{"id":171259,"date":"2022-04-19T14:00:31","date_gmt":"2022-04-19T07:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=171259"},"modified":"2022-04-19T13:55:45","modified_gmt":"2022-04-19T06:55:45","slug":"nase-sodu-sajian-nasi-dengan-kuah-lodeh-khas-situbondo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nase-sodu-sajian-nasi-dengan-kuah-lodeh-khas-situbondo\/","title":{"rendered":"Nase\u2019 Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo"},"content":{"rendered":"<p><em>Haram hukumnya ke Situbondo tanpa nyobain nase&#8217; sodu<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat berpikir kalau Situbondo, itu tidak punya makanan khas sama sekali. Ternyata, setelah bertanya ke beberapa teman dan orang-orang terdekat, di sini ada yang namanya nase\u2019 sodu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa lokal, nase\u2019 artinya nasi. Sedangkan sodu, diartikan sebagai lodeh. Jika melihat sepintas, memang nggak tampak spesial sama sekali. Tampilannya juga biasa aja. Kalau dilihat-lihat, mirip sama masakan ibu-ibu rumah tangga.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_174199\" aria-describedby=\"caption-attachment-174199\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-174199\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Lodeh-Shutterstock.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Lodeh-Shutterstock.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Lodeh-Shutterstock.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Lodeh-Shutterstock.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Lodeh-Shutterstock.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174199\" class=\"wp-caption-text\">Kaya lodeh ini, tapi lebih kental (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kalau masalah rasa, saya yakin nggak ada makanan yang rasanya mirip dengan nase\u2019 sodu ini. Sebagai orang yang pernah mencicipi, nase\u2019 sodu ini rasanya gurih-gurih pedas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gurihnya itu, berasal dari komposisi yang digunakan sebagai kuah. Adapun kuahnya, dibuat dengan santan, labu air, labu kuning, dan beberapa bumbu masakan seperti ketumbar, bawang putih, daun salam, dan banyak lagi. Cek aja di Google kalau mau tahu bahan lengkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dikatakan, kalau kuah dari nase\u2019 sodu ini, merupakan kuah lodeh khas-nya Situbondo. Tapi kalau lodeh biasa, hanya pakai sedikit santan saja dan bikin kuahnya tidak terlalu kental. Kalau kuah nase\u2019 sodu, itu cenderung dan bahkan sangat kental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ada ibu-ibu yang jualan makanan ini, bilang kalau untuk bikin santannya, ia butuh minimal 17 buah kelapa yang nanti langsung dicampurkan dengan berbagai bahan kuah.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_174200\" aria-describedby=\"caption-attachment-174200\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-174200\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/santan.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/santan.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/santan-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/santan-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/santan-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-174200\" class=\"wp-caption-text\">Butuh santan yang banyak, Sob (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi siapapun yang punya kolesterol tinggi dan darah tinggi, sangat tidak disarankan untuk mencoba makanan ini. Takutnya tiba-tiba nyeri, pusing, dan kepala serasa dicengkeram. Kuah dari santan yang kental, memang baiknya dihindari kalau punya kondisi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau pedasnya, berasal dari sambal cengi (tauge). Sambal cengi ini, dibuat dengan tauge segar dan berukuran pendek plus sambal terasi udang khas Situbondo. Saat nasi berkuah tersebut sudah dicampur dengan sambal, mungkin setiap orang yang mencobanya, ingin nambah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum cukup di situ. Nase\u2019 sodu ini, kalau di abang-abang atau ibu-ibu yang jualan, biasanya pakai ikan tongkol. Masaknya itu terpisah dengan pembuatan kuah. Kalau ikan tongkolnya, dimasak menggunakan metode yang oleh orang lokal disebut e takar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E takar, merupakan metode memasak yang pakai bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabai merah (yang gede-gede berwarna merah), jahe, dan asam jawa.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_173977\" aria-describedby=\"caption-attachment-173977\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-173977\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tongkol.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tongkol.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tongkol-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tongkol-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tongkol-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-173977\" class=\"wp-caption-text\">Tongkol (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua bahan itu, nantinya dihaluskan dulu. Lalu ditumis sebentar. Setelah itu, barulah ikan tongkol dimasukkan. Rasa dari tongkol dengan metode memasak tersebut, biasanya lebih dominan pedas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar lebih mantap, makanan ini harus ditemani kerupuk. Jadi, kombinasi antara kuah yang gurih, tongkol dengan rasa dominan pedas, dan sambal cengi plus kerupuk, bikin lidah yang mencobanya tidak berhenti mengecap rasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, di sini ada anggapan kalau makan nase\u2019 sodu itu bikin cepat kenyang dan kenyangnya juga tahan lama walaupun porsinya sedikit. Porsi yang disediakan mirip porsi makan orang-orang kaya yang jarang makan nasi dalam jumlah besar. Tapi bisa dipastikan, satu porsi saja sudah bikin kenyang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, makanan khas ini hanya bisa ditemukan di beberapa daerah dan tempat saja. Nase\u2019 sodu, hanya mudah ditemukan di daerah daerah Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Kalau dari alun-alun kota, itu sekitar 27 km. Kalau pakai motor ke sana, mungkin 30 menitan sudah bisa sampai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pakai mobil, mungkin harus cukup bersabar karena harus ngantri buat nyalip truk-truk besar yang bawa kontainer, alat-alat berat, truk PG, dan tak lupa juga dengan bus yang jadi raja jalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, jalur yang harus ditempuh itu jalur pantura. Tahu sendiri bagaimana ramai dan lamanya kalau mau nyalip di jalur pantura. Jadi kalau mau coba nyicip, mending motoran saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi siapapun yang mungkin pengin jalan-jalan ke Situbondo, haram hukumnya kalau nggak nyobain nase\u2019 sodu. Jika memang ingin mencicipi, pastikan kalau orang yang jualan itu menyajikan dengan menggunakan daun pisang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun terlihat nggak berpengaruh, tapi tingkat kekhusyukan dan kenikmatan makan nase\u2019 sodu, bakal lebih tinggi kalau disajikan pakai daun pisang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun terdengar nikmat, ada satu hal yang mau nggak mau harus dipenuhi. Setiap orang yang mau makan, harus bersedia balapan dengan orang lain. Balapannya bukan motor atau mobil, tapi balapan untuk berebut dapat makanan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung yang biasanya menyediakan nase\u2019 sodu, sudah buka dari jam 05.00 pagi. Lewat dari jam 08.00, siapapun yang datang ke sana harus ikhlas untuk tidak mendapatkan kuliner khas Situbondo satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik nggak? Langsung gas Situbondo lah~<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Firdaus Al Faqi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menggugat-ketiadaan-bioskop-modern-di-bukittinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menggugat Ketiadaan Bioskop Modern di Bukittinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lodeh, tapi kental banget.<\/p>\n","protected":false},"author":585,"featured_media":174198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[15252,15470,10709,5828],"class_list":["post-171259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-lapak-terminal","tag-nase-sodu","tag-situbondo","tag-umkm"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/585"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=171259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/171259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=171259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=171259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=171259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}