{"id":174082,"date":"2022-04-22T09:00:49","date_gmt":"2022-04-22T02:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=174082"},"modified":"2022-04-22T05:39:31","modified_gmt":"2022-04-21T22:39:31","slug":"5-hal-nggak-enaknya-jadi-anak-pns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-nggak-enaknya-jadi-anak-pns\/","title":{"rendered":"5 Hal Nggak Enaknya Jadi Anak PNS"},"content":{"rendered":"<p>Dibesarkan di lingkungan keluarga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentu membuat hidup saya \u201cterjamin\u201d sejak kecil hingga dewasa. Gaji dan tunjangan PNS yang lumayan bagi kami yang tinggal di desa tentu saja cukup membuat hidup &#8220;sejahtera&#8221;, begitu kira-kira bayangan para tetangga.<\/p>\n<p>Eh, jangan salah. Meski menyandang status jadi anak PNS terlihat menyenangkan, tak banyak orang tahu kalau menjadi anak PNS juga ada nggak enaknya. Berikut ini hal-hal nggak enak yang saya rasakan sendiri ketika menjadi anak PNS.<\/p>\n<h4><strong>#1 Ekspektasi orang tua tinggi<\/strong><\/h4>\n<p>Sebagai PNS, kedua orang tua saya tentu saja berharap anak-anaknya\u2014saya dan kakak saya\u2014bisa mengikuti jejak mereka. Hal ini tentu saja menjadi beban tersendiri bagi saya yang sebenarnya pengin kerja dengan usaha sendiri. Apalagi persaingan untuk menjadi PNS cukup ketat dan sulit. Dan pada akhirnya, sampai sekarang saya masih menjadi pegawai swasta dengan prinsip &#8220;sek penting halal&#8221;.<\/p>\n<p>Yah, namanya orang tua, anaknya kerja di tempat yang enak dan nyaman pun masih suka dibanding-bandingkan. Katanya, di umur seperti saya sekarang ini, mereka sudah punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/iklan-rumah-di-surabaya-emang-nggak-bikin-orang-pengin-beli\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah<\/a> sendiri dan kendaraan pribadi dari gaji sebagai PNS. Sementara saya masih terseok-seok nggak karuan. Boro-boro beli ini dan itu, agar keuangan nggak minus di akhir bulan saja sudah alhamdulillah. Ehe.<\/p>\n<figure id=\"attachment_174653\" aria-describedby=\"caption-attachment-174653\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-174653 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-dibandingin-gara-gara-belum-punya-rumah-sama-orang-tua-Imam-Nugroho-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-dibandingin-gara-gara-belum-punya-rumah-sama-orang-tua-Imam-Nugroho-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-dibandingin-gara-gara-belum-punya-rumah-sama-orang-tua-Imam-Nugroho-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-dibandingin-gara-gara-belum-punya-rumah-sama-orang-tua-Imam-Nugroho-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-dibandingin-gara-gara-belum-punya-rumah-sama-orang-tua-Imam-Nugroho-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174653\" class=\"wp-caption-text\">Sering dibandingin gara-gara belum punya rumah sama orang tua (Imam Nugroho\/Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#2 Bayaran UKT paling mahal<\/strong><\/h4>\n<p>Waktu saya kuliah ada yang namanya sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan subsidi silang. Mahasiswa yang memiliki orang tua berpenghasilan tetap dan lumayan besar dibuktikan dengan slip gaji, akan mendapat kelas paling atas yang artinya membayar UKT tertinggi. Saya sendiri tak luput dari hal ini. Punya orang tua yang berprofesi sebagai PNS membuat pihak kampus meyakini bahwa kedua orang tua saya memiliki penghasilan yang tetap tiap bulannya.<\/p>\n<h4><strong>#3 Harus jaga sikap<\/strong><\/h4>\n<p>Di daerah tempat tinggal saya, apabila ada anggota keluarga yang berprofesi sebagai PNS, maka keluarga tersebut akan dianggap terpandang dan punya kelas sosial yang lumayan tinggi di masyarakat. Hal ini sebenarnya nggak enak-enak amat sebab bikin saya sedikit tertekan.<\/p>\n<p>Lantaran takut bikin malu dan membuat orang tua jadi bahan gunjingan tetangga, saya harus bersikap santun dan halus sejak kecil. Ehe, agak ribet, ya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_174655\" aria-describedby=\"caption-attachment-174655\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-174655 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Harus-jaga-sikap-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Harus-jaga-sikap-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Harus-jaga-sikap-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Harus-jaga-sikap-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Harus-jaga-sikap-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174655\" class=\"wp-caption-text\">Harus jaga sikap (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#4 Sering diminta traktirin teman<\/strong><\/h4>\n<p>Waktu sekolah dulu, teman-teman yang mendekati saya kebanyakan ingin &#8220;menikmati pajak&#8221; yang orang tua mereka bayarkan pada negara dengan cara meminta saya mentraktir mereka. Kalau jajan kecil-kecilan sih nggak masalah, tapi kalau sering ya gimana, dong? Hingga suatu ketika saya menyadari kalau uang jajan saya nggak pernah ada sisanya. Semua hilang tak berbekas. Ada sih bekasnya, di perut saya dan teman-teman saya. Hehehe.<\/p>\n<figure id=\"attachment_174686\" aria-describedby=\"caption-attachment-174686\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-174686 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-jajanin-teman-Mas-Jono-Shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-jajanin-teman-Mas-Jono-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-jajanin-teman-Mas-Jono-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-jajanin-teman-Mas-Jono-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sering-jajanin-teman-Mas-Jono-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174686\" class=\"wp-caption-text\">Sering diminta traktirin teman (Mas Jono\/Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#5 Nomor satu pemberi sumbangan<\/strong><\/h4>\n<p>Masih waktu sekolah dulu, jika ada klub <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ekstrakurikuler\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ekstrakurikuler<\/a> di sekolah yang butuh dana dan donatur, biasanya saya akan jadi siswa yang suka dimintai sumbangan. Contohnya waktu klub futsal sekolah saya akan bertanding melawan sekolah lain. Bendahara tim futsal menghampiri saya dan meminta saya untuk menyumbang dengan alasan saya anak PNS yang dapat uang jajan &#8220;lumayan&#8221; dari orang tua. Hmmm.<\/p>\n<p>Itulah beberapa hal yang bikin jadi anak PNS itu terasa nggak enak. Ini versi saya pribadi, mungkin kalian yang anak PNS juga mengalami nasib serupa atau malah lebih menyebalkan? Meski begitu, jadi anak PNS juga banyak enaknya, kok.<\/p>\n<p>Penulis: Kartika Herprabayu Nikentari<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-drama-korea-21-yang-boleh-ditonton-kalau-mentalmu-kuat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Drama Korea 21+ yang Boleh Ditonton kalau Mentalmu Kuat<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dikira duit jajannya banyak kali, ya?<\/p>\n","protected":false},"author":1820,"featured_media":174652,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[15492,578],"class_list":["post-174082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-anak-pns","tag-orang-tua-dan-anak"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1820"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174082\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}