{"id":171707,"date":"2022-04-04T14:30:06","date_gmt":"2022-04-04T07:30:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=171707"},"modified":"2022-04-04T14:37:31","modified_gmt":"2022-04-04T07:37:31","slug":"alasan-mengapa-zombi-korea-selatan-larinya-lebih-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-mengapa-zombi-korea-selatan-larinya-lebih-cepat\/","title":{"rendered":"Alasan Mengapa Zombi Korea Selatan Larinya Lebih Cepat"},"content":{"rendered":"<p>Zombi Korea Selatan lagi banyak digandrungi penonton di seluruh dunia. Baik itu dalam bentuk karya film panjang maupun serial. Jika diperhatikan lebih dalam, <span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'segoe ui', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'helvetica neue', sans-serif;\">zombi asal negeri ginseng ini punya ciri yang berbeda dibandingkan zombi asal Hollywood.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Indonesia, zombi<em>\/<\/em>the living death diartikan sebagai \u201cmayat hidup\u201d. Sederhananya nih, mereka mati terus hidup lagi, tetapi kesadaran mereka hilang sepenuhnya. Bagaimana mereka mati? Penyebabnya berbeda-beda, ada yang mati karena virus, tanaman liar di hutan, bahkan radiasi. Kemudian mereka bangkit kembali bersama dengan \u201ckegilaan\u201d yang membuat manusia disekitarnya ketakutan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia perfilman, kisah kehidupan pasca-wabah zombi, atau yang sering kita sebut dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/the-walking-dead-adalah-cerita-zombie-apocalypse-paling-masuk-akal\/\"><em>zombi apocalypse<\/em><\/a> bermula saat film karya George Romero yang berjudul <em>Night of The Living Dead <\/em>yang dibuat pada tahun 1968 beredar di masyarakat. Saat itu istilah zombi belum diperkenalkan. Tetapi, jika dilacak lebih dalam lagi, tepatnya pada tahun 1932, ternyata ada film yang bertemakan zombi yakni film karya Victor Halperin yang berjudul <em>White Zombie<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_171800\" aria-describedby=\"caption-attachment-171800\" style=\"width: 876px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-171800\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-300x222.jpg\" alt=\"zombi\" width=\"876\" height=\"648\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-300x222.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-1024x756.jpg 1024w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-768x567.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-750x554.jpg 750w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint-1140x842.jpg 1140w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Warpaint.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 876px) 100vw, 876px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171800\" class=\"wp-caption-text\">Zombi dalam film-film barat (Warpaint via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam film tersebut, terdapat penjelasan mengenai zombi yang diadaptasi dari kebudayaan populer dari kepercayaan Haiti dan tujuh wilayah di bawah kekuasaan Prancis di Karibia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, pada masa kini film zombi telah banyak beredar di masyarakat. Film zombi mulai ramai dibicarakan setelah film <em>Resident Evil<\/em>\u00a0muncul (setidaknya di lingkungan saya). Film tersebut adalah adaptasi dari game yang berjudul sama. Kemudian film-film lain dengan tema zombi dari berbagai negara pun mulai bermunculan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang film zombi, saya pribadi mulai tertarik dengan itu sejak pertama kali saya menonton film <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbedaan-karakteristik-zombi-di-serial-kingdom-happiness-dan-all-of-us-are-dead\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Train To Busan<\/em><\/a> di salah satu bioskop yang ada di Kota Bandung. Sensasi setelah menonton Train To Busan masih teringat jelas dalam benak saya. Tetapi, anehnya setelah itu saya menjadi \u201ckecanduan\u201d menonton film yang bertemakan zombi, seperti <em>World War Z, Zombieland, Fear The Walking Death, Resident Evil, I Am Legend, Shaun of The Dead, Rec, One Cut of The Death,<\/em>\u00a0dan masih banyak lagi film-film lainnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tetapi ada satu perbedaan yang saya sadari setelah menonton film-film zombi tersebut, khususnya <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=5SulQ3KPQhM\">film<\/a> yang diproduksi oleh Korea Selatan. Ada beberapa film zombi Korea Selatan (selanjutnya akan disebut K-Zombie) seperti <em>Train To Busan, Kingdom, #Alive, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbedaan-karakteristik-zombi-di-serial-kingdom-happiness-dan-all-of-us-are-dead\/\">All of Us Death,<\/a> Happiness,<\/em> di mana zombi yang ada di film tersebut sangat amat menyeramkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_171801\" aria-describedby=\"caption-attachment-171801\" style=\"width: 779px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-171801\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-300x199.jpg\" alt=\"\" width=\"779\" height=\"517\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-300x199.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-1024x680.jpg 1024w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-768x510.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-750x498.jpg 750w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan-1140x757.jpg 1140w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Poster-Train-to-Busan.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 779px) 100vw, 779px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171801\" class=\"wp-caption-text\"><em>Poster film tentang zombi, Train to Busan. (Shutterstock.com)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mereka terkesan lebih cepat saat berlari dan lebih peka terhadap suara. Dan tak dipungkiri jika K-Zombie juga lebih pintar dibandingkan dengan zombi di negara lain. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Korea Selatan adalah pekerja keras. Hal kecil yang mencerminkan\u00a0statement\u00a0tersebut adalah bahwasannya para siswa di Korea Selatan rela pulang sekolah pukul 10 malam (atau lebih) demi bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi yang ketat. Selain itu, para buruh di Korea Selatan terkesan seperti rela bekerja berjam-jam karena mereka beranggapan bahwa jam kerja yang panjang sama dengan produktif.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jika ditarik kebelakang, mengapa hal ini bisa terjadi?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya adalah karena dipengaruhi oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/budaya-palli-palli-dan-kerja-keras-orang-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">budaya\u00a0palli-palli<\/a>. Mungkin kalian sering mendengar kosakata ini di dalam drakor. Ya,\u00a0palli-palli sudah menjadi budaya masyarakat Korea Selatan sejak pasca-kemerdekaan. Palli-palli\u00a0sendiri artinya kurang lebih tergesa-gesa atau cepat-cepat. Lalu bagaimana ceritanya kok bisa budaya\u00a0palli-palli\u00a0menjadi sangat mendarah daging dalam sanubari masyarakat Korea Selatan?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bermula pada saat berakhirnya perang antara Korea Selatan dan Korea Utara yang telah membunuh ribuan nyawa tak bersalah. Saat itu, Korea Selatan tengah dihantui oleh ancaman kehancuran negaranya akibat perang. Sedangkan Korea Utara dan Jepang saat itu tengah berada dalam keadaan pertumbuhan ekonomi yang pesat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_171802\" aria-describedby=\"caption-attachment-171802\" style=\"width: 789px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-171802\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-300x200.jpg\" alt=\"film zombi di korea selatan\" width=\"789\" height=\"526\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-300x200.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-768x512.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-750x500.jpg 750w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea-1140x760.jpg 1140w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/All-of-Us-Are-Dead-zombie-Korea.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 789px) 100vw, 789px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171802\" class=\"wp-caption-text\"><em>Karakter zombi Korea tak lepas dari budaya palli-palli di Korea Selatan. (Shutterstocks)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Presiden Park Chung Hee pun harus putar otak supaya negaranya tersebut tidak ketinggalan. Kemudian muncullah Five-Year Economic Plans\u00a0dengan budaya\u00a0palli-palli\u00a0yang menjadi penunjang. Tujuan utama dari budaya\u00a0palli-palli\u00a0ini adalah untuk menumbuhkan pemikiran di masyarakat Korea Selatan bahwa orang rugi adalah orang yang suka buang-buang waktu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Presiden Park Chung Hee berharap, dengan diterapkannya budaya\u00a0palli-palli\u00a0mampu mengubah masyarakat dan negara Korea Selatan menjadi lebih bisa bersaing dengan negara-negara lain. Jadi, dengan adanya budaya\u00a0palli-palli\u00a0ini, Korea Selatan dapat keluar dari kerangkeng kemiskinan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hal ini terbukti dari kemajuan Korea Selatan dibidang teknologi dan terutama industri hiburannya. Korea Selatan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-12 di dunia berdasarkan produk domestik bruto.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hal tersebut, mungkin dapat disimpulkan bahwa budaya\u00a0palli-palli\u00a0lah yang menyebabkan K-Zombie diciptakan dengan sedemikian rupa, tak lain dan tak bukan untuk mencerminkan kehidupan seharian masyarakat Korea Selatan itu sendiri.<\/p>\n<p>Penulis: Yunika Putri Annisah<br \/>\nEditor: Agung Purwandono<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apakah-fesyen-dan-kejahatan-selalu-bekerja-sama-seperti-di-film-film\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apakah Fesyen dan Kejahatan Selalu Bekerja Sama seperti di Film-film?<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wow! Apa betul begitu?<\/p>\n","protected":false},"author":1815,"featured_media":171798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[30,8919,15317],"class_list":["post-171707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film-korea","tag-zombi","tag-zombi-korea"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1815"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171707\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/171798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}