{"id":17088,"date":"2019-10-14T10:15:00","date_gmt":"2019-10-14T03:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=17088"},"modified":"2019-10-16T15:18:10","modified_gmt":"2019-10-16T08:18:10","slug":"mixtape-untuk-pak-wiranto-yang-sedang-terkena-musibah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mixtape-untuk-pak-wiranto-yang-sedang-terkena-musibah\/","title":{"rendered":"Mixtape Untuk Pak Wiranto yang Sedang Terkena Musibah"},"content":{"rendered":"<p>Lagi-lagi Indonesia dikejutkan dengan kabar yang bikin pusing. Kamis, 10 Oktober 2019, terjadi sebuah <a href=\"https:\/\/tirto.id\/komentari-penusukan-wiranto-jrx-hanum-hingga-jonru-dipolisikan-ejBf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">penusukan<\/a> yang dialami oleh Menkopolhukan, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bilang-penusukan-wiranto-settingan-bisa-dipidana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pak Wiranto<\/a>. Beliau ditusuk ketika turun dari mobil dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten. Untungnya sih beliau nggak parah-parah banget. Pelaku penusukan diketahui sebgai sepasang suami istri, berinisial SA dan FA. Keduanya merupakan warga Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang Banten. Keduanya juga sudah diamankan oleh pihak yang berwajib. Dugaannya, para pelaku ini merupakan simpatisan kelompok ekstrimis.<\/p>\n<p>Kabar ini langsung menyita dan mengalihkan perhatian masyarakat. Ya gimana nggak, lha wong ketika semua masyarakat lagi serius mengawal isu-isu di parlemen, eh muncuk kejadian seperti ini. Semua prtal berita, baik cetak maupun elektronik menjadikan kabar ini sebagai headline. Mulai dari yang sekadar mengabarkan saja, sampai ada yang bikin investigasi <em>ndakik-ndakik<\/em> terkait kasus ini. Ada juga yang bikin-bikin <a href=\"https:\/\/mojok.co\/abm\/esai\/kalau-saya-percaya-teori-konspirasi-memangnya-kenapa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">teori konspirasi<\/a> segala macam, mulai dari pengalihan isu, sampai dibilang rekayasa.<\/p>\n<p>Ya kalau pengalihan isu ya nggak kaget juga sebenarnya. Di negara ini juga sering lah model-model seperti ini. Ada isu yang sedang dikawal, eh tiba-tiba ada isu lain yang naik, dengan tujuan menurunkan intensitas perhatian terhadap isu sebelumnya. Kalau soal rekayasa, ya menurut saya sih nggak menutup kemungkinan, toh di dunia ini apa saja bisa direkayasa, kan?<\/p>\n<p>Kasus ini juga melebar ke satu hal, yaitu soal empati. Banyak orang yang tidak menaruh empati terhadap apa yang menimpa Pak Wiranto. Ya wajar, sih, kan apa yang sudah diperbuat Pak Wiranto selama ini kan juga nggak sedikit dosanya. Saya sendiri juga nggak begitu menaruh empati terhadap beliau. Sah sah saja, kan? Tapi, saya masih lebih baik, karena masih ada sedikit sekali empati saya terhadap Pak Wiranto. Saya akan coba buat mixtape untuk Pak Wiranto. Siapa tahu lagu-lagu yang ada di mixtape ini bisa menemani pemulihan Pak Wiranto. Toh Pak Wiranto juga seorang musisi, kan? Monggo disimak.<\/p>\n<p><em><strong>1. Raksasa \u2013 Godbless<\/strong><\/em><br \/>\nLagu dari band rock kawakan yang dirilis tahun 1989 ini cocok untuk menemani pemulihan Pak Wiranto. Menceritakan tentang bagaimana akal bulus penguasa yang rakus, tamak, dan semaunya sendiri. Cocok lah untuk Pak Wiranto yang mungkin di tahun rilisnya, sedang jaya-jayanya. Apalagi penggalan lirik berikut ini:<br \/>\n<em>Ulah dan tingkah<\/em><br \/>\n<em>Nafsu tamak, serakah!<\/em><br \/>\n<em>Demi ambisi<\/em><br \/>\n<em>Sebar kata, fitnah!<\/em><br \/>\n<em>Singkirkan semua orang yang menghalang<\/em><br \/>\n<em>Peduli semua orang jadi korban<\/em><\/p>\n<p><strong>2. <em>Serdadu<\/em> \u2013 Iwan Fals<\/strong><br \/>\nIni salah satu lagu favorit saya juga, yang mungkin cocok buat Pak Wiranto. Lagu yang menceritakan tentang bagaimana kelakuan aparat militer pada saat itu (saat Pak Wiranto masih jadi tentara). Ya meskipun kalau saat itu Pak Wiranto dengar lagu ini pasti bakal marah, nggak ada salahnya dengar lagi sekarang. Ini kutipan liriknya:<br \/>\n<em>Serdadu baktimu kami tunggu<\/em><br \/>\n<em>Tolong kantongkan tampang serammu<\/em><br \/>\n<em>Serdadu rabalah dada kami<\/em><br \/>\n<em>Gunakan hati jangan pakai belati<\/em><\/p>\n<p><strong>3. <em>Peradaban<\/em> \u2013 .Feast<\/strong><br \/>\nBiar kekinian, saya beri lagu yang lagi tren banget. Ini lagu dari band rock yang menceritkan tentang kejadian-kejadian nggak asik yang dialami manusia. Mulai dari rumah ibadah terbakar, pembunuhan, penghinaan, dan macam-macam. Ya dengan Pak Wiranto dengar lagu ini, siapa tahu terinspirasi untuk bikin project musik yang agak kekinian. Begini kutipan liriknya:<br \/>\n<em>Karena kematian tanggungan pribadi<\/em><br \/>\n<em>Bukan milik siapa pun untuk disudahi<\/em><\/p>\n<p><strong>4. <em>Eastern Man<\/em> \u2013 Oscar Lolang<\/strong><br \/>\nNah ini juga keren. Lagu dari solois folk asal Bandung ini bercerita tentang seorang dari timur (Papua), yang bernyanyi, menceritakan tanah kelahirannya yang indah, penuh dengan emas, tapi dibuat banjir darah oleh aparat. Lagu ini cocok buat Pak Wiranto yang sering banget ngomong soal Papua, soal HAM. Ini kutipan irik yang paling mengena menurut saya:<br \/>\n<em>Sa pu mama mati karena tentara<\/em><br \/>\n<em>Sa pu rumah hancur karena tentara<\/em><br \/>\n<em>Sa su lama marah deng pemerintah<\/em><br \/>\n<em>Dong su buat Papua menjadi merah<\/em><\/p>\n<p><strong>5. <em>Evaluasi<\/em> \u2013 Hindia<\/strong><br \/>\nLagu dari project solo vokalis .Feast ini nampaknya cocok buat penutup mixtape ini. Lagu yang mengajak berdamai dengan diri sendiri dan mengevaluasi diri sendiri, nampaknya sesuai buat Pak Wiranto. Sebelum sembuh, Pak Wiranto bijaknya mengevaluasi diri sendiri. Seperti kutipan lirik lagu:<br \/>\n<em>Bilas muka, gosok gigi, evaluasi<\/em><br \/>\n<em>Tidur sejenak menemui esok pagi<\/em><br \/>\n<em>Walau pedih ku bersamamu kali ini<\/em><br \/>\n<em>Ku masih ingin melihatmu esok hari<\/em><\/p>\n<p>Ya itu tadi setidaknya mixtape berisi lima lagu yang cocok untuk menemani pemulihan Pak Wiranto. Semoga Pak Wiranto baik-baik saja dan segera pulih, karena masih banyak hal-hal yang harus dipertanggung jawabkan oleh beliau. (*)<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mixtape-untuk-rakyat-yang-sakit-hati-karena-negara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mixtape Untuk Rakyat yang Sakit Hati Karena Negara<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Iqbal-AR\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iqbal AR<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/faridhermawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0<\/a>lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya akan coba buat mixtape untuk Pak Wiranto. Siapa tahu lagu-lagu yang ada di mixtape ini bisa menemani pemulihan Pak Wiranto.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":17170,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3926,3919,3887,3893],"class_list":["post-17088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kasus-ham","tag-mixtape","tag-penusukan","tag-wiranto"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17088\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}