{"id":169393,"date":"2022-03-21T10:15:42","date_gmt":"2022-03-21T03:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=169393"},"modified":"2022-03-21T07:17:17","modified_gmt":"2022-03-21T00:17:17","slug":"3-rekomendasi-kafe-di-madiun-yang-cocok-buat-nugas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rekomendasi-kafe-di-madiun-yang-cocok-buat-nugas\/","title":{"rendered":"3 Rekomendasi Kafe di Madiun yang Cocok buat Nugas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah tiga rekomendasi kafe di Madiun buat kalian yang mau nugas dengan suasana berbeda<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Madiun menjadi salah satu kota dan kabupaten di Jawa Timur yang pernah saya singgahi untuk hidup nomaden selama 9 bulan. Dungus adalah nama daerah yang saya tinggali selama sekian waktu itu. Sebuah daerah kabupaten yang berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Madiun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski hidup jauh dari peradaban kota, beruntungnya, saya kerap dibawa teman-teman menjelajahi tempat-tempat asyik di Madiun. Mengunjungi spot-spot foto, balai kota, pusat keramaian, hingga kedai kopinya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169410\" aria-describedby=\"caption-attachment-169410\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169410\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Secangkir-kopi.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Secangkir-kopi.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Secangkir-kopi-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Secangkir-kopi-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Secangkir-kopi-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169410\" class=\"wp-caption-text\">Secangkir kopi (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan kedai kopi di Madiun bisa dibilang cukup menjamur. Meskipun nggak termasuk kota besar, kalian nggak akan kesulitan menemukan beragam kafe di sana. Ada dua kafe paling strategis di Madiun, yaitu Ueno Coffee tepat di tepi Jalan Pahlawan dan Kopi Kakak di sebelah selatan alun-alun kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dua kafe itu, ada beberapa kafe lain yang recommended untuk kamu coba, lho, terutama buat kamu yang lagi nyari tempat buat nugas. Inilah rekomendasi kafe di Madiun buat kalian nugas.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 After Run Coffee<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mulai rekomendasi kafe di Madiun pertama dengan kafe favorit saya, <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/afterruncoffee\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">After Run Coffee<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berkelana ke berbagai kedai kopi di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-julukan-madiun-kota-pendekar\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Kota Pendekar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, saya menobatkan kafe satu ini sebagai favorit saya. Bahkan saya pernah berkelakar pada teman, kalau saya nggak bisa ditemukan di mana-mana, berarti saya lagi ngaso di kafe ini. Ya, secinta itu saya sama tempat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafe ini juga cukup mudah dijangkau dari stasiun Madiun, cukup dengan jalan kaki nggak lebih dari 300 meter. Kebiasaan saya naik kereta Madiun-Solo membuat saya beberapa kali menyambanginya. Terletak di Jalan Biliton, kafe ini menempati bekas rumah jaman dulu yang homey banget, lengkap dengan ubin abu-abu kunonya. Dari segi setting tempat, kafe ini termasuk lengkap. Sebab ada area outdoor di depan dan samping, area indoor tanpa AC, dan area indoor ber-AC yang jadi favorit saya. Cocok banget buat nugas.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169411\" aria-describedby=\"caption-attachment-169411\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169411\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/biji-kopi.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/biji-kopi.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/biji-kopi-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/biji-kopi-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/biji-kopi-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169411\" class=\"wp-caption-text\">Biji kopi (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan harga standar kafe, After Run Coffee menawarkan berbagai varian menu makanan maupun minuman. Mulai dari signature coffenya yaitu Dark Osiris, Classic Black Pearl, Ibinis, Arsaka, hingga makanan berat seperti pasta dan burger. Menu favorit saya tentu saja caf\u00e9 latte dan chicken mentai don. Kalau mau main ke kafe ini, jam bukanya dari jam 9 pagi sampai 11 malam ya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 SEA Coffee<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu lagi berada di Jalan Kartini, Manguharjo, nggak sulit buat menemukan kedai kopi satu ini. Jauh dari lampu-lampu benderang dan papan nama mentereng, SEA Coffee menjadi objek persinggahan berbentuk rumah zaman dulu yang direnovasi menjadi sebuah kafe. Kalau baru pertama kali lewat, kalian bisa saja salah mengenalinya sebagai rumah tinggal biasa, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafe ini bisa dibilang punya konsep dan nuansa yang nano-nano. Ada area outdoor di depan kafe yang punya spot-spot dengan kekhasan tersendiri. Ada pula dua bangunan indoor, satu bangunan utama dan satu bangunan lebih kecil di area pojok depan. Memasuki area indoor, kalian bisa menemukan banyak banget barang unik, seperti ornamen, patung, pajangan, topeng, lukisan, mesin ketik jadul, buku-buku, dan hiasan rotan. Kolam ikan mini juga bisa kamu temui di bagian belakang.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169412\" aria-describedby=\"caption-attachment-169412\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169412\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bubuk-kopi.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bubuk-kopi.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bubuk-kopi-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bubuk-kopi-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/bubuk-kopi-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169412\" class=\"wp-caption-text\">Bubuk kopi (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SEA Coffee juga dilengkapi dengan spot duduk yang cocok buat nugas. Lengkap dengan colokan dan wifi lancar jaya. Keramahan baristanya juga bikin kamu betah berlama-lama. Dari sekian kedai kopi yang saya singgahi, kafe ini menawarkan menu dengan harga paling terjangkau. Kalau ke sini, kalian wajib banget coba spaghetti carbonara-nya. Dijamin endeus!<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Berikan Kopi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dari dua kafe di atas yang berada di pusat kota, kafe satu ini berada di perifer. Tepatnya, di Jalan Tanjung Raya, Manisrejo. Tepat di depan unit gardu induk PLN Manisrejo. Kalau dari tempat saya tinggal dulu, kafe ini termasuk yang paling dekat dari arah Dungus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafe ini menempati sebuah bangunan berbentuk ruko dua lantai. Di depan caf\u00e9 ada beberapa tempat duduk outdoor buat kamu yang lebih suka kongkow di udara terbuka. Sementara di lantai pertamanya, ada area indoor dengan bar bernuansa hitam, dan beberapa spot duduk yang cocok buat ngobrol santai bersama kawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naik ke lantai dua, kalian bakal menemukan meja dan tempat duduk yang cocok banget buat nugas. Vibes lantai ini terkesan lebih serius dan tenang. Kalau kalian ambil tempat duduk di dekat jendela, kalian bakal mendapati pemandangan gardu PLN di seberang jalan dan lalu lalang jalan Manisrejo yang teduh. Oya, di lantai ini, kalian juga bisa berfoto di depan lampu-lampu neon Instagrammable, lho. Last but not least, buat penggemar kopi, jangan lupa cobain Baileys Coffee-nya ya, lebih enak yang less sugar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian tadi tiga rekomendasi kafe di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meluruskan-salah-kaprah-soal-julukan-madiun-kota-gadis\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Madiun<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa jadi referensimu buat tempat nugas atau sekadar chilling dan healing. Selamat mencoba.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Maria Monasias Nataliani<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rekomendasi kafe di Madiun, Lur!<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":169409,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[6856,7438,6165],"class_list":["post-169393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kafe","tag-madiun","tag-rekomendasi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169393"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169393\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}