{"id":172180,"date":"2022-04-09T22:00:17","date_gmt":"2022-04-09T15:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=172180"},"modified":"2022-04-09T21:40:01","modified_gmt":"2022-04-09T14:40:01","slug":"makan-sushi-mentah-memang-bukan-budaya-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makan-sushi-mentah-memang-bukan-budaya-kita\/","title":{"rendered":"Makan Sushi Mentah Memang Bukan Budaya Kita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya mengonsumsi makanan mentah mungkin lekat dengan orang Jepang. Yah, walaupun sehari-hari kita terbiasa menggoreng, mengukus, dan merebus makanan, makanan mentah seperti sushi dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sashimi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sashimi<\/a> jelas punya data tarik tersendiri bagi orang Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui, sushi dan sashimi merupakan dua hidangan Jepang yang terbuat dari bahan utama berupa ikan mentah. Ikan mentah yang dipakai membuat sushi dan sashimi bukan ikan lele atau gurame, lho, melainkan ikan yang terkenal mahal, yakni ikan salmon dan tuna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai dua jenis ikan yang termasuk golongan &#8220;crazy rich fish&#8221;, salmon dan tuna disebut-sebut punya kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Berarti, makan sushi dan sashimi sangat baik bagi tubuh, kira-kira begitu mindset yang saya gunakan saat berkesempatan untuk makan sushi di salah satu restoran Jepang ternama untuk pertama kalinya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173024\" aria-describedby=\"caption-attachment-173024\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-173024 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daging-salmon-siap-dimasak-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daging-salmon-siap-dimasak-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daging-salmon-siap-dimasak-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daging-salmon-siap-dimasak-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daging-salmon-siap-dimasak-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173024\" class=\"wp-caption-text\">Daging salmon siap dimasak (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan songongnya saya memesan sushi nigiri alias sushi yang disajikan dengan daging ikan mentah di antara teman-teman saya yang memilih sushi matang. Dengan wajah heran teman-teman saya mencoba meyakinkan, &#8220;Emang kamu udah pernah makan sushi mentah?&#8221;, &#8220;Pesan yang matang aja!&#8221;, hingga &#8220;Nanti kalau muntah sayang, lho&#8230;&#8221;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, saya hanya mengenal dan mampu membeli makanan yang mengandung salmon dan tuna melalui <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-saya-whiskas-adalah-makanan-kucing-yang-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makanan kucing<\/a>. Iya, karena merasa iri dengan kucing yang sudah makan salmon dan tuna, saya jadi kepingin mencoba makan sushi nigiri salmon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat terhidang di meja makan, tampilan sushi dengan irisan tipis salmon mentah itu tampak menggiurkan bak di gim Cooking Madness. Daging salmon oranye dengan nasi kepal mirip lemper tersebut begitu lucu tersaji. Shoyu (kecap asin), bubuk cabai, dan wasabi\u2014yang awalnya saya kira bubuk matcha\u2014juga tersaji berdampingan dengan piring sushi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mindset &#8220;perbaikan gizi&#8221; dan &#8220;keluar dari zona nyaman&#8221;, saya melahap tanpa ragu sushi nigiri salmon yang tampilannya lucu itu. Sebelum masuk ke dalam mulut, saya mencoba mencium bau ikan salmon. &#8220;Aman, nggak amis. Pakai jeruk nipis berapa butir ya kok bisa nggak amis begini?&#8221; begitu pikir saya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173025\" aria-describedby=\"caption-attachment-173025\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-173025 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ragam-sushi-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ragam-sushi-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ragam-sushi-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ragam-sushi-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ragam-sushi-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173025\" class=\"wp-caption-text\">Ragam sushi (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tekstur lembek dengan rasa tawar adalah impresi pertama indra perasa saya. Setelah sushi habis dikunyah, betapa bersyukurnya saya karena dapat mencoba makanan mentah yang katanya kaya gizi ini. Saya langsung merasa jadi manusia paling sehat di dunia. Walau nggak sesering makan ikan asin atau lele, setidaknya tubuh saya pernah bertemu dengan secuil daging &#8220;crazy rich fish&#8221; dan menyerap manfaatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pulang dari restoran Jepang saya nggak menunjukkan gejala aneh seperti muntah, mual, hingga diare yang ditakuti banyak orang ketika mengonsumsi makanan mentah. Palingan gejala kurang puas saja gara-gara harus bayar mahal untuk seporsi sushi nigiri padahal hanya dapat dua biji. Wqwqwq. Tapi, sadar diri lah, salmon kan termasuk ikan yang diimpor, jadi wajar kalau harganya sedikit lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p>Namun karena masih penasaran dengan sushi mentah, saya browsing sana-sini. Saya mendapati fakta bahwa rupanya mengonsumsi makanan mentah tak sepenuhnya aman, termasuk salmon mentah. Dilansir dari website Sehatq.com, ikan salmon mentah dapat mengandung bakteri, parasit, dan mikroba. Biasanya ditemukan bakteri Salmonella dalam makanan mentah. Bakteri ini akan mati jika ikan dimasak dengan benar hingga matang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_173026\" aria-describedby=\"caption-attachment-173026\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-173026 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sashimi-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sashimi-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sashimi-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sashimi-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Sashimi-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173026\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi sashimi (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebenarnya, kekhawatiran akan Salmonella ini nggak mempengaruhi budaya makan makanan mentah di Jepang mengingat orang Jepang punya standarisasi untuk makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, orang Jepang juga konon punya teknik sterilisasi yang bikin kualitas makanan mentah tetap baik sehingga aman untuk dikonsumsi. Lagi pula pada dasarnya kualitas perairan di Jepang cukup bersih.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau nggak mual, muntah, atau diare setelah makan sushi nigiri, saya merasa budaya kita memang bukan makan makanan mentah. Terlalu banyak kekhawatiran yang muncul setelah saya mencoba makan sushi mentah seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-gaya-hidup-orang-jepang-yang-bikin-mereka-bertubuh-langsing-ideal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Jepang<\/a>. Namun, makan sushi mentah seperti yang saya lakukan mungkin bisa jadi salah satu cara untuk menantang diri atas quote &#8220;jangan takut mencoba&#8221; yang biasa dilontarkan akun-akun motivasi. Yah, hitung-hitung jadi media belajar agar nggak menghakimi sesuatu di luar kebiasaan atau pola pikir kita.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Anisah Meidayanti<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-nekat-makan-masakan-jepang-kalau-lidahmu-jawa-tulen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budaya kita adalah mencari filosofi makanan, dah.<\/p>\n","protected":false},"author":1482,"featured_media":173023,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[15387,15388,5331],"class_list":["post-172180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-mentah","tag-salmon","tag-sushi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1482"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172180\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}