{"id":170050,"date":"2022-03-25T11:23:25","date_gmt":"2022-03-25T04:23:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=170050"},"modified":"2022-03-25T11:24:36","modified_gmt":"2022-03-25T04:24:36","slug":"ipo-goto-menarik-dipantau-muncul-akun-hantu-hingga-ramai-pro-kontra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ipo-goto-menarik-dipantau-muncul-akun-hantu-hingga-ramai-pro-kontra\/","title":{"rendered":"IPO GoTo Menarik Dipantau, Muncul Akun Hantu hingga Ramai Pro-Kontra"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak mengumumkan akan melantai di bursa saham, PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) langsung jadi buah bibir. Bukan sesuatu yang aneh memang karena IPO GoTo mewakili dua entitas yang bergabung jadi satu, yakni Gojek dan Tokopedia, yang kebetulan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keduanya sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">merger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah karya buatan Indonesia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ada unsur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">national pride <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di sana dan dalam satu dekade terakhir, keduanya bisa dibilang merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bidangnya masing-masing, sebelum kemudian keduanya bergabung jadi satu.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Merger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo yang kemudian bertambah dengan hadirnya GoTo Financial (membawahi Gopay) dalam ekosistem lengkap ini memang momen sangat menarik. Sama menariknya seperti momen jogres Goku dan Bezita di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena keduanya sama-sama nama besar. Dan IPO (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">initial public offering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau penawaran saham perdana ke publik kemudian membantu kita, para pemburu saham, untuk melihat dengan saksama jeroan perusahaan yang selama ini rutin sekali wara-wiri di hape kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking menariknya momen ini, sampai muncul serangan digital yang menyasar GoTo. Serangan itu datang dari akun-akun bot di Twitter yang berlagak sangat antusias untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> IPO GoTo. Perbincangan yang dipicu akun-akun ini direspons negatif oleh publik. GoTo dianggap sedang melakukan aksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pompom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saham agar harganya melonjak, seperti yang terjadi saat IPO PT Bukalapak Tbk (BUKA), Agustus tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tudingan ini dibantah GoTo, yang menyebut bot-bot yang melancarkan serangan tersebut sebagai \u201cakun-akun hantu\u201d. GoTo menyatakan sudah me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">report<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">twit<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">spam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari bot-bot tersebut ke pihak Twitter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dalam proses IPO ini, kami senantiasa berusaha untuk menjaga komunikasi dengan baik dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas, baik untuk memperkenalkan rencana IPO, maupun mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan risiko dalam berinvestasi saham,\u201d ujar Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani kepada <\/span><a href=\"https:\/\/market.bisnis.com\/read\/20220322\/192\/1513826\/goto-laporkan-pasukan-hantu-di-media-sosial\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPihak Twitter sudah melakukan investigasi mendalam dan akun-akun tersebut sudah ditangguhkan karena terbukti melanggar Peraturan Twitter,\u201d tegas Koesoemohadiani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Koesoemohadiani menekankan bahwa GoTo terus mengimbau investor agar mengambil keputusan berdasarkan informasi dari sumber kredibel. \u201cKami mengajak para calon investor untuk terus mendapatkan dan mempelajari informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, termasuk kanal resmi perusahaan ataupun <\/span><a href=\"https:\/\/e-ipo.co.id\/id\/ipo\/80\/goto-pt-goto-gojek-tokopedia-tbk\"><span style=\"font-weight: 400;\">situs web e-IPO BEI<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk dapat membuat keputusan investasi terbaik,&#8221; tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dipahami ketika GoTo merespons cepat gangguan ini. Tuduhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pompom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saham jelas sangat serius, ditambah investor masih terbayang histori IPO Bukalapak tahun lalu. Tapi fokus investor jangan sampai teralihkan pada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">twit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> demi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">twit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Perhatian justru harus dialihkan pada realitas GoTo sendiri.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Pro-kontra IPO $GOTO di bursa<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan resmi melakukan IPO, GoTo tentu saja wajib menerbitkan prospektus untuk memberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada calon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shareholders<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya di pasar. Dan dari prospektus yang terbit pada Selasa (15\/3) lalu, di atas kertas, memang ada satu hal yang bikin publik sedikit ragu (prospektus GoTo bisa dibaca di <\/span><a href=\"https:\/\/e-ipo.co.id\/id\/pipeline\/get-propectus-file?id=80&amp;type=\"><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, GoTo menawarkan sebanyak 48 miliar saham dengan opsi maksimal 52 miliar saham Seri A, mewakili 4,35% dari modal yang ditempatkan dan disetor. Secara target sendiri, GoTo menyebut mereka menargetkan dana IPO sebesar Rp17,9 triliun, dengan rincian harga penawaran awal di kisaran Rp316-Rp346\/unit saham. Dari rincian tersebut, sekitar 90 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan Gojek, Tokopedia, dan Gopay. Sisanya untuk Gojek Singapura dan Gojek Vietnam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, satu yang kemudian disorot publik adalah GoTo ternyata masih merugi sebagaimana lazimnya perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> global di masa-masa awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keraguan investor untuk ikut IPO GoTo pun menguak, kendati tren rugi GoTo menurun. Dari beberapa obrolan yang saya ikuti di aplikasi Stockbit dan di media sosial, ada beberapa investor yang takut masuk ke GoTo karena rasio profitabilitasnya masih meragukan dan prospek dividen (bagi hasil) juga masih samar. Namun ada juga beberapa yang masih berminat, murni karena ini saham GoTo, sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berskala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">decacorn <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang punya tiga bisnis utama yang merajai pasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Respons negatif-positif ini sejatinya hal biasa di pasar saham. Ya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simply<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena di sini kita murni melibatkan uang dan untuk setiap aktivitas yang melibatkan uang, ada pertimbangan yang harus dipikir secara serius.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> startup unicorn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah &#8220;hal baru&#8221; di bursa saham Indonesia. Pasalnya, sejauh ini hanya ada Bukalapak ($BUKA) yang sudah tercatat di bursa dan masih merugi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, GoTo bukan $BUKA. Untuk mengantisipasi turun tajamnya harga saham usai melantai di bursa, seperti yang dialami $BUKA, strategi GoTo sejatinya cukup menarik. Pertama, mereka menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lock-up period. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Di skema ini, pemegang saham lama dan pemilik SHSM (pemilik hak suara multipel) dilarang untuk melepas\/menjual\/memindahtangankan saham GoTo yang dimilikinya dalam periode 8 bulan sampai 2 tahun, tergantung klasifikasi saham yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara kedua, GoTo menerapkan skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenshoe option <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(saham tambahan)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Mekanisme ini pada praktiknya seperti ini: GoTo memberi kewenangan kepada sekuritas<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang mereka tunjuk untuk berperan sebagai agen stabilisasi saham selama kurun waktu 30 hari sejak $GOTO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada pun dana yang dialokasikan untuk skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenshoe <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini ada di kisaran angka Rp2,3 triliun. Jadi nantinya, agen stabilisasi bisa membeli saham GoTo di harga berapa pun sampai maksimum di batas harga IPO, yakni pada kisaran Rp316-Rp346 per unit saham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenshoe <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini menarik karena dipercaya banyak analis akan mampu menstabilkan nilai saham selama periode tertentu. Saking menariknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenshoe option, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">beberapa BUMN yang dikabarkan akan IPO pun berencana untuk memakai mekanisme ini sebelum melantai di BEI.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bahan pertimbangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahas pro-kontra sudah, sekarang kita bahas prospek si GoTo sendiri. Kalau menurut saya (dan ini bukan ajakan membeli ya), GoTo ini punya prospek oke yang layak jadi pertimbangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk investasi jangka panjang atau misal mau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">swing trade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, GoTo sejatinya masih cukup menarik. Sebagai perusahaan digital yang terhitung raksasa di Indonesia, Gojek dan Tokopedia memiliki fundamental yang solid dan prospek masa depan yang oke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga jangan lupa bahwa skema bakar uang yang disorot publik, sejatinya bukan hal baru di dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita ambil contoh GoTo. Bakar uang juga yang bikin Tokopedia jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbesar di Indonesia dan punya pengguna hingga ratusan juta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi bakar uang bukan hal aneh di dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diambil oleh perusahaan umumnya adalah menjadikan produknya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di industrinya masing-masing. Untuk konteks ini, tanpa analisis mendalam, kita juga tahu bagaimana Gojek dan Tokopedia terbilang sukses dan layak disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indikator menilai sukses atau nggaknya GoTo menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">established<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun relatif mudah. Coba cek hape kalian. Minimal, kalian pasti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">install<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> salah satu antara Gojek atau Tokopedia, bukan? Atau malah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">install<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keduanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya yang perlu diperhatikan ialah prospek bisnis GoTo dengan ekosistem lengkap saat ini mulai dari <em>on-demand<\/em> (Gojek), <em>e-commerce<\/em>, dan jasa keuangan (GoTo Financial). Apalagi bisnis tren ke depan ialah tranformasi digital dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">new economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memungkinkan tiga lini utama GoTo ini terus berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ingat, keputusan membeli saham sepenuhnya ada di tangan investor. Dunia pasar saham ini adalah dunia, yang menurut hemat saya, sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fair<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kamu tahu risikonya, siap bertarung dengan segala risiko tersebut, dan kelak jika untung atau rugi, kamu siap juga dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">profit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, artikel ini murni pendapat atas pembacaan saya pribadi, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Sekali lagi, keputusan membeli\/menjual saham harus didasarkan pertimbangan serius berdasarkan informasi dari sumber kredibel.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Isidorus Rio<br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IPO GoTo di bawah bayang-bayang IPO Bukalapak.<\/p>\n","protected":false},"author":1619,"featured_media":170202,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[2426,11687,15145,13098,8681,2886],"class_list":["post-170050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-gojek","tag-goto","tag-ipo","tag-pilihan-redaksi","tag-saham","tag-tokopedia"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1619"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}