Green Mile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1999).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berlatar tempat di Maine yang merupakan kampung halaman Stephen King. Fyi, King sering sekali menggunakan Maine sebagai latar tempat untuk karya-karyanya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menceritakan tentang suatu pagi setelah badai besar, seorang pelukis bernama David Drayton bersama istrinya yang bernama Stephanie dan anaknya yang bernama Billy melihat keanehan di tengah danau. Terdapat kabut tebal yang perlahan-lahan mendekati daratan. David pun membawa anaknya, Billy untuk membeli persediaan makanan ke supermarket.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175116\" aria-describedby=\"caption-attachment-175116\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175116\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Maine-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Maine-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Maine-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Maine-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Maine-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175116\" class=\"wp-caption-text\">Maine (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba saja kabut tebal yang dilihat David di danau menutupi area supermarket yang membuat semua orang di dalam supermarket panik. Mereka harus bertahan hidup dari ancaman sesuatu yang bersembunyi di balik kabut tebal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang kita ketahui, banyak novel yang diadaptasi jadi film. Tapi, tak semuanya berhasil. Bahkan, banyak yang dibilang jelek pun belum. Untungnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berakhir menjadi film adaptasi yang gagal. Darabont, yang berpengalaman menggarap film karya King, mungkin sudah paham formula apa yang harusnya dipakai. Sehingga, film ini bisa berhasil dan bahkan menuai pujian dari Stephen King.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang namanya film adaptasi, pasti ada yang diubah. Dan ubahan itu, terkadang, menentukan nasib film tersebut. Film ini pun tak luput dari hal tersebut. Satu hal yang paling mencolok yang diubah oleh Darabont adalah adegan pada ending <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Di novel, ending-nya David dan empat orang lain, termasuk anaknya, terus melaju menggunakan mobil menembus kabut lalu cerita pun selesai. Ending-nya terasa menggantung tanpa ada simpulan yang jelas bagaimana nasib orang-orang yang berada di mobil tersebut.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175119\" aria-describedby=\"caption-attachment-175119\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175119\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Peluru-Pixabay.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Peluru-Pixabay.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Peluru-Pixabay.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Peluru-Pixabay.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Peluru-Pixabay.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175119\" class=\"wp-caption-text\">Peluru (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan ending di film, David menembak empat orang yang ada di dalam mobil, termasuk anaknya, dengan empat peluru yang tersisa karena putus asa tidak ada tanda-tanda kehadiran bala bantuan. Lalu yang menjadi gongnya adalah tak lama kemudian setelah David menembak empat orang yang ada di dalam mobil, termasuk anaknya, pasukan militer hadir dari balik kabut bersama orang-orang yang berhasil mereka evakuasi, dan bencana kabut tersebut pun berhasil diatasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mengingat-ingat lagi ending film ini, rasanya saya ingin berteriak. Coba saja jika David sedikit bersabar menunggu beberapa menit lagi, empat nyawa tidak perlu terbuang sia-sia. After taste yang pahit ini sangatlah membekas dalam benak penonton. Meskipun film ini sedih dan sedikit brutal, banyak penonton yang mengapresiasi ending dari film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun sempat dibuat menjadi sebuah serial pada 2017, tetapi tetap saja hal itu tidak bisa menandingi nama besar filmnya. Jika ingin menonton film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Mist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kalian bisa menontonnya di platform Netflix.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Yunika Putri Annisah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-film-indonesia-21-buat-kalian-yang-bermental-baja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Rekomendasi Film Indonesia 21+ buat Kalian yang Bermental Baja<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngeri, sumpah, ngeri.<\/p>\n","protected":false},"author":1815,"featured_media":175118,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,29,15534,15533],"class_list":["post-175100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-horor","tag-stephen-king","tag-the-mist"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1815"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}