{"id":169928,"date":"2022-03-24T14:17:46","date_gmt":"2022-03-24T07:17:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=169928"},"modified":"2022-03-24T14:19:06","modified_gmt":"2022-03-24T07:19:06","slug":"kemampuan-bahasa-inggris-orang-indonesia-memang-rendah-terus-kenapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemampuan-bahasa-inggris-orang-indonesia-memang-rendah-terus-kenapa\/","title":{"rendered":"Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia Memang Rendah, Terus Kenapa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari yang lalu, saya iseng-iseng mencari tahu peringkat kemampuan bahasa Inggris orang Indonesia di tingkat Asia dan dunia. Alasannya nggak penting-penting amat, yakni saya cuma kepengin membuktikan ucapan dosen saya kala itu bahwa tingkat bahasa Inggris orang Indonesia itu relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya memang betul, bahwa Indonesia tergolong memiliki kemampuan bahasa Inggris yang rendah. Mengacu pada data EF EPI pada 2021, Indonesia menduduki peringkat 80 dari 112 negara dan berada di posisi ke-14 dari 24 negara Asia. Bahkan Indonesia kalah dengan negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Filipina yang masing-masing berada di posisi ke-66 dan 18.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170078\" aria-describedby=\"caption-attachment-170078\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170078\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kamus.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kamus.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kamus-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kamus-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kamus-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170078\" class=\"wp-caption-text\">Kamus (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta bahwa Indonesia memiliki skor kemampuan bahasa Inggris di bawah rata-rata ini tentunya membuat beberapa kalangan menjadi malu. Saya juga menemukan beberapa portal berita yang menuliskan headline yang cenderung memberi kesan merendahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebelum kita berkomentar yang tidak-tidak, ada baiknya kita melakukan refleksi dan mencari penyebab-penyebab yang mendasari rendahnya kemampuan berbahasa Inggris orang Indonesia. Ya, saya tahu betul kalau kurikulum pendidikan itu berpengaruh, tetapi kita kerap kali melupakan hal-hal paling mendasar yang juga berkontribusi besar dalam menentukan kemampuan berbahasa Inggris orang Indonesia. Jadi, berikut ini adalah alasan-alasan yang dapat menjawab persoalan rendahnya kemampuan berbahasa Inggris orang Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Indonesia merupakan negara multibahasa dan karenanya, tidak semua bahasa kedua orang Indonesia adalah Bahasa Inggris. Boleh jadi bahasa kedua mereka adalah bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Betawi, atau malah bahasa Indonesia. Di Indonesia, bahasa Inggris yang diajarkan merupakan golongan <a href=\"https:\/\/www.hotcourses.co.id\/study-abroad-info\/university-applications\/apa-itu-efl-english-as-a-foreign-language\/#:~:text=EFL%20adalah%20singkatan%20dari%20'English,meningkatkan%20kemampuan%20berbahasa%20Inggris%20mereka.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">EFL<\/a> (English as a Foreign Language) atau bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Artinya, bahasa Inggris merupakan bahasa yang diajarkan pada negara-negara non-penutur asli yang mana posisi bahasa Inggris di sini bukan merupakan bahasa yang dominan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentu berbeda dengan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/English_as_a_second_or_foreign_language\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ESL<\/a> (English as a Second Language) atau bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang mana posisi bahasa Inggris sudah sangat dominan penggunaannya. Contohnya seperti Malaysia dan Singapura yang juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170079\" aria-describedby=\"caption-attachment-170079\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170079\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/English.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/English.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/English-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/English-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/English-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170079\" class=\"wp-caption-text\">English (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataan bahwa kedudukan bahasa Inggris di Indonesia bukanlah ESL seperti halnya Malaysia, tentu berpengaruh pada kualitas bahasa Inggris masyarakat yang cenderung rendah. Bagaimana tidak, Indonesia tidak menggunakan bahasa Inggris di pengumuman resmi, sekolah negeri, universitas, BUMN, atau apa pun pada tingkat nasional. Sehingga masyarakat masih minim akan paparan Bahasa Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya ini berbeda dengan Malaysia yang sudah menggunakan bahasa Inggris pada tingkat nasional. Belum lagi Malaysia juga cenderung mencampur bahasa Melayu dan bahasa Inggris yang tentunya memperkuat alasan mengapa orang Malaysia bisa memiliki skor yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, jika ditilik dari perspektif sejarah, beberapa negara ASEAN memiliki hubungan dengan negara berbahasa Inggris. Dalam sejarahnya, Malaysia dan Singapura merupakan negara bekas koloni Inggris. Seperti yang kita ketahui, Sir Thomas Stamford Raffles-lah yang mendirikan Singapura modern pada abad ke-19, sedangkan Malaysia merupakan bekas jajahan koloni Inggris dan menjadi negara persemakmuran hingga saat ini. Meskipun Indonesia juga memiliki sejarah dengan Inggris, tetapi singkatnya waktu penjajahan yang hanya lima tahun membuat Bahasa Inggris tidak dapat terdiseminasi secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, untuk memperoleh kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni perlu difasilitasi oleh iklim pembelajaran yang baik. Dalam teori Second Language Acquisition (SLA), seseorang yang mempelajari bahasa asing perlu memperhatikan beberapa faktor dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasanya. Yakni feedback (umpan balik), aptitude (bakat), motivation (motivasi), dan instruction (arahan).<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_170077\" aria-describedby=\"caption-attachment-170077\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170077\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/belajar-bahasa-Inggris.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/belajar-bahasa-Inggris.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/belajar-bahasa-Inggris-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/belajar-bahasa-Inggris-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/belajar-bahasa-Inggris-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-170077\" class=\"wp-caption-text\">Belaajar bahasa Inggris (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berangkat dari teori tersebut, kita dapat melihat bagaimana pengajaran bahasa Inggris di Tanah Air masih jauh dari kata cukup untuk bisa menciptakan iklim pembelajaran yang baik. Metode pengajarannya masih sukar untuk dapat membangun lingkungan yang suportif, saling memotivasi, juga saling mengoreksi satu sama lain sehingga kemampuan bahasa dapat berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, metode yang diajarkan lebih menitikberatkan pada konsep tata bahasa. Itu pun tidak akan membawa peningkatan yang signifikan jika siswa tidak menggunakannya secara aktif. Misalnya, dalam berbicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, tidak heran jika orang-orang cenderung mengikuti kursus untuk bisa berbahasa Inggris secara aktif. Sebab, didukung oleh lingkungan, motivasi, dan metode pembelajaran yang partisipatif pada kursus tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang lebih begitulah alasan mengapa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia cenderung rendah. Faktor yang paling utama adalah lingkungan dan regulasi dari negara yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam urusan tingkat nasional, dan itu bukanlah masalah. Lha, kita memang tidak terbiasa berbahasa Inggris, kok, disuruh bagus. Mau bagus dari mana kalau nggak gara-gara lingkungan dan kebiasaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, lain kali kita tidak perlu malu apalagi muring-muring menyalahkan masyarakat yang malas atau menteri pendidikan yang bikin kurikulum nggak benar, ya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Bella Yuninda Putri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya nggak apa-apa sih.<\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":170076,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[352,15132,287],"class_list":["post-169928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-belajar","tag-kemampuan-bahasa-inggris","tag-lingkungan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}