{"id":170842,"date":"2022-03-29T15:00:18","date_gmt":"2022-03-29T08:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=170842"},"modified":"2022-03-30T10:26:36","modified_gmt":"2022-03-30T03:26:36","slug":"meski-punya-latar-yang-mirip-film-coco-lebih-terasa-nyelekit-dibanding-encanto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meski-punya-latar-yang-mirip-film-coco-lebih-terasa-nyelekit-dibanding-encanto\/","title":{"rendered":"Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto"},"content":{"rendered":"<p><em>Encanto,<\/em> film produksi <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Walt_Disney_Animation_Studios\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Walt Disney Animation<\/a>, baru saja dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori Best Animated Feature Film di ajang Academy Awards ke-94 atau Oscar 2022. Bersamaan dengan kabar tersebut, komentar berupa &#8220;<em>Encanto<\/em> VS <em>Coco<\/em>&#8220;, kembali mencuat di media sosial. Setidaknya dari warganet Indonesia.<\/p>\n<p>Jika dilihat secara utuh, memang ada beberapa kesamaan antara <em>Encanto<\/em> dan <em>Coco<\/em>. Wajar jika penonton <em>Encanto<\/em>, teringat pada film <em>Coco<\/em> yang tayang pada 2017.<\/p>\n<figure id=\"attachment_170928\" aria-describedby=\"caption-attachment-170928\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170928\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-56-50-598_com.instagram.android.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-56-50-598_com.instagram.android.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-56-50-598_com.instagram.android-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-56-50-598_com.instagram.android-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-56-50-598_com.instagram.android-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170928\" class=\"wp-caption-text\">Keluarga di Film Encanto (Akun Instagram Encanto Movie)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Persamaan tersebut antara lain berdasarkan tema (tentang konflik keluarga), latar (sama-sama berlatar Amerika Latin, meski beda tempat. Encanto di Kolombia, sementara Coco di Mexico), dan yang ketiga sama-sama memotret perjuangan ibu tunggal demi keberlangsungan hidup keluarga.<\/p>\n<p>Perbedaan kemudian muncul jika kedua film ini dilihat secara utuh. Meski sama-sama menghadirkan kisah coming of age, tetapi bagaimana alur cerita dikemas, terasa sangat jauh berbeda.<\/p>\n<p>Dalam semesta <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/encanto-tak-ada-yang-salah-dengan-jadi-biasa-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Encanto<\/em><\/a>, diceritakan tentang sebuah keluarga yang mendapat karunia berupa kekuatan ajaib, setelah satu tragedi traumatik menimpa sang nenek. Anehnya, dari sekian anggota keluarga yang ada, hanya satu orang (cucu) yang tidak punya kekuatan ajaib. Namanya Mirabel. Lantaran tidak punya kekuatan ajaib, posisi Mirabel dalam keluarga pun sering kali tersisihkan. Terutama oleh neneknya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, jika melihat apa yang Mirabel alami, terutama bagaimana sikap neneknya yang begitu keras, penonton akan sangat mudah untuk merasa relate. Pasalnya, menjadi biasa di tengah lingkungan keluarga yang serbaistimewa tentu saja adalah satu beban berat yang menyakitkan untuk dilewati.<\/p>\n<p>Dibandingkan, disisihkan, tidak dianggap, semua bisa terjadi. Lebih jauh, film ini pun menyinggung tentang bagaimana pentingnya mencintai diri sendiri.<\/p>\n<p>Sayangnya, hal-hal menarik di atas, tidak dieksusi dengan baik. Dari konflik sampai penyelesaian rasanya terlalu terburu-buru. Akhirnya, ini malah tidak menimbulkan kesan mendalam. Jadi, konflik di dalam\u00a0<em>Encanto<\/em> terasa sekadar ada, lalu selesai begitu saja. Beda dengan <em>Coco<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_170927\" aria-describedby=\"caption-attachment-170927\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170927\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-55-28-650_com.instagram.android.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-55-28-650_com.instagram.android.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-55-28-650_com.instagram.android-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-55-28-650_com.instagram.android-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-55-28-650_com.instagram.android-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170927\" class=\"wp-caption-text\">Keluarga arwah di Film Coco (Akun Instagram Pixar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam film <em>Coco<\/em>, konflik yang dimunculkan sejak awal sudah langsung menghentak. Ketika cerita bergulir dan mulai memasuki konflik demi konflik, unsur ketegangannya benar-benar terasa. Konfliknya pun diceritakan dengan jelas meski memakai alur maju mundur.<\/p>\n<p>Di <em>Encanto<\/em> maupun <em>Coco<\/em>, keduanya punya adegan yang menampilkan perdebatan antara nenek dengan cucu. Namun, entah kenapa perdebatan antara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadi-nenek-sejak-masih-muda-itu-rasanya-wagu-dan-lucu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nenek dan cucu<\/a> dalam film <em>Coco<\/em> lebih bisa sampai emosinya. Padahal kedua nenek dalam film tersebut sama-sama punya trauma yang jadi alasan mereka berlaku sedemikian keras.<\/p>\n<p>Satu hal yang juga istimewa dari <em>Coco<\/em> adalah latar tempatnya yang bukan cuma indah, tetapi juga mengajak penonton untuk berimajinasi sejauh mungkin. Tidak tanggung-tanggung, sampai ke alam kematian.<\/p>\n<p>Di <em>Encanto,<\/em> memang kamar anggota keluarga yang memiliki kekuatan ajaib, juga dipenuhi dengan pemandangan-pemandangan indah. Akan tetapi, ya gitu, hanya berperan sebagai tampilan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_170926\" aria-describedby=\"caption-attachment-170926\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170926\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-54-24-044_com.instagram.android.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-54-24-044_com.instagram.android.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-54-24-044_com.instagram.android-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-54-24-044_com.instagram.android-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Screenshot_2022-03-29-12-54-24-044_com.instagram.android-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170926\" class=\"wp-caption-text\">Scene Miguel dan Mama Coco (Akun Instagram Pixar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kekuatan film <em>Coco<\/em> lainnya adalah bagaimana film ini mengemas sesuatu yang deep, tetapi tetap bisa menyenangkan untuk ditonton. Cerita dunia arwah ala <em>Coco<\/em>, benar-benar juara, sih. Pas nonton, saya langsung memikirkan banyak hal tentang kematian. Sampai sekarang, kalau nonton ulang, saya masih nangis ketika ceritanya sudah masuk ke dunia arwah.<\/p>\n<p>Meski banyak pujian untuk <em>Coco<\/em>, bukan berarti tidak ada yang istimewa dari <em>Encanto.<\/em> Saya sendiri suka sekali dengan visual dalam film <em>Coco.<\/em>\u00a0Akan tetapi, jika dibandingkan dengan<em> Encanto<\/em>, jelas <em>Encanto<\/em> lebih unggul.<\/p>\n<p>Warna-warna cerah dan ceria yang ada dalam film <em>Encanto,<\/em> jadi satu hal yang memanjakan mata. Soundtrack-nya juga terasa lebih kekinian dan enak didengar meski liriknya sat-set-sat-set. Intinya, jika dibandingkan, <em>Coco<\/em> unggul dalam hal alur cerita. Sementara <em>Encanto,<\/em> unggul dari segi visual dan soundtrack.<\/p>\n<p>Jika disuruh memilih, saya jelas ada di tim <em>Coco<\/em>!<\/p>\n<p>Penulis: Utamy Ningsih<br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu setuju?<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":170925,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[15206,15207,14255,28,228,13098],"class_list":["post-170842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-amerika-latin","tag-coco","tag-encanto","tag-film","tag-keluarga","tag-pilihan-redaksi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}