{"id":170860,"date":"2022-03-31T09:00:25","date_gmt":"2022-03-31T02:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=170860"},"modified":"2022-03-31T00:14:31","modified_gmt":"2022-03-30T17:14:31","slug":"rekomendasi-film-thailand-18-untukmu-yang-sudah-dewasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-film-thailand-18-untukmu-yang-sudah-dewasa\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Film Thailand 18+ untukmu yang Sudah Dewasa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Thailand bisa dibilang cukup populer di kalangan penonton muda Indonesia. Setidaknya sejak 2010 silam saat film <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">romantic-comedy <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">legendaris besutan Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn dan Wasin Pokpong, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/First_Love_(A_Little_Thing_Called_Love)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Crazy Little Thing Called Love<\/a>, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi pembuka gerbang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya jauh sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crazy Little Thing Called Love, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada film seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ong Bak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang pernah ditayangkan di televisi nasional. Namun, seperti yang kita tahu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ong Bak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bukan film yang bisa dinikmati segala kalangan. Setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ong Bak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crazy Little Thing Called Love, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SuckSeed, ATM: Er Rak Error, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hingga film-film horor macam<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pee Mak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mempopulerkan film lama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shutter <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan horor garapan Banjong Pisanthanakun lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film-film Thailand yang populer di Indonesia kebanyakan memang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">family-friendly. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, ada banyak film Thailand yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">R<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rated <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang bagus. Saya mau kasih kamu 6 rekomendasi film Thailand <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">R-rated <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk kamu yang sudah berusia di atas 18 tahun.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 Last Life in The Universe<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Last Life in The Universe <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menggelar cerita yang menarik dengan eksekusi yang apik dari Pen-Ek Ratanaruang. Di samping para aktor Thailand, film ini turut dibintangi aktor Jepang Tadanobu Asano (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Thor: Ragnarok, Mortal Kombat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan bahkan ada sineas kenamaan Takashi Miike.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Last Life in The Universe <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menceritakan seorang pustakawan Jepang yang ingin bunuh diri terpaksa bersembunyi di Thailand dengan seorang perempuan perokok ganja yang sedang berkabung karena baru saja kehilangan saudarinya. Film ini berjalan dengan mulus, memadukan komedi dan drama dengan baik. Karena film ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bunuh diri dan mengandung adegan yang cukup vulgar, jangan nonton kalau kamu belum sadar kalau panggil pacar &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ayah-bunda&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu norak banget.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171187\" aria-describedby=\"caption-attachment-171187\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-171187 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kisah-pustakawan-Jepang-yang-pengin-bunuh-diri-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kisah-pustakawan-Jepang-yang-pengin-bunuh-diri-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kisah-pustakawan-Jepang-yang-pengin-bunuh-diri-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kisah-pustakawan-Jepang-yang-pengin-bunuh-diri-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kisah-pustakawan-Jepang-yang-pengin-bunuh-diri-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171187\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi bunuh diri (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#2 Jan Dara The Beginning<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Dara The Beginning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">barangkali adalah film yang paling populer di daftar rekomendasi ini. Bagaimana tidak, kalau kamu ketik &#8220;film dewasa thailand&#8221; di kolom pencarian YouTube, film pertama yang akan kamu temukan adalah film ini, lengkap dengan judul dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">thumbnail <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang haus klik. Namun, di luar gembar-gembor adegan seksualnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Dara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan film yang kosong dan hanya mengandalkan adegan dewasa. Film yang diadaptasi dari novel erotis populer ini berbicara soal problematika keluarga kaya dan perkara seks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlatar pada tahun 1930-an, film ini mengisahkan Jan, seorang anak laki-laki yang tumbuh di sebuah rumah yang dikuasai oleh ayahnya yang kejam, Luang Wisnan. Film ini memperlihatkan kehidupan Jan yang pelik dan mengerikan sejak ibunya meninggal saat melahirkannya. Jan tumbuh dengan Bibi Wad, ibu tirinya, dan dia berjuang untuk mendamaikan rasa bersalah dan kerinduannya. Konflik mulai memanas setelah seorang perempuan yang memiliki hubungan dengan ayahnya datang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film adaptasi novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Dara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebetulnya sudah ada sejak 2001 berjudul sama. Kala itu film ini mengundang kontroversi karena adegan yang terlalu vulgar. Namun, novel ini kemudian diadaptasi lagi pada 2012 dan 2013 ke dalam dua film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena film ini mengandung cerita yang kompleks soal seks, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perselingkuhan-karyawan-di-kantor-itu-terlalu-nekat-dan-bikin-repot-hrd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perselingkuhan<\/a>, dan isu provokatif lainnya, sebaiknya kamu membaca informasi film ini sebelum menonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 13: Game of Death<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">13: Game of Death <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> survival<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Menceritakan seseorang yang baru saja kehilangan pekerjaan dan sebagian hartanya. Kemudian, suatu hari dia mendapat telepon misterius yang menawarinya jalan keluar dari masalah keuangannya. Jika dia bisa menyelesaikan 13 tugas yang diberikan, dia akan dihadiahi 100 juta Baht. Namun, tak disangka hal itu justru membawa petaka. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">13: Game of Death <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cocok untuk kamu yang suka genre survival dan penuh kesadisan. Tapi kalau kamu belum cukup umur, tahan dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171188\" aria-describedby=\"caption-attachment-171188\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-171188 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dapat-telepon-misterius-Unsplash.jpg\" alt=\"Dapat telepon misterius Unsplash\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dapat-telepon-misterius-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dapat-telepon-misterius-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dapat-telepon-misterius-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dapat-telepon-misterius-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171188\" class=\"wp-caption-text\">Dapat telepon misterius (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#4 Butterfly in Grey<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Butterfly in Grey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa jadi merupakan satu dari sedikit film Thailand atau bahkan Asia Tenggara di tahun 2000-an awal yang berbicara soal &#8220;perempuan&#8221;. Tahun-tahun itu sulit rasanya menemukan film macam ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Butterfly in Grey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film yang menarik, dan meskipun memuat adegan seks dan kekerasan, ini jelas bukan film eksploitasi. Film ini benar-benar kisah seorang perempuan yang berusaha berdamai dengan hidupnya yang berliku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Butterfly in Grey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengisahkan Dao, perempuan yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan pembunuhan. Hal itu kemudian menjungkirbalikkan hidupnya sebagai perempuan muda yang punya masa depan cerah. Di penjara yang seperti neraka, penuh dengan kekerasan, Dao justru menemukan banyak pelajaran berharga mulai dari hidup hingga persahabatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film yang berjalan secara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> non-linear<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan membawamu melintasi memori seorang perempuan yang kompleks, kejam, dan sekaligus mengharukan. Ada bagian-bagian yang tidak layak ditonton anak di bawah 18 tahun, jadi pastikan kamu cukup umur sebelum menonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 Blissfully Yours<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apichatpong Weerasethakul terkenal dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">slow cinema<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya. Tak jarang ada candaan yang mengatakan bahwa film-film Apichatpong adalah pengantar tidur yang baik. Namun, walaupun sering bikin ngantuk, bukan berarti filmnya jelek. Justru film-film <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">doi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mendapat pengakuan secara kritikal di banyak festival film internasional. Salah satu film Apichatpong favorit saya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blissfully Yours<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Film ini lambat tetapi meditatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blissfully Yours<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengisahkan perselingkuhan yang dimulai saat piknik di perbatasan Thailand-Burma (Myanmar). Film ini mengandung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sex scene<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan beberapa adegan dewasa. Pastikan untuk tidak menonton film ini di dekat anak-anak, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_171189\" aria-describedby=\"caption-attachment-171189\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-171189 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cerita-soal-perselingkuhan-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cerita-soal-perselingkuhan-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cerita-soal-perselingkuhan-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cerita-soal-perselingkuhan-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cerita-soal-perselingkuhan-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-171189\" class=\"wp-caption-text\">Mengangkat kisah perselingkuhan (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>#6 Invisible Waves<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Invisible Waves <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">thriller<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menarik. Selain ceritanya yang konon mengambil referensi dari film Stanley Kubrick, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Shining, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">film ini dibintangi oleh aktor Jepang Tadanobu Asano (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Thor: Ragnarok, Mortal Kombat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan aktris Korea Selatan Kang Hye Jung (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oldboy, Welcome to Dongmakgol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Film ini berlatar di Bangkok, menceritakan Kyoji yang tidak sengaja membunuh pacar bosnya\u2014yang berselingkuh dengannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kyoji kemudian melarikan diri dari Makau ke Thailand dalam upaya mengatasi rasa bersalahnya, dan menghindari kemungkinan penangkapan. Tapi pelariannya tidak menyelesaikan masalah. Film ini memuat pembunuhan, perempuan telanjang, dan banyak adegan lain yang tidak boleh ditonton anak-anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah rekomendasi enam film Thailand <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">R-rated <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang bagus. Di luar daftar ini, ada banyak film 18+ yang keren, tapi ingat, jangan asal tonton, ya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film Thailand R-rated yang bagus, nih!<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":171186,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[8653,12830],"class_list":["post-170860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film-thailand","tag-usia-dewasa"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/171186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}