{"id":17102,"date":"2019-10-14T10:30:55","date_gmt":"2019-10-14T03:30:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=17102"},"modified":"2019-10-16T15:17:31","modified_gmt":"2019-10-16T08:17:31","slug":"curhat-sebuah-kursi-dpr-tentang-artis-yang-jadi-anggota-dewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/curhat-sebuah-kursi-dpr-tentang-artis-yang-jadi-anggota-dewan\/","title":{"rendered":"Curhat Sebuah Kursi DPR Tentang Artis yang Jadi Anggota Dewan"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)\u2014gedung yang belakangan ramai dikerubuti massa\u2014saya sudah mengalami dan menjadi saksi akan banyak hal. Mulai dari ditinggalkan berhari-hari karena penghuni kursi bolos terus sampai menjadi saksi bisu anggota dewan yang nonton video porno di tengah-tengah sidang. Aduhai <em>woles<\/em> dan pekoknya anggota dewan yang satu itu!<\/p>\n<p>Pada 1 Oktober 2019 lalu 575 anggota DPR RI periode 2019-2024 resmi dilantik. Duh, itu artinya kami\u2014saya mewakili kursi-kursi gedung DPR yang lain\u2014akan berhadapan dengan muka-muka baru, eh maksudnya bokong-bokong baru. Saya dengar-dengar banyak dari anggota DPR terpilih itu yang berasal dari kalangan selebritis. Orang-orang yang melenggang ke Senayan cuma bermodal uang dan popularitas. Adapun kompetensinya sebagai anggota dewan? Coba tanya saja ke tong sampah terdekat.<\/p>\n<p>Saya sudah keblinger lah sama kasus-kasus macam begitu. Kalau anggota dewan yang latar belakangnya sudah jelas\u2014entah lulusan ilmu politik atau hukum\u2014saja masih banyak yang ngaco dan ngawur, <em>lha<\/em> terus apa yang bisa saya harapkan dari para selebritis yang mungkin belajar soal perundang-undangan cuma dari google. Saya paling hanya bisa mengelus dada, eh maksud saya senderan kursi dan berdoa kepada Tuhan\u2014walaupun saya nggak tahu apakah doa sebuah kursi bakal dikabulkan atau tidak.<\/p>\n<p>Malam kemarin, waktu gedung DPR sepi, saya iseng gugling\u2014jangan salah sangka, meskipun hanya seonggok kursi saya nggak gaptek, jangan tanyakan bagaimana cara saya internetan, tapi tanyakanlah apa yang sudah kamu lakukan untuk negaramu, eh\u2014nama-nama <a href=\"https:\/\/tirto.id\/hanya-16-persen-caleg-artis-yang-lolos-pemilu-2014-cPVe\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">artis yang lolos<\/a> jadi anggota DPR 2019-2024.<\/p>\n<p>Ada nama Desy Ratnasari, Rano Karno, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), Tommy Kurniawan, Mulan Jameela, Krisdayanti, dan Puan Maharani. Oh maaf, salah tulis. Nama terakhir <em>mah<\/em> bukan artis, melainkan seorang perempuan yang mencatatkan namanya dalam sejarah politik Indonesia dengan tinta emas sebagai perempuan pertama yang menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/kilas\/puan-maharani-mau-rangkap-jabatan-menteri-dan-anggota-dpr-nih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketua DPR RI<\/a> (ketahuilah, saya berbuat begini supaya Mbak Puan kelak menyepuh saya dengan emas atau merawat saya dengan semaksimal mungkin hehe).<\/p>\n<p>Jangan remehkan saya. Kendati hanya seonggok kursi, saya kenal artis-artis itu. Tidak lain berkat bapak-bapak dan ibu-ibu anggota dewan terdahulu. Soalnya mereka <em>tuh<\/em> sering di sela-sela rapat malah <em>browsing<\/em> berita artis terbaru. <em>Infotainment<\/em> gitu lah. Saya kan jadi akrab sama nama-nama artis. Memang sih itu bukan perilaku yang terpuji dan layak diteladani. Tapi ada sisi positifnya juga, saya jadi nggak <em>kudet<\/em> dengan dunia selebritis. Hehe.<\/p>\n<p>Sesungguhnya saya nggak bisa melarang-larang Mbak Makhluk-Tuhan-yang-Paling-Seksi, maksud saya Mulan Jameela, ataupun Mbak Mantan Istri Anang-Tapi-Tak-Begini, maksud saya Krisdayanti, untuk jadi anggota DPR. Itu sah-sah saja. Ya walaupun menurut yang saya baca cara Mbak Mulan mengambil jatah kursi DPR agak kurang etis. Tapi mungkin Mbak Mulan memang sudah mahir dalam urusan serobot-menyerobot, ya. Ya sudah nggak apa-apa deh.<\/p>\n<p>Begini Mbak-Mbak dan Mas-Mas Artis yang terpilih jadi anggota DPR 2019-2024. Saya mohon dengan sangat, sebagai sebuah kursi yang hanya bisa diam\u2014kecuali kalau ada yang dorong, tarik, atau angkat\u2014di gedung institusi yang anggarannya meningkat pesat, saya ingin Mbak-Mbak dan Mas-Mas profesional dan sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Jangan kayak anggota dewan yang sudah-sudah. Doyan tidur, hobi bolos, minim kontribusi, gemar plesiran pakai uang rakyat untuk kepentingan pribadi, suka korupsi, dan sekalinya bekerja malah bikin undang-undang bermasalah.<\/p>\n<p>Tolonglah, walau latar belakang politik kalian nggak jelas, bekerjalah secara maksimal. Belajarlah terus-menerus. Bekerjalah terus-menerus. Jangan cuma duduk di kursi DPR dengan mengharap gaji, fasilitas mewah, dan uang sana-sini. Berikanlah usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bermaslahat bagi kepentingan umum. Tapi ya jangan kayak Anang Hermansyah juga. Sekalinya bikin usulan (RUU Permusikan), banyak banget terdapat kontroversi di dalam usulannya.<\/p>\n<p>Ingatlah gedung DPR adalah tempat yang sakral. Dari sanalah banyak bermula hal yang akan menentukan masa depan negara kita tercinta (eh tapi saya buatan mana ya? Ah anggap saja kalaupun saya buatan asing, saya sudah dinaturalisasi, gitu aja kok repot). Jangan malah seolah membenarkan kata-kata Gus Dur yang pernah bilang <em>Beda DPR dengan taman kanak-kanak memang tidak jelas.<\/em> Jangan <em>atuh<\/em>.<\/p>\n<p>Kalian harus bekerja, tapi kerjanya jangan asal. Awas saja kalau nanti kalian asal-asalan kerjanya. Makan uang rakyat kok kerja asal-asalan. Jangan begitulah.<\/p>\n<p>Walaupun status kalian sebelumnya adalah artis, hilangkan identitas itu begitu kalian telah sah jadi anggota DPR. Jadi, jangan kebanyakan <em>selfie<\/em> dan nongol di depan kamera sambil senyam-senyum atau memenuhi undangan <em>talk show<\/em>. Yang harus kalian lakukan bukan bersikap narsistik begitu, tapi <em>kerja, kerja, kerja<\/em>\u2014sebagaimana slogan pemerintahan Pak Jokowi yang sudah dua periode.<\/p>\n<p>Selamat bekerja. Ingat, kerja. Saya nggak mau lihat lagi anggota dewan yang malas atau bahkan doyan ribut sampai tubuh saya dan teman-teman saya dilempar-lempar ketika sidang. Ingatlah, kalau manusia punya HAM (Hak Asasi Manusia), maka kami juga punya HAK (Hak Asasi Kursi), di mana kami tidak mau dizalimi dan tidak mau melihat kezaliman-kezaliman di depan mata kami. Camkan itu, duhai para anggota dewan yang saya banggakan.\u00a0(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA\u00a0<a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-ada-yang-istimewa-dari-hillary-brigitta-lasut-anggota-dpr-ri-termuda-periode-2019-2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nggak Ada yang Istimewa dari Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR RI Termuda Periode 2019-2024<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/erwinsetia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Erwin Setia<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai kursi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)\u2014gedung yang belakangan ramai dikerubuti massa\u2014saya sudah mengalami dan menjadi saksi akan banyak hal.<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":17177,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3571,1372,3573,3927,3928],"class_list":["post-17102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anggota-dewan","tag-artis","tag-dpr-ri","tag-kursi-dpr","tag-pelatikan-dpr"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}