{"id":173123,"date":"2022-04-11T11:00:40","date_gmt":"2022-04-11T04:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=173123"},"modified":"2022-04-11T08:57:58","modified_gmt":"2022-04-11T01:57:58","slug":"untuk-arief-poyuono-ini-alasan-keran-dokter-asing-tak-dibuka-segampang-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/untuk-arief-poyuono-ini-alasan-keran-dokter-asing-tak-dibuka-segampang-itu\/","title":{"rendered":"Untuk Arief Poyuono: Ini Alasan Keran Dokter Asing Tak Dibuka Segampang Itu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo, Pak Arief Poyuono. Sebenarnya saya malas menyapa Bapak, tapi karena ini surat, maka mau tidak mau saya harus mengucapkannya. Bukannya apa, tapi komentar Bapak tentang membuka keran dokter asing untuk menggantikan dokter IDI yang menurut Bapak tidak kompeten dan rebutan pasien itu, sungguh bikin dada saya tersayat-sayat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, Pak, mengapa sih kok dokter asing tidak bisa langsung praktik di Indonesia segampang omongan Bapak? Sebentar, Pak, saya ceritakan pengalaman ketika pendidikan dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu saya di tahap profesi, atau koas, ada sekitar sepuluh kawan lulusan dokter dari Tiongkok yang harus adaptasi di kampus kami. Mereka warga negara Indonesia, kok Pak. Sudah belajar di Tiongkok sekitar lima sampai enam tahun hingga mereka lulus dengan gelar dokter.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173191\" aria-describedby=\"caption-attachment-173191\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173191\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1686721738.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1686721738.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1686721738-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1686721738-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1686721738-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173191\" class=\"wp-caption-text\">Jajaran dokter (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, karena ingin praktik di Indonesia, mau tidak mau mereka harus melaksanakan program adaptasi di rumah sakit. Walaupun mereka sudah lulus dari negara luar, dalam urusan menghadapi ujian, mereka kadang lulus, kadang juga tidak. Bisa dikatakan, kami cukup seimbang. Wajar, mereka harus belajar penyakit, obat, dan kebiasaan masyarakat di Indonesia.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program adaptasi tersebut ada, untuk menyesuaikan beberapa hal Pak, dan ini sudah tertulis di peraturan <\/span><a href=\"http:\/\/kki.go.id\/assets\/data\/arsip\/Perkonsil_14_2013.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsil Kedokteran Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Pertama untuk menyesuaikan standar kompetensi. Kedua, sikap dan perilaku. Ketiga, kemampuan sesuai fasilitas. Keempat, pengetahuan dan keterampilan. Terakhir, tentang sistem kesehatan di Indonesia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya mereka juga harus mengikuti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">exit exam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia, namanya UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter). Ini sama seperti yang harus dihadapi calon dokter dari kampus lokal.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173189\" aria-describedby=\"caption-attachment-173189\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173189\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1434364325.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1434364325.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1434364325-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1434364325-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1434364325-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173189\" class=\"wp-caption-text\">Seorang pasien sedang mengecek tekanan darahnya (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prosesnya memang panjang, Pak. Karena yang dihadapi bukan mesin, tapi manusia dengan segala kompleksitasnya. Terbayang kan, betapa keselamatan pasien merupakan hal yang betul-betul dijaga oleh profesi ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba, saya ceritakan sedikit tentang keanekaragaman penyakit di dunia. Bapak pernah dengar penyakit endemis? Itu lo, penyakit yang menjangkit masyarakat dalam wilayah geografis tertentu. Indonesia ada beberapa, seperti demam berdarah dengue, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengapresiasi-obat-nyamuk-sabun-dan-lem-tikus-dalam-hidup-kita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">malaria<\/a>, hepatitis B, kusta, tuberkulosis, filariasis. Tentu, jika dibandingkan antara Indonesia dengan negara lain, situasi penyakit tadi jelas berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda pulau, sebaran penyakit endemis ini juga berbeda. Misalnya di Papua, di sana kasus malarianya tinggi, Pak. Para pendatang dari luar pulau, sebisa mungkin minum obat profilaksis malaria supaya bisa terhindar dari penyakit ini. Apalagi para pendatang dari Jawa yang kasus malarianya sangat jarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam situasi pelayanan di fasilitas kesehatan, hal ini juga jadi perhatian. Pada kasus demam berdarah dengue misalnya, dokter lulusan Eropa yang praktik di Indonesia pasti bakal kebingungan kalau menghadapi kasus ini langsung secara membabi buta. Ya, walaupun sudah punya ilmunya, akibat kasus di sana tidak sebanyak di Indonesia, dokter lulusan Eropa pasti perlu penyesuaian juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi tentang perbedaan obat yang tersedia antara luar negeri dan dalam negeri. Mereka juga harus belajar tentang BPJS Kesehatan yang jadi primadona asuransi kesehatan dalam negeri. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak usah dokter asing lho, Pak, kami saja dokter lulusan kampus di Surabaya juga awalnya kebingungan kalau langsung diterjunkan ke Pulau Madura, atau daerah yang bahasa k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">romo inggil<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya kental seperti di kawasan desa Jawa Timur atau Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, perbedaan bahasa dan kebiasaan masyarakat menjadi teka-teki bagi kami sebelum memikirkan terapi. Apalagi kalau membayangkan dokter lulusan Jerman yang tiba-tiba datang dan praktik di daerah saya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-orang-yang-seharusnya-nggak-naik-bus-ponorogo-trenggalek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trenggalek<\/a>, Jawa Timur. Lantas, tiba-tiba penduduk lokal mengatakan kalimat seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Manuknya nggondangi, D<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ok.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTangannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kecakot sawer, D<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ok.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKepalanya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dientup tawon, D<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ok.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Boyoke kecetit, D<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ok.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikirkan Pak, bagaimana bisa mengobati seseorang kalau apa yang dikatakan pasien saja dokternya tidak paham? Banyak yang harus dipelajari, beda wilayah, beda situasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173192\" aria-describedby=\"caption-attachment-173192\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173192\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1720832887.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1720832887.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1720832887-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1720832887-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/shutterstock_1720832887-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173192\" class=\"wp-caption-text\">Seorang pasien sedang diperiksa (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan siapa yang bilang keran dokter asing tidak dibuka di Indonesia? <\/span><a href=\"http:\/\/kki.go.id\/assets\/data\/arsip\/Perkonsil_14_2013.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dibuka<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kok, Pak. Tapi ya itu tadi, mereka harus adaptasi terlebih dahulu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tentang komentar Bapak perihal dokter IDI yang dikuasai perusahaan obat asing, tidak kompeten, dan hanya berpikir rebutan pasien. Saya cuma bisa mengelus dada dan bertanya, apakah semurah itu pandangan Bapak ke kami?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya nggak apa-apa, saya maafkan. Di bulan puasa ini, semoga Bapak mendapat hidayah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prima Ardiansah Surya<br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/haruskah-menteri-kesehatan-seorang-dokter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Haruskah Menteri Kesehatan Seorang Dokter?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak dibuka segampang omongan Anda.<\/p>\n","protected":false},"author":887,"featured_media":173190,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[8780,760,15392,9127],"class_list":["post-173123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-arief-poyuono","tag-dokter","tag-dokter-asing","tag-idi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/887"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173123"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173123\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}