{"id":174216,"date":"2022-04-27T22:00:26","date_gmt":"2022-04-27T15:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=174216"},"modified":"2022-04-27T21:12:07","modified_gmt":"2022-04-27T14:12:07","slug":"honda-mega-pro-motor-yang-yang-identik-dengan-bapack-bapack","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-mega-pro-motor-yang-yang-identik-dengan-bapack-bapack\/","title":{"rendered":"Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Honda New Mega Pro merupakan motor yang diproduksi untuk mengisi kekosongan segmen sport touring yang sebelumnya diisi oleh Mega pro Advanced yang berhenti produksi pada 2009. Motor ini punya mesin 150cc, dan pada zamannya, motor ini\u2014bersama Honda Tiger\u2014adalah motor yang kerap dipakai touring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor ini punya lampu depan yang amat besar. Ukurannya terlihat begitu besar ketimbang motor pada umumnya. Mirip dengan Tiger, tapi bagi yang sering lihat Mega Pro, pasti bisa bedain. Dari desainnya udah jelas sih bedanya.<\/span><\/p>\n<p>Tapi, dalam artikel ini, kita nggak spesifik bahas New Mega Pro. Sebab, apa pun serinya, motor ini punya kesamaan. Dan kita akan bahas kesamaan itu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_175305\" aria-describedby=\"caption-attachment-175305\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175305\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mega-Pro-dari-samping.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mega-Pro-dari-samping.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mega-Pro-dari-samping-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mega-Pro-dari-samping-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mega-Pro-dari-samping-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175305\" class=\"wp-caption-text\">Mega Pro dari samping (Firzafp via Wikimedia Commons)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor ini sering dibilang motor bapak-bapak. Apa pasal? Sebab, desainnya agak membingungkan. Disebut motor touring, kok kayak kurang \u201cbercahaya\u201d aura touringnya. Disebut motor sport, ya nggak bisa. Tapi, entah kenapa, motor ini memancarkan aura kebapakan. Atau, cocok banget dipakai bapak-bapak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa? Ya nggak tahu, tapi, sumpah, keliatan banget ini motor bapak-bapak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, mungkin karena motor ini sering dipakai bapak-bapak yang dulunya pemakai GL Pro. Mau bertahan pakai GL Pro, tapi tergilas zaman, makanya kepaksa ganti motor yang vibes-nya mirip-mirip. Dan ya, saya setuju, Mega Pro ini punya vibes yang mirip. Di mana miripnya? Ahhh pokoknya itulah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan kebetulan juga kalau Bapak saya begitu menggilai motor ini. Bapak saya mengatakan kalau motor ini merupakan motor laki yang gampang dikendarai pemula yang baru saja mencoba kopling serta irit bahan bakarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena predikat motor bapak-bapak inilah yang bikin saya sempet gengsi mengendarainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu SMA, saya dibelikan motor ini oleh Bapak. Awalnya, saya agak gimana gitu, apalagi harganya sama dengan CBR 150 milik tetangga yang ditawarkan tetangga saya. Tapi, ketimbang saya dikutuk jadi ikan pari, saya nurut-nurut saja.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175307\" aria-describedby=\"caption-attachment-175307\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175307\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Honda-CBR-150R-Alan-Beka-via-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Honda-CBR-150R-Alan-Beka-via-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Honda-CBR-150R-Alan-Beka-via-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Honda-CBR-150R-Alan-Beka-via-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Honda-CBR-150R-Alan-Beka-via-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175307\" class=\"wp-caption-text\">Honda CBR 150R (Alan Beka via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, witing tresna jalaran saka kulina, lama-lama saya jatuh cinta dengan Mega Pro ini. Gengsi saya menguap, dan hingga kuliah, motor tersebut masih setia menemani saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan saya pun sudah memakai motor ini untuk touring. Meski terlihat njomplang alias kalah keren ketimbang motor-motor baru yang ikutan touring, tapi tenaganya nggak kalah, Bwos. Meski keluaran lama, motor ini nyaman dan aman dipakai jarak jauh. Touring aja dilibas, apalagi cuman sekadar perjalanan antar-kota. Ha sepele no riii.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketahanan Mega Pro sudah saya akui. Bapak pun sering touring dengan motor Mega Pro ini. Dan sampai sekarang, tak ada masalah berarti. Motor ini tetap aman dan nyaman. Bayangkan saja, motor dipake bapak dan anak untuk touring dan masih baik-baik saja, berarti pancen otot kawat balung wesi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_175304\" aria-describedby=\"caption-attachment-175304\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-175304\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-touring-Pixabay.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-touring-Pixabay.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-touring-Pixabay.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-touring-Pixabay.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-touring-Pixabay.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-175304\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi touring (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sekarang, Mega Pro saya sudah dimodif. Bapak saya sih, awalnya nggak setuju. Tapi, dia paham, kalau modifikasi motor tersebut semata agar tampilannya terlihat tetap segar dan nggak bapak-bapak bangetz. Akhirnya ya, dia ikhlas, meski saya sempat ketar-ketir kalau tiba-tiba disuruh bikin KK sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak bisa dimungkiri, Mega Pro memang motor yang punya vibes bapak-bapak yang kental: gampang digunakan dan ketangguhannya sudah terjamin. Meski tidak begitu laku, tapi bukan berarti produk ini produk sepele.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian cari motor bekas, sebaiknya lirik Mega Pro. Selain murah, ketangguhannya pasti terjamin. Yang jelas, harus jeli dalam mencari barang yang bagus. Meskipun desain dan vibes-nya tua, tapi nggak masalah. Pada akhirnya, motor itu perkara kegunaan, bukan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Aryasatya Rizky Pradana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-all-new-beat-boleh-jumawa-karena-laris-tapi-soal-kualitas-yamaha-gear-125-juaranya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kualitas Yamaha Gear 125 Juaranya<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otot kawat balung wesi beneran ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1823,"featured_media":175306,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[6670,2133,15552,333],"class_list":["post-174216","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bapak-bapak","tag-honda","tag-mega-pro","tag-motor"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1823"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174216"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174216\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/175306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}