{"id":1740,"date":"2019-05-21T07:00:09","date_gmt":"2019-05-21T00:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=1740"},"modified":"2021-10-05T14:08:29","modified_gmt":"2021-10-05T07:08:29","slug":"dilema-para-pekerja-jarak-jauh-remote-worker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-para-pekerja-jarak-jauh-remote-worker\/","title":{"rendered":"Dilema Para Pekerja Jarak Jauh (Remote Worker)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat saya kecil dulu, laptop alias komputer jinjing masih merupakan sesuatu yang mewah dan agak ajaib. Maklum, tidak semua orang punya akses mudah ke komputer meja alias desktop. Lalu saya membayangkan: betapa enaknya punya komputer jinjing, saya bisa bekerja di mana saja dan tidak perlu harus ke kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemikiran ini masih ada di benak saya ketika ponsel semacam <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nokia_E90_Communicator\">Nokia Communicator<\/a> keluar. Orang-orang bilang, di ponsel ini, pekerjaan kantor bisa diakses dari mana saja dan disunting dengan mudah. Bayangkan saja, kurang asyik apa sih, membawa kantor ke mana-mana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira lebih dari sepuluh dekade setelah itu, ponsel pintar telah menjadi sesuatu yang tidak pintar-pintar amat di tengah masyarakat kita. Maksud saya, tidak ada yang takjub dengan Internet yang bisa diakses kapan saja, dokumen berupa Word, Excel, dan PowerPoint yang bahkan bisa dibagi dengan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serta betapa mudahnya membuat desain grafis sederhana di aplikasi semacam Canva.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa dampaknya? Kini, kantor bisa berada di mana saja. Kantor bisa ada di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coworking space, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di kedai kopi, di Singapura, atau bahkan di kamar mandi. Tergantung di mana kamu membawa ponselmu. Penulis bisa bekerja melalui ponsel, begitu pula pekerja kreatif lainnya. Rapat bahkan bisa dilakukan melalui Whatsapp, atau kalau mau lebih profesional sedikit, di Google Drive, Skype, Trello, atau Ring Central Glip, misalnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, ada banyak perusahaan rintisan yang kemudian mengandalkan pekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sesuai dengan sebutannya, pekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah mereka yang bekerja dari jarak jauh. Komunikasinya ya via <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">messenger. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dimarahi bos juga bisa lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">video call. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Betapa sebuah mimpi yang sempurna, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pekerja dekade \u201890an dan sebelumnya pasti menganggap kalau hal ini seajaib Doraemon yang biasa tayang di hari Minggu. Bayangkan, kamu bahkan bisa menyelesaikan pekerjaan di tempat liburan. Kamu tak perlu menghabiskan banyak waktu di kantor hanya untuk menulis, atau sekadar rapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang kemudian berujung pada rasa kantuk dan presentasi tak berarti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, ternyata masalah manusia tak pernah bisa selesai dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/yms\/balbalan\/moise-kean-di-antara-keajaiban-ibu-dan-pemain-terbaik-dunia-cristiano-ronaldo\/\">keajaiban<\/a>. Manusia bukanlah hanya satu-satunya makhluk yang mampu berimajinasi, tetapi adalah makhluk yang mampu menciptakan masalah-masalah baru dari inovasi-inovasi yang mereka buat sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mengira kalau kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat banyak pekerja merasa diperlakukan dengan adil. Kurang enak apa, coba, bekerja sambil main dengan anak di Scientia Square Park? Atau sambil meneguk Kopi Areng malam-malam? Tentu meskipun bekerja adalah kodrat manusia, tidak pernah ada manusia yang benar-benar suka bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya inovasi kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada banyak kaum pekerja yang merasa kalau mereka dihantui sama pekerjaan di mana saja. Para bos bisa dengan mudah melimpahkan pekerjaan meskipun mereka sedang berada di Santorini. \u201cBuka <em>email<\/em> aja ya. <em>File<\/em>-nya ada di sana. Tolong kirim nanti malam.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja. Di saat pasanganmu, orangtuamu, dan anak-anakmu asyik menikmati eksotisme Pulau Komodo, kamu harus duduk di savana sambil membawa laptop. Ragamu ada di dekat keluarga dan di dekat para Komodo, tetapi, pikiranmu ada di dalam cengkeraman bosmu. Bahkan, ini tak hanya terjadi di hari biasa, tetapi juga Sabtu, Minggu, hari libur nasional, bahkan hari raya sekali pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, tidak ada yang salah kok dengan kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, ada banyak orang yang kemudian menyalahartikan kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai salah satu bentuk pekerjaan yang remeh. Misalnya, para bos yang bisa dengan seenaknya mengirim pekerjaan pada saat jam tidur atau ketika para karyawan sudah izin untuk berlibur. Ada pula banyak pemilik modal yang sengaja membayar pekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan harga sangat murah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mentang-mentang mereka tidak perlu menembus kemacetan.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para karyawan pun juga seolah tidak sadar dengan jam biologisnya. Mereka menganggap kalau bekerja dua puluh empat jam, selama tidak di kantor, bukanlah hal yang berbahaya bagi tubuh dan bagi hubungan dengan keluarga. Padahal, namanya bekerja ya bekerja. Bahkan, bekerja terlalu keras tanpa aktivitas fisik yang seimbang juga menimbulkan stress dan banyak penyakit berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka tidak ada salahnya bekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bahkan merupakan sebuah pemanfaatan teknologi yang layak dilakukan. Masalahnya, sadarilah bahwa bila kamu bekerja sambil menonton Tayo di rumah sekali pun, kamu tetap saja bekerja, layaknya karyawan yang pergi ke kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ambilah pekerjaan semampumu. Jangan lupa, liburan tidak perlu diisi dengan bekerja. Kalau kata orang Prancis, cobalah untuk melakukan seni menikmati hidup alias <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Joie de Vivre.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang, ada banyak perusahaan rintisan yang kemudian mengandalkan pekerja remote. Pekerja remote adalah mereka yang bekerja dari jarak jauh.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":1776,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[73,478,477,476],"class_list":["post-1740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-cari-kerja","tag-dilema","tag-pekerja-jarak-jauh","tag-remote-worker"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}