{"id":169930,"date":"2022-03-26T07:00:02","date_gmt":"2022-03-26T00:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=169930"},"modified":"2022-03-26T05:24:21","modified_gmt":"2022-03-25T22:24:21","slug":"5-dokumenter-tentang-penipuan-di-netflix-yang-sayang-untuk-dilewatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-dokumenter-tentang-penipuan-di-netflix-yang-sayang-untuk-dilewatkan\/","title":{"rendered":"5 Dokumenter tentang Penipuan di Netflix yang Sayang untuk Dilewatkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus penipuan selalu menarik untuk diperbincangkan selain misteri pembunuhan yang tidak terselesaikan macam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">zodiac killer case. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan mungkin kasus penipuan bisa lebih besar dari pembunuhan dalam hal skala, mulai dari penipuan karya seni hingga saham. Modusnya pun bermacam-macam, mulai dari pemalsuan data hingga pura-pura &#8220;sultan&#8221; di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tinder_(aplikasi)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tinder<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin menganggap film dokumenter pasti membosankan. Sebagian memang betul, tetapi dokumenter <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">true-crime<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak akan membuatmu kecewa. Selain informatif, kamu juga diajak masuk seolah sedang berada di tengah penelusuran kriminal sebenarnya. Buat kamu yang tidak ingin tertipu atau ingin tahu lebih dalam soal penyelesaian kasus penipuan, kamu wajib nonton lima film dan serial dokumenter Netflix di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>#1 The Puppet Master: Hunting The Ultimate Conman<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Puppet Master: Hunting The Ultimate Conman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">docuseries <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang menelusuri kejahatan Robert Hendy-Freegard, seorang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">conman <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(penipu) asal Inggris. Robert adalah seorang bartender dengan kemampuan berbohong yang luar biasa. Jelas, kemampuan bohong adalah modal utama seorang penipu, kan? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Robert berlagak sebagai seorang agen MI5, mata-mata Inggris, dan mengaku sedang menyelidiki sebuah kasus yang berkaitan dengan <\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Irish_Republican_Army\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Irish Republican Army <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">(IRA). Dia bertemu dengan para korbannya di acara-acara sosial atau di bar tempatnya bekerja, The Swan. Dia memanipulasi korban secara psikologis, mengatakan bahwa mereka akan dibunuh oleh IRA.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170238\" aria-describedby=\"caption-attachment-170238\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-170238 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dibilang-akan-dibunuh-oleh-Irish-Republican-Army-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dibilang-akan-dibunuh-oleh-Irish-Republican-Army-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dibilang-akan-dibunuh-oleh-Irish-Republican-Army-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dibilang-akan-dibunuh-oleh-Irish-Republican-Army-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dibilang-akan-dibunuh-oleh-Irish-Republican-Army-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170238\" class=\"wp-caption-text\">Para korban ditakut-takuti akan dibunuh oleh Irish Republican Army (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut pengakuan beberapa korbannya, Robert memang mampu menempatkan korban dalam ketakutan. Setelah korban merasa tertekan, Robert memaksa mereka memenuhi perintahnya dengan menyerahkan uang dan menyuruh para korban menjauh dari keluarga mereka. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Puppet Master: Hunting The Ultimate Conman <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menuturkan kejadian-kejadian secara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">non-linear <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sehingga mampu mengaduk-aduk perasaan penonton. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Docuseries <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">They Vanished, Chasing a Ghost,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Setting the Trap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0bisa kamu tonton langsung di Netflix!<\/span><\/p>\n<h4><strong>#2 Dirty Money<\/strong><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dirty Money <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">docuseries <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang kasus-kasus kriminal yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari korupsi hingga penipuan sekuritas. Salah satu kasus yang dibahas adalah skandal mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, yang menyisakan kerugian besar untuk negara. Selain itu, kasus-kasus lain yang diangkat pun tidak kalah menarik untuk disimak. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dirty Money <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diproduseri oleh produser peraih Oscar, Alex Gibney, yang dikenal berkat film dokumenter tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Enron<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Wikileaks<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Scientology. <em>Dirty Money<\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terbagi ke dalam dua seasons dan tiap seasons terdiri dari 6 episode. Dokumenter ini sangat informatif dan mendapatkan pengakuan secara kritikal di berbagai situs kritik film. Kamu tidak usah khawatir, dokumenter ini memang terkesan berat, tapi sebetulnya mudah diikuti.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#3 Lord of Scam<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dua dokumenter di atas adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">docuseries <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang butuh banyak waktu untuk menyelesaikannya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, Lord of Scam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Les rois de l\u2019arnaque <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0film dokumenter yang hanya berdurasi 105 menit dan bisa kamu tonton sekali duduk. Disutradarai Guillaume Nicloux, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lord of Scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menelusuri kejayaan dan kejatuhan para penipu yang mengakali sistem kuota karbon Uni Eropa dan sukses meraup jutaan euro. Dengan durasi cukup pendek untuk kasus yang besar, dokumenter ini lebih berfokus pada Mardoche Mouly yang belum lama bebas dari penjara. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lord of Scam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti mendengarkan dosen memberi ceramah di depan kelas. Agak pelan, tapi sangat informatif, terutama untuk kamu yang suka penasaran dengan kasus-kasus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">financial fraud.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Seduh kopi instan, duduk di sofa yang nyaman, dan pantengin dokumenter ini di Netflix.<\/span><\/p>\n<h4><strong>#4 The Tinder Swindler<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih h<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">angat-hangatnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nih. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Tinder Swindler <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mungkin dokumenter paling populer di antara dokumenter lain yang ada di dalam daftar rekomendasi ini. Bagaimana tidak, dokumenter yang satu ini benar-benar memperlihatkan bagaimana seorang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pathological liar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(pembohong patologis) beraksi. Pura-pura kaya pun jadi modus.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170240\" aria-describedby=\"caption-attachment-170240\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-170240 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dating-app-Tinder-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dating-app-Tinder-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dating-app-Tinder-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dating-app-Tinder-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Dating-app-Tinder-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170240\" class=\"wp-caption-text\">Dating app Tinder (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shimon Hayut mengaku sebagai anak Lev Leviev, seorang taipan berlian asal Israel, untuk memanipulasi para korbannya. Dia menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tinder untuk menghubungi sasarannya sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-fakta-simon-leviev-sosok-penipu-ulung-di-aplikasi-tinder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Simon Leviev<\/a>, dan membuat para korban meminjamkan sejumlah uang untuk memenuhi gaya hidupnya yang hedon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simon menggunakan pesonanya\u2014dia memang ganteng, sih\u2014untuk memikat korban juga dengan hadiah mewah dan mengajak mereka makan malam di jet pribadi menggunakan uang yang dia pinjam dari korban lain. Kerugian yang ditimbulkan akibat kelakuan Simon kalau dirupiahkan mencapai 143 miliar rupiah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, uang segitu banyak ternyata didapatkan dari menipu orang di Tinder, lho. Kalau kamu tidak mau tertipu oleh orang manipulatif macam Simon ini, kamu wajib nonton dokumenter ini di Netflix. Kenali modus-modusnya. Apalagi sekarang kan banyak yang suka <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngaku-ngaku <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">crazy rich padahal nggak rich, alias crazy doang!<\/span><\/p>\n<h4><strong>#5 Made You Look: A True Story About Fake Art<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemalsuan karya seni memerlukan kemampuan khusus. Orang yang mampu melakukannya pasti orang cerdas, bukan cuma modal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngibul<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan salah satu artikel <em>Variety<\/em> yang membahas dokumenter ini, pada kalimat pembukanya menyebutkan bahwa pemalsuan karya seni bukan hanya sebuah skandal, melainkan juga trik sulap paling luar biasa saking sulitnya. Dan faktanya memang kasus pemalsuan karya seni tidak banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170241\" aria-describedby=\"caption-attachment-170241\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-170241 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Penipuan-karya-seni-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Penipuan-karya-seni-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Penipuan-karya-seni-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Penipuan-karya-seni-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Penipuan-karya-seni-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170241\" class=\"wp-caption-text\">Made You Look: A True Story About Fake Art membahas penipuan seni terbesar di Amerika Serikat (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Made You Look: A True Story About Fake Art,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> disutradarai Barry Avrich, membahas penipuan seni terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Highlight<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> utama dari dokumenter ini adalah bagaimana Knoedler Gallery, sebuah institusi terhormat berusia 165 tahun di New York, menjual lukisan palsu Jackson Pollock, Mark Rothko, dan Robert Motherwell mendekati angka 80 juta dollar Amerika Serikat. Dokumenter ini juga mempertanyakan secara implisit bagaimana orang-orang sesungguhnya mengapresiasi karya seni.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang suka nonton film tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">con-artist <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berusaha merampok karya seni atau simbol budaya, kamu pasti bakal menikmati sajian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Made You Look: A True Story About Fake Art <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah lima film dan serial dokumenter tentang penipuan yang bisa kamu tonton di Netflix. Sesekali, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">masukin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dokumenter ke <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">watchlist<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mu, lah, biar menambah khazanah tontonanmu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Udah nonton yang mana aja, Gaes?<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":170243,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[13514,28,2363,7486],"class_list":["post-169930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-dokumenter","tag-film","tag-netflix","tag-series"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}