{"id":169396,"date":"2022-03-21T14:15:08","date_gmt":"2022-03-21T07:15:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=169396"},"modified":"2026-01-06T11:19:01","modified_gmt":"2026-01-06T04:19:01","slug":"4-fakta-tentang-ijime-perenggut-kebahagiaan-anak-anak-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-fakta-tentang-ijime-perenggut-kebahagiaan-anak-anak-di-jepang\/","title":{"rendered":"4 Fakta tentang Ijime, Perenggut Kebahagiaan Anak-anak di Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ijime adalah <a href=\"https:\/\/www.japan-zone.com\/features\/105_ijime_disease_of_japanese_classroom.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">masalah serius<\/a> di Jepang. Ijime, yang berarti perundungan, jadi masalah yang bikin pemerintah Jepang pusing, sebab masalah ini tak kelar-kelar. Pun, masalah ini begitu kompleks. Mengurainya tak semudah yang dipikirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian masih bingung seperti apa ijime itu, liat saja perlakuan Suneo dan Giant kepada Nobita. Atau, perlakuan orang-orang kepada Naruto waktu masih kecil. Ya seperti itulah kira-kira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, saya akan bercerita tentang beberapa fakta ijime yang jadi masalah rumit di Jepang.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169467\" aria-describedby=\"caption-attachment-169467\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169467\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bullying.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bullying.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bullying-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bullying-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bullying-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169467\" class=\"wp-caption-text\">Menyendiri (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h2><b>#1 Sudah terjadi sejak 1970-an<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ijime bisa dibilang adalah produk dari norma kehidupan di Jepang. Saya jelaskan dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Jepang yang begitu homogen serta sistem pendidikan yang lebih mengutamakan identitas dan kerja sama kelompok bikin orang yang berbeda susah dapat tempat. Yang berbeda, entah menonjol secara individu atau terlihat tak seperti orang kebanyakan akan jadi sasaran perundungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berefek pada meningkatnya bunuh diri di Jepang. Meski pada 1970-an sudah banyak laporan tentang ijime, namun tak ada tindakan serius dari Pemerintah. Baru pada 1980-an, ketika media mulai menaruh perhatian, pemerintah baru ikut melihat fenomena ini. Namun, hingga kini, masalah tersebut jauh dari kata selesai.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jumlah yang meningkat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data Monbukagakusho, pada 2018 ada 543.933 kasus ijime dan mengalami peningkatan 31 persen dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lima tahun sebelumnya, mengalami kenaikan 4 kali lipat. Wow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parahnya lagi, pada 2018 ijime paling banyak terjadi pada anak kelas 2 SD sebesar 82.360 kasus, lalu kelas 3 SD sebanyak 80.821 kasus, dan ketiga kelas 4 SD sebanyak 73.980 kasus. Jumlahnya menurun di kelas 5 dan 6 SD, kemudian naik lagi pada kelas 1 SMP (50.259 kasus) dan menurun, lalu naik lagi saat kelas 1 SMA (9.724 kasus). Kasus ijime anak kelas 3 SMA jumlahnya 3.292 kasus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk ijime yang paling sering dilakukan adalah kekerasan verbal, lalu diikuti dengan kekerasan fisik, setelah itu baru dikeluarkan dari kelompok. Mengerikan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169469\" aria-describedby=\"caption-attachment-169469\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169469\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-bullying.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-bullying.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-bullying-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-bullying-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-bullying-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169469\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi bullying (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h2><b>#3 Perundungan lewat dunia maya dan kasus bunuh diri anak sekolah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perundungan dunia maya, di negara mana saja, selalu jadi masalah yang bikin pusing, tak terkecuali di Jepang. Perundungan dunia maya yang dialami anak SMA sering jadi masalah yang berujung bunuh diri. Saya beri contoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Takayuki Sasaki mengakhiri hidupnya dengan melompat ke rel lintasan kereta api daerah Nigata setelah tak tahan menghadapi perundungan selama berbulan-bulan. Ia diberikan julukan dan ditertawakan tanpa sepengetahuannya di grup Line yang lama-lama menyebar ke seantero sekolah. Ia sudah berkonsultasi dengan gurunya, namun nihil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia sempat bilang bahwa hidupnya seperti neraka, yang bikin dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Suicide note<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suicide note adalah catatan\/surat yang dibuat oleh para korban ijime sebelum melakukan tindakan bunuh diri. Kasus bunuh diri dengan meninggalkan suicide note ini pertama kali dilakukan oleh Hirofumi Shikagawa\u00a0(13 tahun) pada Februari 1986. Dalam surat yang ditinggalkannya, ia menulis, \u201cSaya tidak ingin mati tetapi ini seperti hidup di neraka bagiku.\u201d Ia juga menceritakan tentang pengalamannya mengalami ijime dan mengungkap nama dari dua ketua kelompok ijime di dalam surat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak kasus lainnya yang serupa dan meninggalkan catatan\/surat sebelum melakukan bunuh diri. Sebagian besar menyebutkan nama pelaku ijime dalam catatan tersebut. Ada juga yang hanya menceritakan alasannya bunuh diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku <\/span><a href=\"https:\/\/www.amazon.co.uk\/Ijime-owaru-toki-konponteki-kaiketsu\/dp\/4779110122\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ijime ga Owaru Toki Konponteki e Teigen<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditulis Shunsuke Serizawa (2007), ada siswi kelas 3 SMP yang melompat dari atap apartemen pada 10 Oktober 1992. Ia meninggalkan catatan, \u201cAyah, Ibu, Kakak mohon maaf. Saya telah bolos sekolah. Di sekolah, saya telah dijauhi oleh teman-teman. Saya tidak mengerti alasannya. Hanya satu hal yang saya mengerti, saya kelihatan seperti orang jahat. Oleh karena itu, saya meminta maaf. Sementara itu pergi ke sekolah tidak menarik lagi buat saya dan sekarang perasaan untuk bangun pagi menjadi berat. Sehingga saya tidak suka. Saya benar-benar minta maaf.\u201d (AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra, Volume 7, Nomor 2, September 2020, pp. 83\u2013101)<\/span><\/p>\n<h2><strong>Bukti Milik Korban<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada juga bukti ijime yang tertulis di dalam buku sekolah milik korban, seperti tulisan SHINE ( yang berarti mati aja lo!) yang ditemukan di kamar siswa yang melakukan bunuh diri. Atau kalau sekarang ya dalam media sosial korban. Suicide note juga bisa jadi dalam bentuk cuitan twitter.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169470\" aria-describedby=\"caption-attachment-169470\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169470\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tersisihkan-terbuang.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tersisihkan-terbuang.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tersisihkan-terbuang-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tersisihkan-terbuang-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Tersisihkan-terbuang-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169470\" class=\"wp-caption-text\">Tersisihkan, terbuang (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai hari ini, nggak ada solusi berarti dari pemerintah Jepang untuk mencegah ijime di sekolah. Mereka memang memberikan layanan konsultasi gratis. Pihak sekolah juga memberikan bimbingan dan konsultasi. Namun, seperti yang terjadi pada Sasaki Takayuki misalnya, saat pelaku dipanggil pihak sekolah, ia justru akan semakin ganas menyerang korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita tentang ijime ini, sebaiknya dijadikan pegangan untuk kita agar selalu bersikap adil kepada yang berbeda. Hidup pasti tak homogen, dan tak ada yang benar-benar berbeda. Maka dari itu, tahan jempol dan mulutmu untuk tak melakukan perundungan hanya karena mereka tak sepikiran atau tak terlihat sepertimu. Hidup itu berharga, jangan pernah berucap atau menulis yang sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada kawan yang terkena perundungan, hal yang harus kalian lakukan adalah berdiri bersamanya dan jangan pernah ragu membelanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Primasari N Dewi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pegang tangan dan rangkul orang yang tersisihkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1543,"featured_media":169465,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[315,15089,1213,876],"class_list":["post-169396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-bunuh-diri","tag-ijime","tag-jepang","tag-perundungan"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1543"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}