{"id":171266,"date":"2022-04-08T14:00:10","date_gmt":"2022-04-08T07:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=171266"},"modified":"2022-04-08T13:53:52","modified_gmt":"2022-04-08T06:53:52","slug":"tajin-palappa-bubur-bumbu-kacang-menu-sarapan-khas-situbondo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tajin-palappa-bubur-bumbu-kacang-menu-sarapan-khas-situbondo\/","title":{"rendered":"Tajin Palappa: Bubur Bumbu Kacang Menu Sarapan Khas Situbondo"},"content":{"rendered":"<p><em>Tajin palappa adalah bubur yang menolak pakai daging ayam<\/em><\/p>\n<p>Bubur itu makanan segala kasta dan setiap daerah pasti ada bubur, nggak mungkin nggak. Dan karena itulah, makanan ini punya varian yang amat banyak. Tiap daerah punya ciri khasnya sendiri. Tak terkecuali, Situbondo.<\/p>\n<p>Situbondo mengenal buburnya dengan nama tajin palappa. Tapi, harap bedakan membaca Palapa dari sumpah Gajah Mada dengan Palappa. Palapa, itu pakai P satu. Kalau Palappa, itu P-nya dua. Bacanya pakai syiddah atau tasydid. Bunyinya tebal karena pakai huruf ganda.<\/p>\n<figure id=\"attachment_172806\" aria-describedby=\"caption-attachment-172806\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-172806\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tajin-palappa-tuh-kek-gini-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tajin-palappa-tuh-kek-gini-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tajin-palappa-tuh-kek-gini-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tajin-palappa-tuh-kek-gini-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tajin-palappa-tuh-kek-gini-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-172806\" class=\"wp-caption-text\">Tajin palappa tuh kek gini (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Nah, kalau arti dari Palappa sendiri, itu adalah bumbu. Sedangkan untuk tajin, itu bubur. Jadi, kalau tajin palappa itu merupakan bubur yang disajikan dengan bumbu di atasnya. Tapi, bumbu dari bubur yang ada di Situbondo, itu berbeda.<\/p>\n<p>Biasanya, bubur yang kita kenal adalah bubur ayam yang kuahnya berwarna kuning, dengan taburan kacang dan bawang goreng. Sedangkan di Situbondo, berbeda. Bubur berisi daging ayam itu aneh.<\/p>\n<p>\u201cKasta\u201d dari bubur, sangat tidak cocok disandingkan dengan ayam. Di sini, ayam itu dianggap makanan yang cukup mewah. Tetangga yang bisa beli ayam, itu dianggap orang kaya. Sedangkan untuk bubur, dianggap sebagai makanan yang sangat biasa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_172808\" aria-describedby=\"caption-attachment-172808\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-172808\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Bubur-ayam-itu-dianggap-aneh-sama-orang-Situbondo-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Bubur-ayam-itu-dianggap-aneh-sama-orang-Situbondo-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Bubur-ayam-itu-dianggap-aneh-sama-orang-Situbondo-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Bubur-ayam-itu-dianggap-aneh-sama-orang-Situbondo-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Bubur-ayam-itu-dianggap-aneh-sama-orang-Situbondo-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-172808\" class=\"wp-caption-text\">Bubur ayam itu dianggap aneh sama orang Situbondo (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lantaran adanya kasta yang dibikin-bikin sendiri ini, orang-orang jadi beranggapan kalau keduanya memang tak pantas bersama. Kalau bubur itu, pantasnya ya hanya sama bumbu kacang saja. Maka dari itu, tajin palappa diberi bumbu kacang tanah yang digoreng, petis ikan, cabai rawit, cuka, dan gula merah atau pasir. Pribadi sih, paling enak pakai gula merah.<\/p>\n<p>Nantinya, setiap bahan-bahan tersebut harus diulek. Harus sampai halus. Dan menguleknya juga harus pakai tangan. Jangan pakai blender. Rasa dari ulekan tangan dengan blender, sangat berbeda.<\/p>\n<p>Apalagi kalau menguleknya pakai ulekan dan cobek dari batu. Entah kenapa, rasanya jadi semakin gurih. Di sini, biasanya juga warung tajin palappa yang paling laris, ulekan dan cobeknya pakai yang berbahan dasar batu.<\/p>\n<p>Setelah selesai menghaluskan bumbunya, lalu buburnya disediakan ke mangkok. Selesai? Belum.<\/p>\n<p>Sebelum bumbu disiramkan ke atas bubur, biasanya bubur ditambahi dengan sayuran lebih dulu. Sayur yang ditambahkan biasanya kangkung dan tauge. Tapi bukan yang segar, melainkan direbus dulu. Setelah dihiasi dengan sayuran, barulah bumbu kacang yang selesai diulek, langsung disiramkan ke atas bubur.<\/p>\n<p>Kombinasi dari bubur plus sayur kangkung dan tauge, menurut orang-orang sini masih selevel. Kangkung per ikatnya mungkin hanya dua ribu rupiah. Dan tauge juga harganya sangat murah. Kombinasi ini, baru tepat. Kalau tambah daging ayam, nggak cocok. Wong beda level.<\/p>\n<p>Biasanya, penikmat bubur ini menambahkan kerupuk sebagai teman makannya. Hampir semua orang di Situbondo makan tajin palappa pake kerupuk. Sama pake tangan juga sih. Ya kali makan nggak pakai tangan. Susah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_172879\" aria-describedby=\"caption-attachment-172879\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-172879\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pakai-kerupuk-mantap-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pakai-kerupuk-mantap-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pakai-kerupuk-mantap-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pakai-kerupuk-mantap-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pakai-kerupuk-mantap-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-172879\" class=\"wp-caption-text\">Pakai kerupuk, mantap (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagaimana daerah lain, penikmat bubur ini juga ada penganut mazhab bubur diaduk dan tak diaduk. Bedanya, mereka nggak debat tentang hal itu. Soalnya, ya ngapain didebatin, kayak nggak ada kerjaan lain aja.<\/p>\n<p>Sepengetahuan saya, tajin palappa itu hanya \u201cterkenal\u201d di Situbondo. Jarang ditemukan kuliner ini di tempat lain. Saya sempat menemukan kuliner ini di Bondowoso dan Jember, tapi amat sedikit yang jual.<\/p>\n<p>Yang unik dari tajin ini satu, ia hanya dikonsumsi pada pagi hari. Otomatis, ia jadi menu sarapan paling terkenal di Situbondo. Ada beberapa alasan kenapa makanan ini hanya dikonsumsi di pagi hari.<\/p>\n<p>Pertama, Tajin palappa itu hanya cocok untuk menunda lapar. Tahu sendiri, kan. Setelah makan bubur dan belum makan nasi dalam bentuk yang paling sempurna, kenyang tidak akan bisa bertahan lama.<\/p>\n<p>Alasan kedua, karena mbok-mbok yang jualan, hanya buka di pagi hari. Lewat dari jam 09.00, dah pada tutup. Uniknya lagi, Tajin palappa ini biasanya disajikan oleh para mbok-mbok atau perempuan.<\/p>\n<p>Kalau laki-laki yang bikin, biasanya nggak enak. Nggak, ini bukan mau ngomong masalah gender. Tapi, di sini, yang dipahami ya begitu. Tajin palappa yang enak itu, biasanya dijual oleh mbok-mbok yang agak tua dan kadang sudah bingung menghitung uang kembalian.<\/p>\n<p>Jadi, bagi siapa saja yang mungkin berlibur ke Situbondo walaupun tempat wisatanya biasa-biasa aja, jangan lupa sempatkan diri untuk mencoba tajin palappa sebagai menu sarapan khas yang ada di sini.<\/p>\n<p>Penulis: Firdaus Al Faqi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rekomendasi-film-misteri-yang-bikin-kita-mikir-keras-saat-nonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Rekomendasi Film Misteri yang Bikin Kita Mikir Keras Saat Nonton<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Situbondo punya nih, Bwos!<\/p>\n","protected":false},"author":585,"featured_media":172881,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[320,15252,6103,15367,5828],"class_list":["post-171266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bubur","tag-lapak-terminal","tag-sarapan","tag-tajin-palappa","tag-umkm"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/585"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171266"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171266\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/172881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}