{"id":172538,"date":"2022-04-16T12:09:53","date_gmt":"2022-04-16T05:09:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=172538"},"modified":"2022-04-16T13:44:03","modified_gmt":"2022-04-16T06:44:03","slug":"6-tokoh-di-spongebob-squarepants-beserta-ideologinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-tokoh-di-spongebob-squarepants-beserta-ideologinya\/","title":{"rendered":"6 Tokoh di SpongeBob SquarePants Beserta Ideologinya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh-tokoh di SpongeBob SquarePants ini punya ideologi berbeda yang mereka anut<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada orang yang tanpa menganut suatu ideologi dalam hidupnya. Bahkan, mereka yang menganggap nggak ngikut ideologi apa pun dan berada di pihak tengah sekalipun sebenarnya itu sudah berideologi, moderatisme namanya. Ada orang yang berideologi manut pemerintah, ada yang kontra dengan pemerintah. Ada yang ideologinya nyari untung pribadi, ada yang ideologinya demi kepentingan bersama. Pada intinya semua orang berideologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, semua orang berideologi, begitupun dengan SpongeBob beserta kawan-kawannya yang juga memiliki ideologi masing-masing. Selama bertahun-tahun, saya atau mungkin juga kalian ketika menonton kartun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SpongeBob SquarePants<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> belum begitu menyadari bahwa setiap tokoh dalam kartun tersebut memiliki ideologi masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebenarnya semenjak Stephen Hillenburg memperkenalkan tokoh-tokoh dalam kartun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SpongeBob<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka sejak saat itu pula Stephen Hillenburg juga memperkenalkan ideologi-ideologi yang dianut masing-masing tokoh. Setiap tokoh memiliki karakter yang berbeda-beda, melalui karakter itulah sebenarnya menunjukkan ideologi yang dianut dari masing-masing tokoh di kartun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SpongeBob SquarePants<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui tulisan ini saya akan mencoba menganalisis dan menjabarkan ideologi-ideologi yang dianut oleh SpongeBob beserta kawan-kawannya, agar kita ketika menikmati kartun ini nggak hanya ketawa saja, melainkan juga mencermati realitas sosialnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Tuan Krabs, kapitalisme klasik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak memulai dari tokoh utamanya, yakni SpongeBob, melainkan saya akan memulai dari yang paling menonjol dan setiap orang dapat mengiranya sejak awal, yakni Tuan Krabs alias Eugene Harold Krabs. Ketika melihat karakter Tuan Krabs, maka seketika itu juga saya mengetahui bahwa Tuan Krabs ini berideologi kapitalisme. Namun, lebih tepatnya kapitalisme klasik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip dasar kapitalisme klasik di eranya Adam Smith ini yakni memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian. Prinsip ini sangat dianut oleh Tuan Krabs, bahkan saking kapitalnya, dalam episode \u201cBorn Again Krabs\u201d, Tuan Krabs sampai ingin menjual patty basi, karena memang ia nggak mau rugi sepeser pun dengan membuang patty tersebut secara cuma-cuma.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Plankton, kapitalisme global<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita membincangkan Tuan Krabs, kurang lengkap rasanya nggak membincangkan rival abadinya juga, yakni Plankton, alias Sheldon James Plankton. Plankton sebenarnya nggak jauh berbeda dengan Tuan Krabs yang juga menganut ideologi kapitalisme dengan restoran Chum Bucket-nya, meskipun nggak selaku Krusty Krab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kapitalisme yang dianut oleh Plankton ini sedikit berbeda dengan Tuan Krabs, ia menganut kapitalisme global. Ia nggak hanya mencari untung, melainkan ia juga berusaha ingin menguasai dunia. Plankton sangat berambisi untuk menguasai kota Bikini Bottom dengan prinsip kapitalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ambisinya ini dapat dilihat pada episode \u201cWalking Small\u201d, di mana Plankton ingin menguasai pantai Goo Lagoon dengan membangun Mega Bucket. Bahkan dalam episode \u201cWelcome to the Chum Bucket\u201d, Plankton sukses mengontrol dan menguasai warga Bikini Bottom melalui alat temuannya yakni \u201cMind Control Bucket Helmet\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ideologi-ideologi yang dianut oleh Plankton inilah yang berusaha ditentang oleh kalangan penganut neo-marxis. Pasalnya, dalam ideologi ini, manusia benar-benar dikuasai oleh kapital, nggak hanya dalam ekonomi saja, melainkan juga perilaku konsumtifnya pula.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173902\" aria-describedby=\"caption-attachment-173902\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173902\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sheldon-James-Plankton-Pixabay.com_-1.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sheldon-James-Plankton-Pixabay.com_-1.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sheldon-James-Plankton-Pixabay.com_-1-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sheldon-James-Plankton-Pixabay.com_-1-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sheldon-James-Plankton-Pixabay.com_-1-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173902\" class=\"wp-caption-text\">Sheldon James Plankton (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#3 SpongeBob, altruis-sosialis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan tokoh-tokoh sebelumnya, SpongeBob Squarepants justru sangat bertolak belakang dengan Tuan Krabs dan Plankton. SpongeBob sangat menganut altruisme dan sosialisme dalam kehidupannya. Beberapa waktu, SpongeBob kerap kali berbeda pendapat dengan Tuan Krabs. Misalnya dalam episode \u201cBorn Again Krabs\u201d tentang patty basi, SpongeBob sangat altruis-sosialis, ia sangat peduli dan nggak mau pelanggan memakan patty basi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lain juga ketika Stanley S. SquarePants, sepupu SpongeBob yang sedang mencoba kerja di Krusty Krab. SpongeBob selalu melindungi dan menutupi kesalahan Stanley, karena ia nggak mau Stanley gagal dalam usahanya tersebut. SpongeBob dalam hal ini sangat altruis-sosialis yang peduli dengan siapapun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ketika bergaul dan berteman dengan siapapun, khususnya kepada Patrick, SpongeBob tidak pernah mengunggulkan diri, ia selalu berusaha setara dengan kawan-kawannya tanpa ada kelas di antara mereka. SpongeBob memang merupakan seorang altruis-sosialis sejati.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Patrick, lumpenproletariat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya sedikit bingung dengan Patrick perihal ideologi yang dianutnya. Namun, setelah saya cermati lagi, saya akhirnya paham bahwa Patrick ini merupakan lumpenproletariat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Marxisme, ada kelompok yang termasuk dalam Lumpenproletariat. Kelompok ini tidak memiliki kontribusi apa-apa, nggak berkarya, luntang-lantung, bahkan nggak memiliki keinginan untuk mengubah realitas. Nah, inilah Patrick, yang nggak memiliki kontribusi dalam mengubah dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi teringat dengan ungkapan Patrick, \u201cHabis bangun tidur, makan, tidur, bangun lagi, makan, tidur, bangun, makan dan tidur seumuh hidupku tanpa istirahat. Aku butuh istirahat dari kesibukan keseharianku. Ini sangat melelahkan.\u201d Ungkapan ini menunjukkan bahwa kehidupan Patrick ya cuma gitu-gitu doang, nggak lebih, yang menjadi contoh seorang lumpenproletariat.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173900\" aria-describedby=\"caption-attachment-173900\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173900\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Patrick-Star-Pixabay.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Patrick-Star-Pixabay.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Patrick-Star-Pixabay.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Patrick-Star-Pixabay.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Patrick-Star-Pixabay.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173900\" class=\"wp-caption-text\">Patrick Star (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#5 Squidward, konservatif dan marxis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat Squidward Tentacles maka saya melihat ada dua ideologi yang sedang bersemayam dalam pola pikirnya, yakni konservatif dan marxis. Oke, saya bahas yang konservatif dulu. Squidward merupakan tokoh yang sangat mendukung keteraturan, kestabilan, atau apa pun yang dianggap \u201cnormal\u201d.\u00a0 Bahkan dalam episode \u201cNot Normal\u201d ia sangat keras menentang perilaku-perilaku tidak normal yang dilakukan oleh SpongeBob. Sehingga dalam hal ini ia sangat konservatif dengan apa yang dipahaminya, bahwa individu yang ideal adalah sosok dirinya dan menolak seluruh konsep yang bertentangan dengan pola hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dalam episode \u201cSquid on Strike\u201d, memperlihatkan bagaimana sosok Squidward yang sangat terilhami oleh gagasan-gagasan Marx. Ia sangat menentang kelompok kapital dalam hal ini Tuan Krabs yang melakukan kesewenang-wenangan kepada buruhnya yakni Squidward dan SpongeBob, bahkan menggaji mereka dengan upah yang minim. Squidward adalah sosok revolusioner berideologi Marxis yang menjadi penggerak gerakan buruh yang bekerja di Krusty Krabs.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkesan kontradiktif? Well, ini Squidward.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173899\" aria-describedby=\"caption-attachment-173899\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173899\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Squidward-Tentacles.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Squidward-Tentacles.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Squidward-Tentacles-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Squidward-Tentacles-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Squidward-Tentacles-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173899\" class=\"wp-caption-text\">Squidward Tentacles (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><b>#6 Sandy, liberal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sandy Cheeks bisa dibilang ilmuwannya dunia Bikini Bottom. Dia bergerak demi kebebasan, dan selalu bergerak maju menembus batas. Sains banget orangnya. Dan yang cocok ya, menurut saya loh, liberal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah enam tokoh SpongeBob SquarePants beserta ideologinya. Kenapa Gary nggak saya masukin di sini? Ya nggak apa-apa. Lagian ngapain gangguin siput satu itu. Biarkan ia tidur dengan tenang.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Maulana Iqbal<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memborong-rumah-untuk-investasi-cuan-bagi-pengusaha-bencana-bagi-rakyat-jelata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memborong Rumah untuk Investasi: Cuan bagi Pengusaha, Bencana bagi Rakyat Jelata<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gilak Patrick. Proletar orangnya.<\/p>\n","protected":false},"author":886,"featured_media":173898,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[5242,15444,1080],"class_list":["post-172538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-ideologi","tag-marxis","tag-spongebob-squarepants"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/886"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}