{"id":171372,"date":"2022-04-02T08:00:58","date_gmt":"2022-04-02T01:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=171372"},"modified":"2022-04-01T22:02:18","modified_gmt":"2022-04-01T15:02:18","slug":"apa-iya-upah-penjahit-di-dunia-fesyen-itu-ngenes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-iya-upah-penjahit-di-dunia-fesyen-itu-ngenes\/","title":{"rendered":"Apa Iya Upah Penjahit di Dunia Fesyen Itu Ngenes?"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upah penjahit terlihat kecil kalau kita lihat dari harga baju. Padahal aslinya ya nggak sekecil itu.<\/span><\/i><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Istri gue bikin brand dengan mencoba memberikan upah yang lebih layak untuk pekerjanya, terutama para penjahit. Hasilnya? Harga end user lebih mahal. Lalu, setelah 8 tahun apa yang terjadi? Bangkrut.<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu cuit <a href=\"https:\/\/twitter.com\/eckyagassi\/status\/1509163850784034819?t=riScqXnRWDhF09XkoGuP0A&amp;s=19\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seseorang<\/a> di Twitter. Rupanya, cuitan yang disukai oleh 13 ribu orang dan di-retweet sebanyak 3 ribu lebih ini dibuat untuk menanggapi tulisan tentang eksploitasi buruh perempuan di tengah gemerlap bisnis fesyen. Duh. Memang, ya, kalau ngomongin soal dunia buruh, antara eksploitasi dan kesejahteraan, kita pasti tau mana di antara keduanya yang lebih dekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang coba, deh, kita itung-itung sendiri. Ada gamis harga 70 ribuan. Dikurangi harga beli bahan, ongkos bongkar muat barang, untung buat penjual dan pengusaha konfeksi. Lha trus, upah penjahit berapa? Kan ngenes.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171413\" aria-describedby=\"caption-attachment-171413\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-171413\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/benang-jahit.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/benang-jahit.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/benang-jahit-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/benang-jahit-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/benang-jahit-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171413\" class=\"wp-caption-text\">Benang jahit (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apa iya sengenes itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking penasarannya, saya coba untuk mengulik informasi dari Azmi, pengusaha konfeksi kenalan saya yang tinggal di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tembok_Banjaran,_Adiwerna,_Tegal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desa Tembok<\/a> Kabupaten Tegal. FYI, Desa Tembok ini terkenal dengan konfeksinya. Hasil produksi UMKM konfeksi Desa Tembok tidak hanya dijual secara lokal, tapi juga dikirim ke kota-kota besar. Jangan-jangan, baju yang sekarang kalian pakai pun made in Desa Tembok? Cuma dikasih label distro aja biar kelihatan mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balik soal upah penjahit. Menurut Azmi, jika para penjahit bisa fokus bekerja, tidak banyak guyon, bisa kerja cepat dan tidak sering bolos, mereka bisa mendapat upah yang layak alias nggak ngenes-ngenes banget. Ketika saya tanya berapa besaran upah penjahit, jawaban Azmi membuat saya auto bengong. Bayangkan, mereka bisa dapat 800 ribu, Gaes. Bukan per bulan, loh, ya, tapi per minggu. Artinya, mereka bisa dapat 3,2 juta sebulan. Oh, iya. Upah segitu upah bersih karena mereka sudah dapat makan dan minum. Wew. Apa kabar <a href=\"https:\/\/regional.kontan.co.id\/news\/daftar-lengkap-umk-yogyakarta-tahun-2022-dan-perbandingannya-dengan-tahun-2021#:~:text=Melansir%20dari%20jogjaprov.go.id,besaran%20UMP%20DIY%20tahun%202022.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR Jogja<\/a>?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tentu saja, 800 ribu per minggu itu bukan angka mati. Nilainya fluktuatif. Selain tergantung dari kinerja penjahit, kondisi pasaran juga mempengaruhi upah penjahit. Yang terburuk adalah ketika awal pandemi. Pasar begitu lesu. Alhasil, penjahit hanya mendapat seperempat dari yang biasa mereka bisa bawa pulang.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171414\" aria-describedby=\"caption-attachment-171414\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-171414\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Kain-dipotong-potong.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Kain-dipotong-potong.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Kain-dipotong-potong-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Kain-dipotong-potong-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Kain-dipotong-potong-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171414\" class=\"wp-caption-text\">Kain dipotong-potong (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nahasnya, meski upah buruh jahit di desa sudah termasuk cukup untuk kebutuhan sehari-hari, masih banyak yang lebih memilih untuk menjadi buruh jahit di kota-kota besar seperti, Jakarta, Bandung, dsk. Padahal secara hitung-hitungan, upah kerja di kampung dengan di luar kota tidak jauh berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin upah di kota terlihat lebih besar. Tapi, jangan lupa, biaya hidup di kota juga jauh lebih tinggi. Memangnya di kota gede ada nasi bungkus harga 2500? Kan nggak ada. Belum kalau bicara soal biaya ngontrak, dsb. Menang gengsi doang, sih, kalau kerja di kota. Kelihatan keren. Padahal, ya, ngunu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, soal adanya usaha konfeksi yang bangkrut karena berusaha memberikan upah penjahit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang layak, Azmi punya pendapat sendiri. Menurutnya, konfeksi adalah usaha yang membutuhkan modal yang sangat besar. Tak cukup hanya punya simpanan dua kali modal. Paling nggak, harus punya simpanan tiga kali lipat. Kenapa? Karena pengusaha konfeksi tidak bisa langsung menikmati hasil usahanya. Duit mereka itu, kebanyakan masih tertahan di penjual-penjual. Sementara, produksi harus terus jalan. Jadi, kalau modalnya nggak kuat, ya, wasalam.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171415\" aria-describedby=\"caption-attachment-171415\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-171415 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Konveksi.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Konveksi.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Konveksi-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Konveksi-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Konveksi-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171415\" class=\"wp-caption-text\">Konfeksi (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking banyaknya modal yang harus dimiliki oleh pengusaha konfeksi, tak jarang mereka harus mengajukan pinjaman ke bank supaya usahanya bisa muter. Tahu sendiri, kan, duit hasil utang itu kek gimana? Panas. Kalau nggak bisa mengelola, ya, bisa gulung tikar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPokoknya harus siap mumet kalau terjun di industri konfeksi.\u201d Begitu kata Azmi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, Lur? Siap mumet, nggak?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjahit-yang-sering-php-lahir-dari-pelanggan-yang-juga-suka-php\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjahit yang Sering PHP Lahir dari Pelanggan yang Juga Suka PHP<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upah penjahit ngenes? Hahaha lucu kau anak muda.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":171412,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[4357,15259,15258],"class_list":["post-171372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-fashion","tag-konfeksi","tag-upah-penjahit"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171372"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171372\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/171412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}