{"id":173345,"date":"2022-04-16T23:00:23","date_gmt":"2022-04-16T16:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=173345"},"modified":"2022-04-17T02:59:17","modified_gmt":"2022-04-16T19:59:17","slug":"bagi-pria-madura-songkok-hitam-tak-sekadar-penutup-kepala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-pria-madura-songkok-hitam-tak-sekadar-penutup-kepala\/","title":{"rendered":"Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pria Madura, songkok, terlebih songkok hitam, itu ibarat kaki dan sandal, MU dan puasa trofi: nggak terpisahkan. Apalagi di kalangan pesantren. Santri yang tanpa songkok, ibarat Real Madrid tanpa Benzema, sayur tanpa garam, alias kurang lengkap. Santri dan songkok memang tak eksklusif ada di Madura, tapi di tempat ini, makna keduanya lebih kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Madura, songkok yang lumrah dipakai adalah songkok hitam (songkok celleng). Dan bagi orang Madura, songkok hitam itu adalah kawan dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169581\" aria-describedby=\"caption-attachment-169581\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169581\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ainul-Ghurri-Shutterstock-mengaji.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ainul-Ghurri-Shutterstock-mengaji.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ainul-Ghurri-Shutterstock-mengaji-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ainul-Ghurri-Shutterstock-mengaji-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ainul-Ghurri-Shutterstock-mengaji-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169581\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi mengaji (Ainul Ghurri via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Songkok hitam ini benar-benar jadi kawan, hingga dalam segala kesempatan selalu dipakai. Menghadiri acara resmi hingga main karambol pun, barang ini tetap dipakai. Ya seperti yang saya bilang di awal tadi, ibarat MU tanpa trofi, kurang lengkap rasanya ke mana-mana tanpa songkok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kenapa songkok begitu lekat dalam kehidupan mereka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Madura, songkok, tak hanya pakaian, tapi simbol keselamatan, kemuliaan, juga tata krama. Mengenakan songkok saat bepergian, bikin mereka merasa lebih aman dan terlindungi. Jangan tanya logikanya. Terkadang, banyak hal yang tak bisa semudah itu dijelaskan dengan logika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa songkok, mereka merasa kurang elok. Kurang berwibawa, rasanya. Dan itu, jujur saja, tak aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, bagi kalian yang bukan asal daerah sini, akan merasa aneh melihat begitu kuatnya tradisi songkok ini. Tapi, akan coba saya jelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul memang, bahwa songkok itu hanyalah penutup kepala bagi kaum Adam. Umumnya, songkok hanyalah barang yang lazim dipakai pada saat mau melaksanakan salat, dan ibadah yang lain. Namun, ketika suatu barang \u201cnaik kasta\u201d jadi tradisi, nilai yang terkandung tak lagi main-main.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169580\" aria-describedby=\"caption-attachment-169580\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169580\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ronaldy-Irfak-mengaji-shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ronaldy-Irfak-mengaji-shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ronaldy-Irfak-mengaji-shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ronaldy-Irfak-mengaji-shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ronaldy-Irfak-mengaji-shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169580\" class=\"wp-caption-text\">Mengaji (Ronaldy Irfak via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Inggris, teh jadi minuman yang tak main-main. Padahal, minuman tersebut bahkan tak berasal dari Inggris. Di Spanyol, perkara tidur siang bukanlah hal yang remeh. Coba kau taruh nanas dalam pizzamu di Italia, bisa jadi kau dipukuli akamsi di Italia sana. Barang, juga kebiasaan, ketika jadi tradisi, nilainya tak lagi jadi sepele. Songkok pun tak luput dari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Songkok, bagi orang Madura, adalah <a href=\"https:\/\/www.emadura.com\/2015\/01\/kaum-laki-laki-madura-dan-kopiah.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">simbol<\/a> kesalehan dan ketaatan. Mengenakan songkok, bagi mereka, adalah simbol bahwa mereka ingin menjadi orang saleh dan selalu belajar untuk jadi orang salah. Dan pada saat yang sama, mereka menunjukkan ketaatan mereka pada Allah, juga menyerahkan segenap jiwa untuk Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka ketika mereka tak mengenakan songkok, ada yang kurang dalam diri mereka. Bahkan, bikin mereka hampa. Itulah nilai yang terkandung, yang saya tahu. Nilai-nilai itu, akhirnya meresap ke dalam masyarakat Madura, dan menjadikan songkok sebagai pakaian sehari-hari mereka.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170365\" aria-describedby=\"caption-attachment-170365\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170365\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mengaji.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mengaji.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mengaji-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mengaji-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mengaji-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170365\" class=\"wp-caption-text\">Mengaji (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, songkok tak eksklusif milik daerah ini saja. Tradisi pakai peci ke mana-mana juga dipakai oleh orang-orang santri di daerah mana saja, tapi paling banyak ya di Jawa Timur (setahu saya). Dan saya yakin, alasannya ya mirip-mirip. Cuman, lebih dihayati dan dimaknai serius di Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan saking seriusnya, songkok pun dipakai oleh pendukung Madura United. Coba saja liat ketika mereka bertanding, Anda bisa menemukan pendukung klub tersebut yang memakai songkok di tribun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari uraian di atas, kita akhirnya bisa memahami betapa pentingnya songkok bagi pria Madura. Ia tak lagi jadi sebuah barang atau sekadar penutup kepala. Tapi, punya nilai yang dipercaya dalam hati. Dan sesuatu yang dipercaya hati, tak pernah jadi hal yang biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pentingnya songkok bagi pria Madura. Jika kalian menemukan orang asli Madura ke mana-mana pake peci, jangan anggap mereka ndeso, norak, atau nggak punya topi. Mereka\u2014meski mungkin tak disadari\u2014sedang mengamalkan nilai luhur yang dipercaya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Semporna_Sabah_Malay-Boy-with-Songkok-01.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CEphoto, Uwe Aranas via Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Zubairi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menampik-stigma-masyarakat-madura-yang-selalu-dibilang-keras-dan-beringas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pria Madura, songkok, terlebih songkok hitam, itu ibarat kaki dan sandal, MU dan puasa trofi: nggak terpisahkan. <\/p>\n","protected":false},"author":1367,"featured_media":173932,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12902],"tags":[3952,5020,7676,15445],"class_list":["post-173345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fesyen","tag-islam","tag-madura","tag-nilai","tag-songkok-hitam"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1367"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173345"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173345\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}